Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Negara Tertua yang Masih Berdiri Hingga Sekarang

Kompas.com, 18 Agustus 2026, 14:00 WIB
Negara Tertua yang Masih Berdiri Sumber Gambar: Pexels.com/Deividas Vasinas-San Marino Negara Tertua yang Masih Berdiri
Rujukan artikel ini:
Sejarah Mesir Modern: Peradaban Islam…
Pengarang: Mohammad Dzaka Ulfikri
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Menentukan negara tertua ternyata tidak sesederhana melihat usia peradaban tertua.

Mesir, Mesopotamia, atau Babilonia memang memiliki sejarah ribuan tahun, tetapi negara modern yang ada sekarang tidak selalu memiliki kesinambungan pemerintahan yang sama dengan kerajaan kunonya.

Oleh karena itu, sejarawan biasanya melihat kontinuitas pemerintahan, identitas politik, dan keberadaan sebagai entitas berdaulat untuk menentukan apakah suatu negara dapat disebut sebagai negara tertua yang masih berdiri.

Berikut 10 negara tertua yang masih berdiri hingga sekarang, lengkap dengan sejarah singkat dan alasan mengapa negara-negara tersebut dianggap memiliki keberlangsungan yang sangat panjang.

Apa yang Dimaksud Negara Tertua?

Negara tertua adalah negara yang memiliki kesinambungan pemerintahan, identitas politik, dan keberadaan sebagai entitas berdaulat selama periode sejarah yang sangat panjang hingga tetap eksis sampai sekarang.

Artinya, sebuah negara tidak harus mempertahankan bentuk pemerintahan yang sama persis selama ribuan tahun, tetapi harus memiliki kesinambungan identitas dan struktur kenegaraan yang dapat ditelusuri secara historis.

Beberapa faktor yang menentukan negara tertua adalah sebagai berikut:

  • Kontinuitas pemerintahan
  • Keberlanjutan identitas nasional
  • Keberadaan wilayah dan penduduk yang relatif berkesinambungan
  • Pengakuan sebagai negara berdaulat
  • Warisan institusi politik yang terus berlanjut

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, berikut daftar negara tertua yang masih berdiri hingga sekarang.

10 Negara Tertua yang Masih Berdiri

1. San Marino

San Marino sering disebut sebagai republik tertua di dunia yang masih bertahan.

Negara kecil yang dikelilingi Italia ini didirikan pada tahun 301 M oleh Santo Marinus.

Keistimewaan San Marino adalah berhasil mempertahankan kemerdekaannya selama lebih dari 1.700 tahun, bahkan ketika banyak kerajaan dan kekaisaran di Eropa runtuh.

Sistem pemerintahannya juga memiliki tradisi yang sangat tua dan tetap berfungsi hingga sekarang.

San Marino memiliki konstitusi tertulis yang berasal dari tahun 1600 dan masih menjadi dasar sistem pemerintahannya.

2. Jepang

Jepang memiliki salah satu monarki tertua yang masih berlanjut di dunia.

Tradisi Jepang menyebutkan bahwa Kaisar Jimmu mendirikan negara pada 660 SM.

Meskipun sejarah awal Jepang masih bercampur antara fakta dan legenda, institusi kekaisaran Jepang tetap bertahan hingga saat ini.

Jepang telah mengalami perubahan besar, mulai dari era samurai, restorasi Meiji, hingga menjadi negara modern, tetapi keberadaan kaisar sebagai simbol negara tetap dipertahankan.

3. Iran

Iran merupakan pewaris langsung Kekaisaran Persia yang didirikan oleh Cyrus Agung pada abad ke-6 SM.

Persia pernah menjadi salah satu kekaisaran terbesar dalam sejarah dunia dan memiliki pengaruh besar terhadap politik, budaya, dan perdagangan di Asia Barat.

Meskipun mengalami penaklukan dan pergantian dinasti, identitas Persia tetap bertahan dan berkembang menjadi negara Iran modern.

4. Yunani

Yunani kuno dikenal sebagai tempat lahirnya demokrasi, filsafat, dan Olimpiade.

Negara-kota seperti Athena dan Sparta memiliki pengaruh besar terhadap peradaban Barat.

Negara modern Yunani memang baru memperoleh kemerdekaan dari Kesultanan Ottoman pada abad ke-19, tetapi identitas budaya Yunani memiliki kesinambungan yang sangat panjang sejak zaman kuno.

5. Mesir

Mesir merupakan salah satu peradaban tertua di dunia dengan sejarah yang dapat ditelusuri hingga penyatuan Mesir Hulu dan Mesir Hilir sekitar 3100 SM.

Walaupun negara modern Mesir tidak memiliki kesinambungan politik langsung dengan kerajaan Firaun, warisan budaya dan identitas Mesir tetap bertahan selama ribuan tahun dan menjadikannya salah satu negara dengan sejarah terpanjang di dunia.

6. Armenia

Armenia memiliki sejarah kenegaraan yang sangat tua dan sering dianggap sebagai salah satu negara tertua di kawasan Kaukasus.

Wilayah yang kini menjadi Armenia telah menjadi tempat berkembangnya berbagai kerajaan kuno, termasuk Kerajaan Urartu yang ada sejak abad ke-9 SM.

Armenia juga dikenal sebagai negara pertama yang menjadikan agama Kristen sebagai agama resmi negara pada tahun 301 M.

7. Ethiopia

Ethiopia memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan Kerajaan Aksum, salah satu pusat perdagangan penting di Afrika kuno.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Berbeda dengan banyak negara Afrika lainnya, Ethiopia berhasil mempertahankan kemerdekaannya dari kolonialisme Eropa dalam sebagian besar sejarahnya.

Tradisi monarki Ethiopia berlangsung selama berabad-abad hingga berakhir pada tahun 1974.

8. India

India memiliki salah satu tradisi peradaban tertua di dunia.

Akar sejarah politik, budaya, dan keagamaannya dapat ditelusuri hingga peradaban Veda dan kerajaan-kerajaan kuno di anak benua India.

Meskipun negara modern India baru merdeka pada tahun 1947, kontinuitas budaya dan peradaban India menjadikannya sebagai salah satu negara dengan warisan sejarah paling panjang.

9. Portugal

Portugal mungkin tidak setua negara-negara Asia dan Timur Tengah, tetapi negara ini memiliki sejarah dengan batas wilayah yang relatif stabil sejak abad ke-12.

Kerajaan Portugal berdiri pada tahun 1139 dan menjadi salah satu negara bangsa tertua di Eropa.

Portugal juga memainkan peran penting dalam era penjelajahan samudra dan perdagangan global pada abad ke-15 dan ke-16.

10. Vietnam

Vietnam memiliki sejarah kenegaraan yang sangat panjang.

Dalam tradisi Vietnam, Kerajaan Van Lang dan Dinasti Hong Bang dianggap sebagai bagian dari sejarah awal Vietnam yang ada sejak sekitar 4.000 tahun yang lalu.

Setelah itu, berbagai kerajaan dan dinasti memainkan peran penting dalam membentuk perkembangan politik, budaya, dan identitas Vietnam.

Mengapa San Marino Sering Dianggap yang Tertua?

Dari daftar di atas, San Marino sering dianggap sebagai jawaban paling tepat untuk pertanyaan “negara tertua yang masih berdiri” karena:

  • Berdiri sejak 301 M.
  • Memiliki kesinambungan sebagai republik berdaulat.
  • Tidak pernah kehilangan kemerdekaan secara permanen.
  • Mempertahankan institusi politiknya hingga sekarang.

Sementara negara lain mungkin memiliki sejarah yang lebih tua, bentuk negara dan pemerintahan mereka telah mengalami perubahan besar atau terputus dalam periode tertentu.

Negara Tertua vs Peradaban Tertua

Penting untuk membedakan negara tertua dan peradaban tertua.

Peradaban Tertua

  • Mesopotamia
  • Mesir Kuno
  • Lembah Indus
  • Tiongkok Kuno

Negara Tertua yang Masih Berdiri

  • San Marino
  • Jepang
  • Armenia
  • Iran

Peradaban dapat runtuh atau berubah menjadi entitas politik yang berbeda, sedangkan negara yang masih berdiri memiliki kesinambungan identitas dan institusi yang tetap berlanjut hingga masa kini.

Faktor yang Membuat Negara Bisa Bertahan Lama

Beberapa faktor penting yang membantu negara bertahan selama berabad-abad bahkan ribuan tahun adalah sebagai berikut.

1. Adaptasi terhadap Perubahan

Negara yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan politik, ekonomi, dan teknologi cenderung lebih mudah bertahan.

2. Institusi yang Kuat

Keberadaan lembaga pemerintahan yang stabil membantu menjaga kesinambungan negara.

3. Identitas Budaya yang Kuat

Bahasa, agama, tradisi, dan nilai budaya sering menjadi perekat utama yang mempertahankan keberadaan suatu bangsa.

4. Kemampuan Menghadapi Krisis

Perang, invasi, dan perubahan kekuasaan dapat dihadapi lebih baik jika negara memiliki struktur sosial dan politik yang kuat.

Apakah Indonesia Termasuk Negara Tertua?

Indonesia memiliki sejarah kerajaan kuno yang sangat kaya, seperti Kutai, Sriwijaya, Mataram Kuno, dan Majapahit.

Namun, sebagai negara modern, Indonesia baru berdiri setelah memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Oleh karena itu, Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara tertua yang masih berdiri, meskipun memiliki warisan peradaban dan kerajaan yang sangat tua.

Daftar 10 negara tertua yang masih berdiri hingga sekarang menunjukkan bahwa usia sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh kapan wilayah tersebut pertama kali dihuni manusia.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kemampuan mempertahankan identitas politik, budaya, dan institusi pemerintahan selama perjalanan sejarah yang sangat panjang.

Buku Sejarah Mesir Modern dapat menjadi pilihan bacaan yang sangat menarik.

Buku ini membahas perjalanan sejarah Mesir dalam memperjuangkan kemerdekaan, membangun negara modern, dan mempertahankan identitas mereka di tengah gelombang perubahan dunia.

Dari masa penjajahan hingga revolusi, perjalanan Mesir menunjukkan berbagai bentuk perjuangan dan harapan sebuah bangsa.

Ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami, buku ini cocok bagi siapa saja yang ingin memahami sejarah dan perkembangan Mesir modern dengan lebih dekat.

Buku Sejarah Mesir Modern tersedia di Gramedia Digital sehingga dapat dibaca dengan mudah kapan saja untuk menambah wawasan tentang sejarah Mesir dan perkembangannya.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau