Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Penyebab Penurunan Trombosit dalam Tubuh? Yuk, Cari Tahu di Sini

Kompas.com, 31 Agustus 2023, 10:00 WIB
Penyebab Trombosit Turun Sumber Gambar: Freepik.com Penyebab Trombosit Turun
Rujukan artikel ini:
Seri Ensiklomini Keajaiban Tubuh: Darah…
Pengarang: Li Sike & Mr…
|
Editor Puteri

Di dalam tubuh manusia terdapat komponen darah yang terdiri dari plasma darah, sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan trombosit (keping darah/platelet).

Masing-masing dari komponen tersebut memiliki fungsi penting dan peran yang berbeda-beda, misalnya seperti trombosit yang berperan membantu proses pembekuan darah di dalam tubuh.

Tanpa trombosit, luka yang terjadi pada tubuh tidak akan bisa sembuh dengan cepat sehingga dapat menyebabkan perdarahan yang berlebihan.

Trombosit memiliki bentuk bulat dan berukuran kecil sehingga dapat bergerak dengan mudah di dalam pembuluh darah.

Trombosit bekerja dengan cara menempel pada area yang rusak dan membentuk gumpalan darah, yang kemudian membantu menghentikan pendarahan dan mencegah infeksi pada area yang terluka.

Selain itu, trombosit juga berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh serta membantu memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

Oleh karena itu, meskipun ukurannya kecil, keberadaan trombosit sangatlah vital bagi kesehatan tubuh kita.

Penyebab Trombosit Turun

Kadar trombosit dalam tubuh secara umum adalah 150.000-450.000 trombosit per mikroliter, dan jumlah trombosit ini berbeda setiap orangnya tergantung dengan kondisi tubuh masing-masing.

Untuk mengetahui kadar trombosit dalam tubuh dibutuhkan pemeriksaan darah lengkap.

Trombosit atau platelet adalah jenis sel darah yang berfungsi untuk membantu proses pembekuan darah.

Ketika trombosit turun, maka proses pembekuan darah akan terganggu dan dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti mudah memar, gusi berdarah, hingga risiko stroke.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan trombosit turun antara lain adalah infeksi virus, penggunaan obat-obatan tertentu seperti antibiotik, kemoterapi, dan obat antiinflamasi non steroid (OAINS), serta kondisi medis seperti leukemia, anemia aplastik, dan lupus.

Hal ini dapat mempengaruhi kesehatan seseorang karena dapat meningkatkan risiko terjadinya pendarahan dan mempersulit proses penyembuhan luka.

Penyakit yang Berhubungan dengan Trombosit Turun

Ketika jumlah trombosit dalam tubuh seseorang turun, maka hal ini dapat menyebabkan gangguan pada proses pembekuan darah dan meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.

Beberapa penyakit yang berhubungan dengan trombosit turun antara lain dengue, leukemia, dan anemia aplastik.

Dalam kasus dengue, virus ini dapat merusak sel-sel darah dan menyebabkan penurunan jumlah trombosit dalam tubuh.

Gejala-gejala yang muncul antara lain demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, serta ruam kulit.

Sedangkan pada leukemia, sel-sel darah putih yang abnormal akan menyerang sel-sel darah normal, termasuk trombosit.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti mudah memar, gusi berdarah, dan perdarahan di bawah kulit.

Sementara itu, pada anemia aplastik, sumsum tulang tidak dapat memproduksi sel darah yang cukup, termasuk trombosit.

Gejala yang muncul antara lain kelelahan, sesak napas, pusing, serta mudah memar dan berdarah.

Pencegahan Trombosit Turun

Penting sekali untuk menjaga kadar trombosit agar tetap normal dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi yang kaya akan vitamin dan mineral.

Tidak lupa serta rutin berolahraga dan menjalani pola hidup sehat dengan menghindari kebiasaan merokok dan minum alkohol yang berlebihan karena dapat mempengaruhi kadar trombosit dalam darah.

Selain itu, jangan lupa untuk menjaga kesehatan mental juga karena stres dapat memicu penurunan trombosit.

Lakukan aktivitas yang menyenangkan seperti hobi atau meditasi untuk mengurangi stres dan beban yang ada di dalam pikiran.

Pengobatan Trombosit Turun

Trombosit turun dapat diatasi dengan berbagai jenis pengobatan, tergantung pada penyebabnya.

Jika trombosit turun disebabkan oleh infeksi virus, maka pengobatan yang diberikan adalah antivirus.

Sedangkan jika disebabkan oleh efek samping obat, maka dokter akan menyarankan untuk menghentikan penggunaan obat tersebut atau mengganti obat dengan jenis yang lain.

Selain itu, jika trombosit turun disebabkan oleh gangguan autoimun, maka pengobatan yang diberikan adalah imunosupresan.

Namun, jika trombosit turun disebabkan oleh kekurangan vitamin atau mineral tertentu, maka dokter akan memberikan suplemen vitamin atau mineral untuk meningkatkan jumlah trombosit dalam darah.

Nah itu dia penjelasan mengenai penyebab trombosit turun beserta pencegahan dan pengobatan pada trombosit yang harus kamu ketahui.

Jangan menunda-nunda untuk mendapatkan bantuan medis apabila anda menunjukkan tanda-tanda trombosit yang rendah, seperti mudah memar atau mengalami pendarahan yang tak kunjung berhenti.

Kamu juga bisa membaca buku Seri Ensiklomini Keajaiban Tubuh: Darah yang Berharga yang ditulis oleh Li Sike & Mr and Mrs Xiang Ma agar lebih memahami penjelasan mengenai sel darah pada manusia.

Tubuh manusia bagaikan gedung tinggi yang memiliki pipa air yang tak terhitung jumlahnya.

Pembuluh darah di tubuh kita berfungsi sama seperti pipa air, yang menjadi jalan utama untuk mengalirkan darah berharga ke seluruh tubuh.

Dapatkan segera buku Seri Ensiklomini Keajaiban Tubuh: Darah yang Berharga hanya di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau