Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Instrumen Kebijakan Moneter dan Pengertiannya

Kompas.com, 23 Desember 2024, 16:00 WIB
 Instrumen Kebijakan Moneter Sumber Gambar: Freepik.com Instrumen Kebijakan Moneter
Rujukan artikel ini:
Matematika Ekonomi
Pengarang: Amir Tjolleng,M.Sc.
|
Editor Laila Wulanalfi

Masing-masing negara tentunya mempunyai bank sentral yang memiliki tugas dalam mengatur lancarnya perputaran roda uang dalam wilayah kedaulatannya.

Kebijakan moneter adalah salah satu jenis kebijakan dari bank sentral dalam menjalankan tugasnya.

Di Indonesia sendiri otoritas yang mengemban tugas ini dipegang oleh Bank Indonesia (BI).

Kebijakan moneter adalah kebijakan ekonomi yang merupakan bagian integral dari kebijakan ekonomi makro.

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kestabilan kegiatan ekonomi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Secara singkat, kebijakan moneter merupakan suatu kebijakan yang diambil oleh bank sentral untuk menstabilkan serta memelihara mata uang supaya kegiatan ekonomi negara tersebut tidak terpuruk.

Kebijakan moneter boleh dibilang sebagai instrumen yang bisa dilakukan dengan mengambil tindakan mengendalikan jumlah uang yang beredar di masyarakat serta menetapkan suku bunga.

Tujuannya adalah untuk mengendalikan ekonomi secara makro supaya tercipta kestabilan ekonomi dengan mengatur jumlah uang yang beredar.

Pengertian Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah keputusan yang diambil oleh pemerintah demi untuk menunjang perekonomian lewat berbagai hal yang berhubungan dengan penerapan jumlah uang yang beredar di masyarakat.

Kebijakan moneter mempunyai tujuan menjaga stabilnya ketersediaan uang dari suatu negara.

Kebijakan moneter mesti diberlakukan karena persediaan uang negara akan berpengaruh terhadap berbagai macam kegiatan ekonomi, seperti suku bunga bank, inflasi, dan lain sebagainya.

Berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Kebijakan Moneter, pelaksana serta penanggung jawab kebijakan moneter di Indonesia ada pada Bank Indonesia selaku bank sentral.

Tidak hanya kebijakan moneter, terdapat pula kebijakan fiskal yang mempunyai fungsi untuk menjaga kestabilan ekonomi Indonesia.

Hanya saja kebijakan fiskal adalah keputusan yang mempunyai fokus pada pendapatan serta pengeluaran negara dapat dilihat

Penerapan dari kebijakan fiskal lewat APBN dan pengelolaan pajak.

Sementara itu, kebijakan moneter di Indonesia dapat dilihat lewat suku bunga bank, kebijakan diskonto, dan lain sebagainya.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Dengan demikian, kebijakan moneter adalah suatu proses yang dijalankan oleh pemerintah, bank sentral, atau otoritas moneter suatu negara agar dapat mengontrol ketersediaan uang, peredaran uang, dan suku bunga untuk mencapai tujuan dengan orientasi pada pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.

Instrumen Kebijakan Moneter

1. Kebijakan Diskonto

Kebijakan diskonto merupakan kebijakan moneter untuk mengukur lewat tingkat suku bunga bank.

Bank-bank umum akan meminjamkan dana kepada Bank Indonesia sebagai bank sentral yang bertujuan untuk menjadikan peredaran uang teratur.

Saat peredaran uang harus ditingkatkan, maka Bank Indonesia pun akan menurunkan suku bunga pinjaman.

Hal ini pun berlaku sebaliknya apabila peredaran uang harus dikurangi, maka suku bunga akan dinaikkan.

2. Kebijakan Rasio Cadangan Wajib

Kebijakan moneter yang memakai instrumen kebijakan rasio cadangan wajib diberlakukan ketika Bank Indonesia ingin mengurangi cadangan kas uang bank sehingga uang akan diedarkan ke masyarakat lewat pinjaman.

Hal ini juga berlaku sebaliknya, apabila cadangan kas uang bank mesti ditambah, maka uang yang beredar di masyarakat akan ditarik dengan meningkatkan suku bunga tabungan.

3. Operasi Pasar Terbuka

Ketika pemerintah akan melakukan kontrol peredaran uang dengan lewat pembelian atau penjualan surat-surat berharga yang dimiliki oleh pemerintah, maka yang dipilih adalah instrumen kebijakan moneter melalui operasi pasar terbuka.

