Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

15 Rekomendasi Film Netflix yang Sedih Terbaik

Kompas.com, 30 Desember 2025, 12:00 WIB
Film di Netflix yang Sedih  Sumber Gambar: Freepik. com Film di Netflix yang Sedih 
Rujukan artikel ini:
Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Pengarang: Abdul Malik Karim Amrullah
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Menonton film sedih sering kali menjadi cara paling ampuh untuk melepas penat atau merilis emosi setelah melalui hari yang berat.

Ada kepuasan tersendiri saat kita larut mengikuti alur cerita yang menyentuh hati dan mengaduk perasaan.

Netflix sebagai layanan streaming menyimpan koleksi drama melankolis yang siap menemani momen menontonmu.

Namun, banyaknya pilihan sering kali membuat kita bingung menentukan mana yang benar-benar layak ditonton dan sesuai dengan suasana hati.

Apakah sedang ingin menangisi kisah cinta yang tragis, atau justru merenungi hangatnya hubungan keluarga yang retak?

Berikut rekomendasi film di Netflix yang sedih dari berbagai genre yang bisa kamu jadikan pilihan.

Film Kategori Drama Keluarga dan Kasih Sayang Orang Tua

Hubungan darah sering kali menyimpan konflik paling tajam namun juga kasih sayang paling tulus yang bisa dirasakan manusia.

Berikut adalah rekomendasi film bertema keluarga yang dijamin akan membuat mata sembap.

1. Miracle in Cell No. 7 (Versi Indonesia)

Film ini mengisahkan perjuangan seorang ayah dengan disabilitas intelektual yang dituduh melakukan kejahatan yang tidak pernah ia perbuat.

Hubungan murni antara ayah dan anak perempuannya yang menyelinap ke dalam sel penjara akan meremukkan hati penonton berkali-kali.

Adaptasi versi Indonesia ini menghadirkan kedekatan budaya dan emosi yang lebih personal berkat akting luar biasa Vino G. Bastian.

2. The Father

Anthony Hopkins memerankan seorang pria tua yang harus bergelut dengan demensia yang perlahan menggerogoti ingatannya yang berharga.

Penonton diajak merasakan kebingungan dan ketakutan yang dialami penderita demensia melalui sudut pandang yang unik dan membingungkan.

Rasa frustrasi sang anak yang diperankan Olivia Colman menambah lapisan kesedihan realistik tentang merawat orang tua yang menua.

3. Ngeri-Ngeri Sedap

Film ini mengangkat dinamika keluarga Batak yang terlihat harmonis di luar namun menyimpan keretakan komunikasi yang mendalam di dalamnya.

Skenario yang dibangun sangat dekat dengan realita banyak keluarga di Indonesia yang gengsi mengungkapkan rasa sayang secara verbal.

Momen ledakan emosi di meja makan menjadi puncak konflik yang akan membuat siapa pun merindukan orang tuanya di kampung.

4. Pieces of a Woman

Cerita film ini berpusat pada duka mendalam seorang ibu muda yang kehilangan bayinya sesaat setelah proses persalinan di rumah.

Film ini menggambarkan bagaimana sebuah tragedi kematian dapat menghancurkan hubungan suami istri dan keluarga besar secara perlahan.

Vanessa Kirby memberikan penampilan hening yang justru berteriak lantang tentang betapa beratnya proses berdamai dengan kehilangan.

5. The Pursuit of Happyness

Kisah nyata perjuangan Chris Gardner yang harus menjadi gelandangan bersama putra kecilnya demi mengejar karier di pasar saham.

Adegan saat mereka terpaksa tidur di toilet stasiun kereta bawah tanah adalah momen paling menyayat hati dalam sejarah sinema.

Film ini mengajarkan tentang keteguhan hati seorang ayah yang rela melakukan apa saja demi melindungi senyum anaknya.

Film Kategori Romansa Tragis dan Patah Hati

Cinta tidak selamanya berakhir bahagia, terkadang perpisahan dan kematian justru menjadi penutup yang membuat sebuah kisah menjadi abadi.

Berikut beberapa film romansa yang jauh dari kata happy ending.

1. 20th Century Girl

Film Korea ini membawa nuansa nostalgia tahun 90-an tentang cinta pertama yang manis, lugu, namun berakhir dengan kejutan menyakitkan.

Kisah persahabatan yang tulus berpadu dengan romansa remaja yang tidak terduga membuat plot twist di akhir terasa sangat memukul.

Siapkan mentalmu karena pada paruh kedua film, cerita berkembang menjadi semakin emosional dan menguras air mata.

2. Marriage Story

Scarlett Johansson dan Adam Driver memerankan pasangan suami istri yang harus menghadapi proses perceraian yang panjang dan melelahkan mental.

Dialog-dialog tajam dalam film ini terasa sangat nyata dan menyakitkan karena menggambarkan bagaimana cinta bisa berubah menjadi kebencian.

Tidak ada peran antagonis di sini, hanya dua manusia yang pernah saling mencintai namun tidak lagi bisa berjalan beriringan.

3. Us and Them

Sinema asal Tiongkok ini menceritakan tentang dua orang asing yang bertemu di kereta saat mudik Imlek, jatuh cinta dan menjalin hubungan bertahun-tahun.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Penggambaran realita ekonomi yang keras sering kali menjadi penghalang terbesar bagi cinta tulus yang mereka miliki satu sama lain.

Film ini mengajarkan bahwa terkadang kita bisa memiliki segalanya di masa depan, kecuali orang yang menemani kita saat merintisnya.

4. All the Bright Places

Dua remaja dengan luka batin masing-masing mencoba saling menyembuhkan dan menemukan alasan untuk tetap hidup di tengah depresi.

Film ini mengangkat isu kesehatan mental dengan cara yang lembut namun menohok, memperlihatkan sisi gelap trauma masa lalu.

Akhir cerita yang tidak terduga memberikan pesan kuat tentang dampak kehadiran seseorang dalam hidup kita, sekecil apa pun itu.

5. Irreplaceable You

Kisah sepasang kekasih yang telah bersama sejak kecil harus menghadapi kenyataan pahit ketika salah satunya didiagnosis kanker stadium akhir.

Sang wanita berusaha mencarikan pasangan baru untuk tunangannya sebelum ia meninggal agar kekasihnya tidak kesepian nantinya.

Premis yang terdengar konyol ini justru dieksekusi dengan sangat emosional dan mengajarkan arti melepaskan demi kebahagiaan orang lain.

Film Kategori Perjuangan Hidup dan Realita Sosial

Terkadang, kesedihan terbesar datang dari ketidakadilan dunia, perang, dan perjuangan manusia untuk sekadar bertahan hidup.

Berikut adalah rekomendasi film yang mengangkat tema kemanusiaan yang mengiris hati.

1. Schindler's List

Karya hitam putih Steven Spielberg ini merekam kekejaman Holocaust dan upaya seorang pengusaha menyelamatkan ribuan nyawa Yahudi.

Setiap adegan dirancang untuk memperlihatkan sisi tergelap manusia sekaligus harapan yang muncul di tengah keputusasaan massal.

Gambar gadis kecil berjas merah di tengah visual hitam putih menjadi simbol kepolosan yang terenggut oleh perang.

2. The Boy in the Striped Pajamas

Persahabatan murni terjalin antara anak komandan Nazi dan seorang bocah Yahudi yang terkurung di balik kawat berduri kamp konsentrasi.

Ketidaktahuan mereka akan kekejaman dunia orang dewasa justru mengantarkan keduanya pada takdir akhir yang sangat tragis dan traumatis.

Film ini memberikan tamparan keras tentang bagaimana prasangka dan kebencian warisan dapat menghancurkan generasi yang tidak berdosa.

3. All Quiet on the Western Front

Film anti-perang ini menelanjangi ilusi kepahlawanan dan memperlihatkan kengerian nyata yang dialami tentara muda di parit Perang Dunia I.

Tidak ada kemenangan yang dirayakan di sini, hanya kematian sia-sia dan trauma mental yang menghantui para penyintas selamanya.

Visual yang brutal dan mencekam memaksa penonton merenungi kembali harga mahal yang harus dibayar untuk sebuah ego negara.

4. First They Killed My Father

Angelina Jolie mengarahkan film yang diangkat dari kisah nyata seorang anak perempuan yang bertahan hidup di era rezim Khmer Merah Kamboja.

Penonton diajak melihat kehancuran sebuah negara dan keluarga melalui mata polos seorang anak yang dipaksa menjadi tentara cilik.

Adegan perpisahan paksa dengan orang tua di kamp kerja paksa adalah momen yang akan meninggalkan bekas luka di hati penonton.

5. Roma

Berlatar di Meksiko tahun 1970-an, film ini mengikuti kehidupan seorang asisten rumah tangga yang menghadapi kehamilan tak diinginkan.

Visual hitam putih yang artistik justru memperkuat emosi sunyi dan ketabahan seorang wanita dalam menghadapi badai kehidupan yang bertubi-tubi.

Adegan persalinan dan penyelamatan di pantai adalah dua sekuens paling emosional yang digambarkan dengan sangat natural dan menyentuh.

Menonton deretan film di atas mungkin akan menguras air mata, namun juga memberikan perspektif baru tentang ketangguhan manusia.

Namun, pengalaman menyelami emosi mendalam tidak hanya bisa didapatkan melalui layar kaca.

Jika kamu menyukai narasi yang mengaduk emosi tentang cinta yang terhalang restu dan status sosial, maka novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck adalah bacaan yang tepat untuk kamu baca.

Novel karya Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka) ini mengangkat persoalan adat Minangkabau di Sumatera Barat, termasuk diskriminasi sosial yang mengakar kuat pada masanya.

Selain masalah adat, dalam novel ini juga digambarkan tentang adanya diskriminasi yang terjadi di masyarakat Minangkabau pada waktu itu, membuat perjuangan tokoh utamanya terasa begitu nyata dan menyakitkan.

Perbedaan latar belakang dan status sosial juga menjadi penghalang cinta antara Zainudin dan Hayati, hingga kisah mereka berujung pada tragedi tenggelamnya sebuah kapal.

Novel ini tersedia di Gramedia.com dan Gramedia Digital untuk versi E-book!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Anatomi Fisiologis Sistem Pencernaan dan Mekanisme Kerjanya

Anatomi Fisiologis Sistem Pencernaan dan Mekanisme Kerjanya

buku
Tips Melakukan Bulking untuk Orang Kurus yang Efektif

Tips Melakukan Bulking untuk Orang Kurus yang Efektif

buku
8 Jenis Bencana Alam yang Sering Terjadi di Indonesia

8 Jenis Bencana Alam yang Sering Terjadi di Indonesia

buku
ASN adalah Aparatur Sipil Negara: Berikut Penjelasan dan Jenisnya 

ASN adalah Aparatur Sipil Negara: Berikut Penjelasan dan Jenisnya 

buku
15 Keterampilan Dasar untuk Menjadi Seorang Wirausaha

15 Keterampilan Dasar untuk Menjadi Seorang Wirausaha

buku
Cara Daftar KIP Kuliah: Wujudkan Mimpi Kuliah Gratis dan Ubah Masa Depanmu

Cara Daftar KIP Kuliah: Wujudkan Mimpi Kuliah Gratis dan Ubah Masa Depanmu

buku
20 Rekomendasi Warna Cat Tembok yang Bagus untuk Rumah Minimalis Modern

20 Rekomendasi Warna Cat Tembok yang Bagus untuk Rumah Minimalis Modern

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Banten: Perdagangan Internasional, Pusat Islam, dan Simbol Kedaulatan Nusantara

Masa Kejayaan Kerajaan Banten: Perdagangan Internasional, Pusat Islam, dan Simbol Kedaulatan Nusantara

buku
Apakah Trust Issue Penyakit Mental? Berikut Penjelasan dan Strategi Pemulihannya

Apakah Trust Issue Penyakit Mental? Berikut Penjelasan dan Strategi Pemulihannya

buku
TKA Artinya Apa? Definisi, Mata Pelajaran, dan Faktanya

TKA Artinya Apa? Definisi, Mata Pelajaran, dan Faktanya

buku
Serunya Belajar Angka Bersama “Ensiklopedia Si Kecil Cerdas Matematika”!

Serunya Belajar Angka Bersama “Ensiklopedia Si Kecil Cerdas Matematika”!

buku
Anatomi Fisiologis Kulit Manusia dan Fungsinya

Anatomi Fisiologis Kulit Manusia dan Fungsinya

buku
15 Rekomendasi Warna Kutek yang Bagus untuk Kulit Cerah

15 Rekomendasi Warna Kutek yang Bagus untuk Kulit Cerah

buku
Apa yang Dimaksud Strict Parents? Pola Asuh Ketat yang Membentuk Cara Hidup Anak

Apa yang Dimaksud Strict Parents? Pola Asuh Ketat yang Membentuk Cara Hidup Anak

buku
Tugas dan Peran Tuan Rumah Piala Dunia: Lebih dari Sekadar Pertandingan

Tugas dan Peran Tuan Rumah Piala Dunia: Lebih dari Sekadar Pertandingan

buku
Bagaimana Sistem Galaksi Bintang Terbentuk dan Berkembang?

Bagaimana Sistem Galaksi Bintang Terbentuk dan Berkembang?

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau