Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Gulai Tikungan Otentik ala Blok M, Gurih dan Bikin Nagih

Kompas.com, 14 April 2026, 16:00 WIB
Cara Membuat Gulai Tikungan Otentik  Sumber Gambar: Pexels.com Cara Membuat Gulai Tikungan Otentik 
Rujukan artikel ini:
Tasty: Koleksi Resep Sj Paling…
Pengarang: Susianna Jo
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Kalau kamu pernah mampir ke kawasan Blok M, pasti sudah nggak asing lagi dengan Gulai Tikungan (Gultik) yang legendaris itu.

Seporsi gulai hangat dengan kuah berempah, potongan daging sapi yang empuk, dan aroma santan yang menggoda selalu sukses bikin siapa pun ketagihan sejak suapan pertama.

Tidak heran kalau kuliner satu ini jadi favorit banyak orang, terutama saat malam hari.

Kabar baiknya, kamu juga bisa menikmati sensasi gulai khas Blok M ini tanpa harus antre panjang.

Yuk, simak cara membuat gulai tikungan otentik ala Blok M yang gurih, harum rempah, dan dijamin bikin nagih!

Bahan dan Bumbu Gultik

Sebelum mulai masak, hal paling penting dari Gulai Tikungan (Gultik) adalah memastikan bahan dan bumbunya lengkap.

Ciri khas gultik ala Blok M ada pada kuah santan yang gurih, aroma rempah yang kuat, serta rasa pedas hangat yang “nendang” di lidah.

Jadi, jangan ragu untuk menyiapkan bumbu dapur yang kaya rempah karena inilah kunci rasa otentiknya.

Berikut bahan dan bumbu yang perlu kamu siapkan:

Bahan Utama

  • 500 gram daging sapi (bisa campur sandung lamur atau sengkel biar lebih juicy)
  • 1 liter santan (bisa dari santan segar atau santan instan)
  • 700 ml air (untuk merebus daging)
  • 2 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk
  • 1 batang serai, memarkan
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 1 ruas kayu manis (opsional, tapi bikin aroma lebih wangi)
  • Garam dan gula secukupnya
  • Kaldu bubuk secukupnya (opsional)

Bumbu Halus

  • 8 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 4 butir kemiri, sangrai
  • 2 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • 2 cm kencur (opsional, tapi bikin rasa lebih khas)
  • 1 sdm ketumbar, sangrai
  • ½ sdt jintan (opsional, untuk rasa lebih “medok”)
  • Cabai merah keriting secukupnya (sesuaikan tingkat pedas)

Pelengkap Khas Gultik

  • Bawang goreng (wajib biar makin nikmat)
  • Acar timun atau jeruk nipis (buat penyeimbang rasa)
  • Nasi putih hangat (karena gultik paling pas dimakan dengan nasi)

Dengan kombinasi bahan di atas, kamu sudah punya “modal rasa” yang kuat untuk membuat gulai yang mirip seperti versi kaki lima Blok M.

Cara Membuat Gulai Tikungan

Setelah semua bahan dan bumbu siap, saatnya masuk ke tahap yang paling seru: memasak Gulai Tikungan (Gultik).

Prosesnya sebenarnya tidak rumit, tapi kuncinya ada pada cara mengolah bumbu hingga harum dan memasak santan dengan sabar supaya kuahnya tetap mulus, gurih, dan tidak pecah.

Kalau dilakukan dengan benar, aroma rempahnya bakal langsung bikin lapar bahkan sebelum gulainya matang!

Berikut langkah-langkah membuat gulai tikungan otentik ala Blok M:

1. Rebus Daging hingga Empuk

Rebus daging sapi dengan air sampai setengah empuk.

Buang busa atau kotoran yang mengapung agar kuahnya tidak bau dan tetap bersih.

Setelah itu, potong daging sesuai selera (kecil-kecil seperti gultik khas Blok M), lalu sisihkan.

2. Tumis Bumbu Halus sampai Matang

Panaskan sedikit minyak, lalu tumis bumbu halus hingga benar-benar harum dan matang.

Masukkan serai, daun salam, daun jeruk, lengkuas, dan kayu manis.

Tumis lagi sampai aroma rempahnya keluar dan bumbunya terlihat lebih kering serta tidak langu.

3. Masukkan Daging dan Kaldu Rebusan

Masukkan potongan daging ke dalam tumisan bumbu.

Aduk rata hingga daging terbalut bumbu, lalu tuang sedikit air rebusan daging.

Masak beberapa menit agar bumbunya meresap dan rasanya makin kuat.

4. Tuang Santan Perlahan

Setelah bumbu menyatu, tuang santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk pelan.

Gunakan api kecil agar santan tidak pecah.

Di tahap ini, kuah gulai mulai berubah jadi lebih kental dan wangi.

5. Masak hingga Kuah Gurih dan Meresap

Masak selama kurang lebih 20–30 menit dengan api kecil sambil sesekali diaduk.

Tambahkan garam, gula, dan kaldu bubuk jika perlu.

Koreksi rasa sampai kuahnya gurih, pedasnya pas, dan aroma rempahnya kuat.

6. Sajikan Selagi Hangat

Setelah kuah mengental dan daging empuk, matikan api.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Sajikan gulai tikungan dengan nasi putih hangat, lalu taburi bawang goreng supaya makin autentik.

Gultik ala Blok M paling nikmat kalau disajikan dalam porsi kecil tapi kuahnya banyak karena sensasi “banjir kuah gulai” inilah yang bikin nagih.

Kalau mau lebih mantap, tambahkan sedikit jeruk nipis agar rasanya makin segar!

Tips Gultik Gurih dan Otentik

Supaya Gultik buatanmu benar-benar terasa seperti versi legendaris ala Blok M, kamu tidak cukup hanya mengikuti resepnya saja.

Ada beberapa trik kecil yang sering dipakai pedagang gulai kaki lima agar kuahnya lebih “nendang”, aromanya tajam, dan dagingnya empuk tanpa bau.

Bagian inilah yang biasanya jadi pembeda antara gulai biasa dengan gultik yang autentik.

Berikut tips penting yang wajib kamu coba:

1. Gunakan Daging yang Ada Lemaknya

Gultik yang otentik biasanya memakai bagian daging sapi yang sedikit berlemak seperti sandung lamur.

Lemak ini membuat kuah terasa lebih gurih dan kaya rasa, apalagi saat bercampur santan dan rempah.

2. Tumis Bumbu Sampai Benar-Benar Matang

Jangan buru-buru saat menumis bumbu halus.

Tumis sampai bumbu harum kuat dan warnanya lebih pekat karena bumbu yang matang sempurna akan menghasilkan rasa gulai yang lebih medok dan tidak langu.

3. Santan Harus Masuk Saat Api Kecil

Kalau ingin kuah gultik tetap halus dan tidak pecah, masukkan santan saat api kecil lalu aduk perlahan.

Teknik ini penting karena untuk menjaga cita rasa.

4. Tambahkan Rempah untuk Aroma yang Kuat

Aroma gultik yang khas merupakan kombinasi dari rempah seperti serai, daun jeruk, lengkuas, dan kayu manis.

Kalau ingin lebih wangi, kamu juga bisa menambahkan sedikit kapulaga atau cengkeh.

5. Masak Lebih Lama agar Bumbu Meresap

Gultik yang enak biasanya dimasak agak lama dengan api kecil.

Semakin lama dimasak, kuahnya akan semakin kental dan bumbunya lebih menyatu ke dalam daging.

6. Koreksi Rasa di Akhir

Untuk hasil yang lebih seimbang, koreksi rasa setelah kuah mulai mengental.

Tambahkan garam, gula, atau sedikit kaldu bubuk jika perlu.

Rasa gultik yang autentik biasanya gurih dominan dengan sedikit manis di belakang.

7. Sajikan dengan Bawang Goreng Melimpah

Bawang goreng adalah “senjata rahasia” gultik.

Taburan bawang goreng yang banyak bikin rasa jadi lebih harum dan teksturnya lebih nikmat saat disantap bersama kuah gulai panas.

8. Nikmati dengan Nasi Hangat Porsi Kecil

Ciri khas gulai tikungan ala Blok M adalah disajikan dengan nasi dalam porsi kecil, tapi kuahnya royal.

Jadi jangan ragu bikin penyajiannya mirip warung kaki lima agar sensasinya makin autentik.

Dengan resep dan tips di atas, kamu bisa menghadirkan sensasi Gultik ala Blok M langsung dari dapur rumah, kapan pun kamu mau.

Kalau kamu ingin coba lebih banyak variasi masakan lain yang tidak kalah autentik dan pastinya anti gagal, jangan lewatkan buku Tasty: Koleksi Resep Sj Paling Banyak Di-Recook karya Susianna Jo.

Buku ini membagikan berbagai resep lauk seperti semur Wonogiri, daging sapi masak manis, ayam goreng kuning, telur habang hingga masakan dari cumi dan teri.

Selain resep lauk, buku ini juga tersedia resep jajanan populer seperti ongol-ongol, ketan unti, cimol, kue keranjang, hingga ronde.

Resep-resep ini mudah diikuti dan menggunakan bahan-bahan yang mudah dicari.

Cocok disajikan untuk hidangan keluarga atau ide jualan.

Yuk, segera dapatkan buku Tasty: Koleksi Resep Sj Paling Banyak Di-Recook hanya di Gramedia.com dan toko Gramedia favoritmu!

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau