Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Kue Lapet Khas Batak: Kue Tradisional Nusantara yang Autentik

Kompas.com, 6 Juli 2023, 12:30 WIB
Kue Lapet Khas Batak Photo on batakkeren.com Kue Lapet Khas Batak
Rujukan artikel ini:
32 Resep Kue Tradisional Populer…
Pengarang: Saji
|
Editor Rahmad

Apa kue tradisional favoritmu? Yap, kue tradisional punya cita rasanya yang autentik, sehingga masih banyak diminati di tengah munculnya kue-kue modern.

Salah satunya kue lapet khas batak yang ikonik dengan cita rasanya.

Kue tradisional ini mungkin hampir mirip-mirip dengan kue tradisional dari daerah lain, seperti lepet, lepat, dan sebagainya.

Namanya yang hampir sama ini bisa memiliki makna budayanya tersendiri bagi warga lokal. Termasuk kue lapet bagi masyarakat suku Batak Sumatera Utara ya.

Kuliner Kue Lapet Khas Batak

Kue Lapet adalah salah satu kue tradisional yang khas dari suku Batak di Sumatera Utara, Indonesia.

Kue ini memiliki sejarah dan makna penting dalam budaya Batak. Berikut adalah ringkasan sejarah Kue Lapet yang jadi makanan khas Batak paling ikonik:

1. Asal Usul Kue Lapet Khas Batak

Kue Lapet diyakini berasal dari daerah Tapanuli, Sumatera Utara. Tapanuli merupakan wilayah yang didominasi oleh suku Batak.

Kue ini telah menjadi bagian penting dari berbagai acara adat dan upacara dalam kehidupan masyarakat Batak.

2. Tradisi dan Makna

Kue Lapet memiliki makna simbolis dalam berbagai peristiwa dalam kehidupan masyarakat Batak. Dalam tradisi Batak, kue lapet memiliki makna yang mendalam.

Bentuk kue yang persegi panjang melambangkan stabilitas dan kekokohan, menggambarkan kesatuan dan keutuhan keluarga serta masyarakat.

Ketan yang lengket mengandung arti persatuan dan persaudaraan, menggambarkan keharmonisan dan kebersamaan di antara anggota masyarakat Batak.

Dalam perayaan adat Batak, kue lapet juga dianggap sebagai simbol kemakmuran dan keberuntungan.

Oleh karena itu, sering kali kue ini disajikan dalam jumlah banyak dan diberikan kepada tamu-tamu sebagai bentuk kedermawanan dan menghormati mereka.

Kue lapet sering dihidangkan dalam acara-acara tertentu dalam budaya Batak, antara lain:

a. Pernikahan

Kue lapet sering menjadi hidangan wajib dalam pesta pernikahan Batak.

Mempersiapkan kue ini dalam jumlah besar menunjukkan kemakmuran keluarga mempelai dan menghormati para tamu undangan.

b. Pesta Adat

Dalam acara-acara adat, seperti pesta peresmian, kue lapet dihidangkan sebagai bagian dari perayaan tradisional untuk menunjukkan rasa syukur dan menghormati leluhur.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

c. Hari Raya

Kue lapet juga bisa menjadi hidangan khas yang dihidangkan dalam perayaan hari raya keagamaan, seperti Natal atau Paskah.

Selain makna-makna religius dan adat, kue lapet juga memiliki simbolisme sosial.

Ketan, sebagai bahan utama kue, mewakili semangat gotong royong dalam masyarakat Batak.

Kue lapet sering dibuat dalam jumlah besar dengan kerjasama dari banyak orang, menunjukkan kolaborasi dan kebersamaan yang kuat dalam budaya Batak.

Dalam keseluruhan, kue lapet memiliki nilai simbolis dan makna sosial yang mendalam dalam budaya Batak.

Ia menggambarkan kebersamaan, persaudaraan, stabilitas, dan kemakmuran,

3. Bahan Utama

Kue Lapet terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti ketan putih atau ketan hitam yang direbus, dipadatkan, dan kemudian dibentuk menjadi bentuk bulat pipih atau oval.

Adakalanya kue ini juga diisi dengan kelapa parut manis yang menghasilkan cita rasa yang lezat.

4. Pembuatan dan Penyajian

Proses pembuatan Kue Lapet melibatkan keterampilan khusus dalam memadatkan ketan agar menghasilkan tekstur yang kenyal dan lembut.

Setelah itu, kue ini dipanggang atau dikukus hingga matang.

Kue Lapet biasanya disajikan dalam jumlah banyak dan diletakkan di atas daun pisang sehingga memberikan aroma khas dan tampilan yang menarik.

5. Warisan Budaya

Seiring dengan perkembangan zaman, tradisi pembuatan dan penyajian Kue Lapet terus dilestarikan oleh masyarakat Batak.

Kue ini tidak hanya dihidangkan dalam acara adat, tetapi juga menjadi hidangan yang disukai dalam berbagai acara sosial dan keluarga.

Kue Lapet menjadi salah satu warisan budaya yang dijaga kelestariannya dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Batak.

Meskipun Kue Lapet khas Batak berasal dari Sumatera Utara, popularitasnya telah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia, dan kini dapat ditemukan di berbagai daerah dengan variasi dan modifikasi sesuai dengan selera lokal.

Selain kue lapet khas Batak, ketahui lebih banyak tentang kue tradisional Indonesia dalam buku 32 Resep Kue Tradisional Populer & Kreasinya.

Buku ini akan membantumu mengenal banyak kue tradisional dengan cara membuatnya yang mudah diikuti.

Buku ini bisa kamu pesan dan beli di Gramedia.com!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

buku
Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

buku
6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

buku
Tren

Tren "Marriage Is Scary": Benarkah Menikah Adalah 'Ijazah Kelulusan' Hidup yang Wajib Dikejar?

buku
Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

buku
Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

buku
Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

buku
Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

buku
Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

buku
Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

buku
Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

buku
Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

buku
Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

buku
7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

buku
Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

buku
Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau