Apa Itu Bookstagram Pernah melihat feed Instagram yang dipenuhi foto buku dengan penataan estetik, secangkir kopi, hingga deretan kutipan favorit? Atau mungkin kamu sering menemukan akun yang rutin membagikan ulasan buku, rekomendasi bacaan, dan tantangan membaca? Nah, fenomena ini dikenal dengan sebutan Bookstagram.
Bookstagram bukan sekadar tren memotret buku agar terlihat menarik.
Di balik unggahan tersebut, ada komunitas pembaca yang saling berbagi pengalaman membaca, berdiskusi tentang buku, hingga menemukan rekomendasi bacaan baru.
Tak sedikit pula penulis, penerbit, dan toko buku yang memanfaatkan Bookstagram untuk menjangkau lebih banyak pembaca.
Lalu, sebenarnya apa itu Bookstagram? Bagaimana cara bergabung dengan komunitasnya, dan mengapa tren ini semakin populer di kalangan pecinta buku? Yuk, simak penjelasannya di artikel berikut!
Bookstagram adalah komunitas pecinta buku yang aktif berbagi konten seputar dunia literasi di Instagram.
Istilah ini berasal dari gabungan kata book dan Instagram.
Lewat unggahan foto, video, maupun carousel, para pengguna saling berbagi pengalaman membaca, rekomendasi buku, hingga ulasan yang bisa membantu orang lain menemukan bacaan berikutnya.
Menariknya, Bookstagram bukan hanya diisi oleh para pembaca.
Banyak penulis, penerbit, ilustrator, hingga toko buku juga ikut meramaikan komunitas ini.
Tidak heran kalau Bookstagram sering menjadi tempat pertama untuk menemukan buku-buku yang sedang ramai dibicarakan atau inspirasi bacaan sesuai genre favorit.
Kalau kamu berkunjung ke akun Bookstagram, biasanya akan menemukan konten seperti:
Berisi pendapat pribadi tentang isi cerita, gaya penulisan, hingga alasan mengapa buku tersebut layak dibaca.
Mulai dari novel, komik, buku pengembangan diri, hingga buku nonfiksi yang disusun berdasarkan tema atau genre tertentu.
Buku dipadukan dengan berbagai properti seperti bunga, kopi, selimut, atau alat tulis agar tampil lebih menarik di feed.
Banyak kreator membagikan target membaca, daftar buku yang selesai dibaca setiap bulan, hingga pencapaian membaca selama setahun.
Mulai dari bertukar rekomendasi, membahas karakter favorit, hingga mengikuti tren membaca yang sedang viral.
Singkatnya, Bookstagram adalah tempat berkumpulnya para pencinta buku untuk saling berbagi inspirasi, menemukan rekomendasi bacaan baru, dan membangun koneksi dengan komunitas yang memiliki hobi membaca.
Di tengah maraknya media sosial, Bookstagram berhasil menjadi ruang yang membuat kegiatan membaca terasa lebih menyenangkan dan interaktif.
Jika dulu rekomendasi buku biasanya didapat dari teman atau toko buku, kini siapa pun bisa menemukan bacaan baru hanya dengan menjelajahi Instagram.
Cukup mengikuti beberapa akun Bookstagram, kamu sudah bisa mendapatkan ulasan, daftar buku favorit, hingga informasi buku yang sedang ramai diperbincangkan.
Ada beberapa alasan mengapa Bookstagram semakin digemari oleh para pecinta buku, di antaranya:
Berbagai genre, mulai dari fiksi, nonfiksi, komik, hingga buku pengembangan diri, dibahas oleh para kreator dengan sudut pandang yang beragam.
Review yang jujur membuat pembaca bisa mengetahui gambaran isi buku dan memutuskan apakah buku tersebut sesuai dengan minatnya.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Melalui kolom komentar, tagar, atau diskusi, para pembaca bisa saling bertukar pendapat dan rekomendasi bacaan.
Melihat target membaca, reading wrap-up, atau tantangan membaca dari kreator lain sering kali memicu semangat untuk kembali menyelesaikan buku yang sudah lama tertunda.
Foto buku yang estetik, rak buku yang rapi, hingga video singkat tentang buku favorit membuat aktivitas membaca terasa lebih dekat dan menyenangkan.
Lebih dari sekadar tren di media sosial, Bookstagram berkembang menjadi komunitas yang menghubungkan pembaca, penulis, penerbit, dan toko buku dalam satu ekosistem.
Kehadirannya membuat informasi tentang buku lebih mudah diakses sekaligus mendorong semakin banyak orang untuk kembali menjadikan membaca sebagai bagian dari keseharian.
Bergabung dengan komunitas Bookstagram bukan berarti kamu harus menjadi content creator atau memiliki ribuan pengikut.
Siapa pun bisa ikut berpartisipasi, baik dengan membagikan buku yang sedang dibaca, memberikan ulasan singkat, maupun berdiskusi di kolom komentar.
Semakin aktif berinteraksi, semakin banyak manfaat yang bisa didapatkan.
Beberapa manfaat bergabung dengan komunitas Bookstagram antara lain:
Kamu bisa menemukan rekomendasi buku dari berbagai genre dan penulis, termasuk judul-judul yang mungkin belum pernah diketahui sebelumnya.
Melalui Bookstagram kamu dapat bertemu dengan pembaca dari berbagai daerah bahkan negara.
Interaksi tersebut membuka kesempatan untuk bertukar rekomendasi, berbagi pengalaman membaca, dan berdiskusi mengenai buku favorit.
Melihat unggahan, target membaca, atau reading wrap-up dari anggota komunitas dapat menjadi motivasi untuk lebih konsisten menyelesaikan buku.
Membuat ulasan buku secara rutin dapat membantu mengasah kemampuan merangkum isi bacaan, berpikir kritis, dan menulis dengan lebih terstruktur.
Komunitas Bookstagram sering membagikan berbagai informasi terbaru seputar dunia buku.
Mulai dari buku yang baru terbit, acara bedah buku, promo atau diskon, hingga tantangan membaca.
Bagi kreator yang aktif dan konsisten, Bookstagram juga dapat menjadi kesempatan untuk bekerja sama dengan penerbit, toko buku, atau penulis melalui kegiatan seperti book review, book tour, hingga peluncuran buku.
Bookstagram membuktikan bahwa hobi membaca bisa terasa lebih seru saat dibagikan bersama orang lain.
Lewat komunitas ini, siapa saja bisa menemukan rekomendasi buku baru, bertukar pendapat, hingga berkenalan dengan sesama pencinta literasi dari berbagai daerah.
Tak perlu punya feed yang sempurna atau koleksi buku yang banyak karena yang terpenting adalah semangat untuk membaca dan berbagi cerita.
Salah satu buku yang bisa kamu jadikan pilihan untuk memulai konten Bookstagram adalah buku self-improvement berjudul Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero karya dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ.
Buku ini membahas bagaimana trauma dan pengalaman masa kecil dapat menjadi topeng yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Topiknya cukup dekat dengan kehidupan banyak orang sehingga menarik untuk dibahas di Bookstagram dan dapat mengundang pembaca untuk berbagi pengalaman atau pendapat.
Kamu bisa mendapatkan buku ini melalui Gramedia.com, Gramedia Digital, dan toko buku Gramedia terdekat.