4. Penetapan Suku Bunga Acuan

Kebijakan moneter yang satu ini dipilih apabila Bank Indonesia mempunyai wewenang untuk mengendalikan peredaran uang lewat suku bunga.

Besaran suku bunga akan dijadikan patokan bank umum lainnya dalam beroperasi.

Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk memahami ekonomi matematika jika ingin terjun dalam bidang ilmu yang satu ini.

Buku Matematika Ekonomi akan memudahkan pemahaman dalam mempelajari ilmu matematika ekonomi.

Penjelasan materi di dalam buku ini dikemas dengan bahasa yang sederhana sehingga akan sangat mudah untuk dipahami.

Topik-topik yang diterangkan pun disusun secara sistematis serta mengacu pada silabus perkuliahan yang berlaku.

Tidak hanya itu, penyajian konsep dalam buku ini dilengkapi dengan berbagai macam contoh soal demi memperjelas setiap uraian konsep.

Pada akhir setiap bab pun disertai dengan soal-soal latihan variatif untuk mengasah pemahaman pembaca.

Bukunya bisa dipesan dan dibeli di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Skill yang Dibutuhkan Software Engineer dan Programmer: Lebih dari Sekadar Mengetik Kode!

Skill yang Dibutuhkan Software Engineer dan Programmer: Lebih dari Sekadar Mengetik Kode!

buku
Prosedur Pemeriksaan Fisik Red Line Bea Cukai dan Tahapan SPJM

Prosedur Pemeriksaan Fisik Red Line Bea Cukai dan Tahapan SPJM

buku
Proses Verifikasi Dokumen Bea Cukai: Tahapan, Fungsi, dan Faktor yang Memengaruhi

Proses Verifikasi Dokumen Bea Cukai: Tahapan, Fungsi, dan Faktor yang Memengaruhi

buku
Berapa Lama Barang Tertahan di Bea Cukai Red Line dan Cara Mempercepat Prosesnya

Berapa Lama Barang Tertahan di Bea Cukai Red Line dan Cara Mempercepat Prosesnya

buku
Mengenal Organisasi Semi Militer: Peran dan Fungsinya di Indonesia

Mengenal Organisasi Semi Militer: Peran dan Fungsinya di Indonesia

buku
Arti Yellow Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Dokumen Impor

Arti Yellow Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Dokumen Impor

buku
6 Cara Membersihkan Lumpur Vulkanik dari Rumah, Jangan Sampai Salah! 

6 Cara Membersihkan Lumpur Vulkanik dari Rumah, Jangan Sampai Salah! 

buku
Kenapa Paket Kena Red Line Bea Cukai? Berikut Penjelasannya

Kenapa Paket Kena Red Line Bea Cukai? Berikut Penjelasannya

buku
Pusat Keuangan Amerika Serikat di Mana? Ini Penjelasan Lengkapnya

Pusat Keuangan Amerika Serikat di Mana? Ini Penjelasan Lengkapnya

buku
7 Tips Menerapkan Integritas di Dunia Kerja

7 Tips Menerapkan Integritas di Dunia Kerja

buku
Berapa Biaya Kos Mahasiswa di Jepang per Bulan? Ini Rincian Lengkapnya 

Berapa Biaya Kos Mahasiswa di Jepang per Bulan? Ini Rincian Lengkapnya 

buku
Cara Lolos Red Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Fisik Barang

Cara Lolos Red Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Fisik Barang

buku
Berapa Biaya Hidup di Jepang Per Bulan untuk Pekerja? Simak di Sini!

Berapa Biaya Hidup di Jepang Per Bulan untuk Pekerja? Simak di Sini!

buku
Cara Menentukan Prioritas agar Karier Melejit Cepat

Cara Menentukan Prioritas agar Karier Melejit Cepat

buku
Berapa Biaya Listrik, Air, dan Gas di Jepang per Bulan? Berikut Rincian dan Tips Hematnya

Berapa Biaya Listrik, Air, dan Gas di Jepang per Bulan? Berikut Rincian dan Tips Hematnya

buku
Biaya Transportasi di Jepang per Bulan: Rincian Lengkap dan Cara Menghemat

Biaya Transportasi di Jepang per Bulan: Rincian Lengkap dan Cara Menghemat

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau