Buku The Salesman Seorang salesman bukan sekadar tenaga penjual, tetapi ujung tombak perusahaan.
Mereka adalah duta yang membawa nama baik bisnis, membangun hubungan dengan pelanggan, dan menjaga kelangsungan arus pendapatan.
Namun, banyak perusahaan menghadapi kenyataan bahwa salesman yang diterima bekerja sering kali tidak siap menghadapi tantangan di lapangan.
Inilah mengapa pembentukan salesman hebat memerlukan strategi pelatihan dan pengembangan kemampuan yang terarah.
Buku The Salesman menegaskan bahwa mencetak tenaga penjual andal tidak cukup dengan mengandalkan bakat.
Mereka membutuhkan mentalitas pemenang dan keterampilan mendasar yang dilatih dengan konsisten.
Sering kali, setelah diterima bekerja, salesman baru hanya “dibiarkan” belajar sendiri.
Akibatnya, mereka merasa tidak mendapat dukungan dan cepat meninggalkan perusahaan.
Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan program orientasi terpadu yang menanamkan nilai perusahaan, membekali pengetahuan produk, serta membangun kerja sama lintas divisi.
Salesman yang memahami peran strategis mereka akan lebih percaya diri di lapangan dan mampu menjadi representasi perusahaan yang positif di mata pelanggan.
Dalam membentuk salesman andal, The Salesman menggarisbawahi 8 kemampuan dasar yang harus dilatih:
Seorang sales harus memiliki pola pikir untuk menang, tidak menyerah pada kegagalan, selalu mencari peluang, dan mampu melihat tantangan sebagai jalan menuju keberhasilan.
Tidak cukup hanya berpikir seperti pemenang, tindakan sehari-hari juga harus mencerminkan tekad dan profesionalisme.
Konsistensi dalam menjalankan strategi penjualan menjadi kunci.
Seorang sales harus mampu mengelola waktu dan fokus pada aktivitas yang memberikan dampak paling besar pada pencapaian target penjualan.
Sales bukan mesin penjual.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Mereka butuh pemahaman tentang emosi, kreativitas, dan motivasi diri agar mampu menyesuaikan pendekatan dengan karakter pelanggan.
Sales hebat tidak mencari kambing hitam.
Mereka berani mengambil tanggung jawab atas hasil pekerjaannya, baik saat mencapai target maupun saat gagal.
Setiap penolakan atau hambatan harus dilihat sebagai peluang untuk memberikan solusi.
Sikap ini akan meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Sales yang hebat selalu melakukan evaluasi diri, memperbaiki kelemahan, dan terus mengasah keterampilan agar tetap kompetitif.
Kolaborasi dan partisipasi aktif dalam tim penjualan memperkuat kekompakan.
Sales yang mampu bekerja sama akan lebih mudah mencapai target bersama.
Proses pembentukan salesman hebat tidak berhenti di pelatihan.
Perusahaan perlu membangun budaya keteladanan, di mana para sales leader dan manajemen senior menunjukkan nilai-nilai unggul yang bisa ditiru tim penjualan.
Contohnya, Toyota dengan Toyota Way yang menanamkan budaya Total Quality Management pada seluruh jajaran karyawannya.
Nilai-nilai ini membuat mereka mampu menjaga standar kualitas dan performa secara konsisten.
Mencetak salesman hebat membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari menggabungkan pelatihan mental, pemahaman nilai perusahaan, hingga pengembangan keterampilan menjual.
Dengan membekali sales dengan 8 kemampuan mendasar ini, perusahaan tidak hanya mendapatkan tenaga penjual, tetapi duta merek yang mampu membawa bisnis ke level berikutnya.
Ingin tahu cara membentuk sales hero dari nol hingga menjadi super salesman? Dapatkan rahasia membentuk tim penjualan yang hebat dan berdaya saing tinggi pada buku The Salesman.
Buku ini tersedia di Gramedia.com, Gramedia Digital, atau di toko Gramedia terdekat.