Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Khawatir, Berikut Kelebihan Bayi Sungsang Menurut Medis

Kompas.com, 17 Mei 2023, 10:29 WIB
Kelebihan Bayi Sungsang Sumber Gambar: Freepik.com Kelebihan Bayi Sungsang
Rujukan artikel ini:
Menjalani Kehamilan & Persalinan Yang…
Pengarang: Dr. Irfan Rahmatullah, Sp.…
|
Editor Puteri

Posisi bayi yang sungsang di dalam kandungan adalah salah satu masalah atau kelainan letak bayi yang abnormal atau tidak normal.

Pasalnya, posisi bayi yang sungsang ini bisa berpotensi menyulitkan ketika proses bersalin berlangsung.

Secara normal dan umum, posisi kepala bayi biasanya ada di bawah sehingga menjadikan kepala keluar terlebih dahulu dari rahim.

Sementara pada posisi bayi yang sungsang, letak paling bawah biasanya adalah kaki atau bokong.

Kondisi kehamilan bayi yang sungsang tentunya akan memperlihatkan tantangan yang berbeda, baik bagi sang ibu maupun jabang bayi.

Posisi bayi yang sungsang umumnya terjadi di awal kehamilan dan sebagian bayi biasanya akan bergeser ke letak ideal persalinan saat memasuki usia kehamilan 36 minggu.

Akan tetapi, kadang kala posisi ini berisiko meningkatkan bayi lahir dengan terlilit tali pusar maupun cedera kaki serta lengan.

Agar meminimalisir terjadinya risiko-risiko tersebut, biasanya dokter akan menyarankan para ibu yang hamil bayi sungsang untuk menjalankan proses persalinan melalui operasi caesar.

Namun, ternyata, terdapat beberapa kelebihan atau manfaat pada posisi bayi yang sungsang, meskipun tidak seterusnya menguntungkan.

Daripada berfokus pada hal-hal yang buruk akan posisi bayi sungsang, alangkah jauh lebih baik jika mencari tahu kelebihan dari posisi kehamilan yang dianggap abnormal ini.

Apa saja sebenarnya kelebihan dari posisi bayi yang sungsang ini? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Kelebihan Bayi Sungsang

1. Mendeteksi Pertanda Kelainan Uterus

Uterus adalah kandungan yang membentuk kantung yang ditempati oleh jabang bayi dengan bentuk yang jauh lebih luas pada bagian atas dan sedikit sempit pada bagian bawah.

Maka dari itu, seharusnya posisi bokong mesti berada di atas dan bagian kepala ada di bawah.

Akibat ukuran bokong yang jauh lebih besar dibandingkan kepala, maka secara normal biasanya bayi akan bergerak supaya bokong berada pada bagian paling luas, yakni bagian teratas pada uterus.

Akan tetapi, dalam beberapa kasus, bayi tidak mampu bergerak sebab ada beberapa kelainan pada uterus.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Bisa saja bayi tidak dapat bergerak akibat kondisi paling luas pada uterus tidak terdapat di bagian atas yang biasanya diakibatkan oleh kista yang tumbuh di bagian tersebut.

Akibatnya ruang paling atas pada uterus menjadi sempit yang menyebabkan bayi tidak bisa bergerak.

Selain itu, bisa saja kondisi uterus di bagian atas memang sempit yang diakibatkan kelainan bentuk bawaan sejak lahir di bagian uterus.

2. Risiko Terlilit Tali Pusar Jauh Lebih Kecil

Bayi yang terlilit tali pusar bisa membahayakan nyawanya karena bisa membuat aliran darah serta oksigen menjadi terhambat.

Pada bayi dengan posisi yang normal, dalam beberapa kondisi biasanya kepala akan terlilit tali pusar yang dapat menimbulkan berbagai risiko berbahaya, termasuk kehilangan nyawa.

Sementara pada posisi bayi yang sungsang, lilitan tali pusar tentunya akan sulit untuk melingkari bokong yang ukurannya jauh lebih besar daripada kepala.

Maka risiko keadaan gawat akibat bayi terlilit tali pusar pada bayi dengan posisi sungsang tentunya akan jauh lebih kecil daripada bayi dalam posisi normal.

3. Pertanda Kehamilan Bayi Kembar

Alasan lainnya mengapa bayi mempunyai posisi yang sungsang adalah karena bisa saja sang ibu sedang mengandung bayi kembar.

Biasanya, bayi yang kembar akan saling menyesuaikan diri untuk mengisi ruang dalam rahim.

Dalam posisi sungsang tentunya akan sangat menyulitkan jabang bayi untuk mampu bergerak karena luas kandungan yang terbatas.

Oleh karena itu, penting sekali bagi para ibu yang tengah hamil untuk segera memeriksakan kandungan mereka agar mengetahui penyebab kehamilan bayi yang sungsang.

Penting sekali rasanya untuk terus memperhatikan kondisi kehamilan dengan menambah informasi yang tepat seputar kehamilan hingga persalinan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membaca buku Menjalani Kehamilan & Persalinan yang Sehat karena akan ada banyak jawaban dari pertanyaan seputar kehamilan dan persalinan.

Buku ini akan bermanfaat bagi siapa saja, khususnya calon orangtua agar dapat lebih memahami seputar kegiatan kehamilan dan melahirkan sang buah hati.

Dilengkapi dengan lebih 500 ilustrasi dan info grafis pastinya akan sangat membantu menjawab seluruh pertanyaan seputar kehamilan dan persalinan, mulai dari pra-kehamilan, proses kehamilan, komplikasi-komplikasi kehamilan, sampai proses persalinan.

Tunggu apa lagi, segera pesan bukunya di Gramedia.com sekarang juga.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau