Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Maaf Tuhan, Aku Hampir Porak-poranda karena Perasaan: Ketika Perasaan Menghancurkan, Tuhan yang Meneguhkan

Kompas.com, 22 September 2025, 19:00 WIB
Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Porak-poranda karena Perasaan Sumber Gambar: Dok. Elex Media Komputindo Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Porak-poranda karena Perasaan
Rujukan artikel ini:
Maaf Tuhan, Aku Hampir Porak-poranda…
Pengarang: ALFIALGHAZI
|
Editor Ratih Widiastuty

Pernahkah kamu merasa hatimu begitu rapuh hingga hampir hancur karena perasaan yang tak terkendali? Rasa kecewa, kehilangan, dan luka batin seakan membuat dunia runtuh di depan mata.

Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Porak-poranda karena Perasaan hadir sebagai jawaban, menemani langkahmu di tengah rasa sakit, sekaligus mengingatkan bahwa di balik keterpurukan selalu ada Tuhan yang meneguhkan.

Ada kalanya perasaan justru menjadi ujian paling berat dalam hidup manusia.

Kita bisa bekerja keras menghadapi masalah, tetapi ketika hati yang dilukai, rasanya jauh lebih sulit untuk pulih.

Kita mencintai, tapi tak dibalas.

Kita berusaha melupakan, tapi bayangannya terus menghantui.

Kita ingin sembuh, tapi justru semakin hancur di dalam.

Luka yang datang dari perasaan sering kali lebih menyakitkan daripada luka fisik karena ia mengoyak hati, mengguncang logika, bahkan menjauhkan diri dari Tuhan.

Isi Buku

Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Porak-poranda karena Perasaan ditulis untuk orang-orang yang sedang berjuang dengan luka batin.

Ia tidak hanya berbicara tentang rasa sakit, tapi juga tentang perjalanan panjang memahami emosi yang mengacaukan diri.

Bagi siapa pun yang pernah tenggelam dalam harapan yang patah, terseret dalam kenangan yang menyesakkan, atau merasa porak-poranda karena perasaan yang tak terbalas, buku ini bisa menjadi ruang aman untuk kembali menata hati.

Keistimewaan buku ini ada pada gaya bahasanya yang reflektif dan menyentuh.

Setiap kalimat seolah mengerti isi hati pembaca, seakan berbicara langsung kepada orang-orang yang sedang kehilangan arah.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Buku ini tidak memberi jawaban instan atas luka, tetapi hadir sebagai teman perjalanan yang menemani, menguatkan, dan membisikkan bahwa luka sebesar apa pun tetap bisa dihadapi dengan hati yang belajar merelakan.

Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Porak-poranda karena Perasaan juga mengingatkan bahwa dalam setiap rasa sakit, selalu ada arah pulang.

Pulang kepada diri sendiri, pulang kepada harapan, dan yang terpenting pulang kepada Allah.

Bahwa perasaan manusia memang rapuh, tetapi rahmat-Nya tak pernah rapuh.

Bahwa cinta manusia sering mengecewakan, tetapi cinta Tuhan tak pernah meninggalkan.

Membaca buku ini akan membuat kita lebih jujur pada diri sendiri.

Bahwa menangis bukanlah kelemahan, melainkan bagian dari proses penyembuhan.

Bahwa kecewa adalah wajar, tetapi jangan sampai membiarkannya menjauhkan kita dari Tuhan.

Buku ini mengajarkan seni menerima.

Buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Porak-poranda karena Perasaan adalah buku yang bukan hanya layak dibaca, tapi juga dirasakan.

Ia menjadi pengingat bahwa di balik setiap hati yang porak-poranda, ada kekuatan yang menunggu untuk lahir kembali.

Dan di balik setiap tangisan yang jatuh, ada doa yang sampai kepada Tuhan.

Untuk mengetahui lebih lanjut isi buku Maaf Tuhan, Aku Hampir Porak-poranda karena Perasaan, kamu dapat membelinya di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau