Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Jenis Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Apa Saja?

Kompas.com, 10 Februari 2026, 09:00 WIB
Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil Sumber Gambar: Freepik.com Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil
Rujukan artikel ini:
#Bebastakut Hamil dan Melahirkan (Edisi…
Pengarang: Yesie Aprillia
Penulis Anggi
|
Editor Novia Putri Anindhita

Pada masa kehamilan, wajar jika seorang ibu menjadi lebih berhati-hati terhadap hal-hal kecil.

Bukan berarti menjadi berlebihan atau penakut, melainkan ada kehidupan lain yang ikut bergantung pada setiap keputusan yang diambil, termasuk soal makanan.

Apa yang dikonsumsi, sedikit banyak ikut membentuk rasa aman untuk tubuh dan tumbuh kembang janin di dalam kandungan.

Oleh karena itu, penting sekali untuk memahami makanan apa saja yang dilarang atau harus dihindari oleh ibu hamil.

Tujuannya bukan untuk membatasi dengan ketat, tetapi membantu ibu untuk lebih sadar dalam memilih asupan sehari-hari.

Dengan pemahaman yang tepat, ibu hamil bisa tetap makan dengan tenang, tanpa harus merasa bersalah atau takut yang berlebihan.

Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

1. Makanan Mentah

Makanan mentah sering terlihat segar dan menggoda, apalagi bagi pencinta sushi, sashimi, atau telur setengah matang.

Namun, di masa kehamilan, makanan mentah masuk dalam daftar makanan yang dilarang untuk ibu hamil karena berisiko membawa bakteri dan parasit yang bisa berbahaya bagi janin.

Bakteri seperti Salmonella atau parasit Toxoplasma bisa saja tidak berdampak besar pada orang dewasa yang sehat, tapi pada ibu hamil, risikonya berbeda.

Infeksi dapat memengaruhi kondisi janin, bahkan tanpa gejala yang terasa jelas di tubuh ibu.

Oleh karena itu, mengonsumsi dan mengolah makanan hingga matang sempurna adalah bentuk perlindungan sederhana yang bisa dilakukan oleh ibu.

2. Keju Lunak

Keju memang sering jadi comfort food, tapi beberapa jenis keju lunak termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil.

Keju yang dibuat dari susu tidak dipasteurisasi berisiko mengandung bakteri Listeria yang dapat berbahaya selama kehamilan.

Listeria dapat menyebabkan infeksi serius tanpa gejala yang jelas pada ibu, tapi berdampak besar pada janin.

Itu sebabnya penting membaca label dan memastikan keju yang kamu konsumsi berasal dari susu pasteurisasi.

Masih banyak pilihan keju yang aman dan bisa dinikmati dengan tenang.

Sedikit lebih teliti saat memilih, tapi hasilnya memberi rasa aman yang lebih besar.

3. Daging Olahan

Sosis, ham, nugget, dan daging asap sering terasa praktis dan menggugah selera.

Namun, daging olahan masuk dalam daftar makanan yang dilarang untuk ibu hamil jika dikonsumsi tanpa pemanasan yang tepat.

Risiko bakteri dan kandungan pengawet yang tinggi membuat jenis makanan ini sebaiknya dibatasi.

Kalau kamu tetap ingin mengonsumsinya, pastikan daging dipanaskan sampai benar-benar matang dan dikonsumsi sesekali saja.

Kehamilan memang bikin mudah lelah, tapi memilih makanan yang lebih segar dan minim proses adalah bentuk investasi kecil untuk kesehatan jangka panjang.

4. Ikan Tinggi Merkuri

Ikan dikenal kaya nutrisi, tapi tidak semua ikan aman untuk ibu hamil.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Beberapa jenis ikan laut besar mengandung merkuri tinggi dan termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil jika dikonsumsi berlebihan.

Merkuri dapat memengaruhi perkembangan otak janin.

Itu sebabnya penting memilih ikan dengan kadar merkuri rendah dan mengonsumsinya dalam porsi yang wajar.

Bukan soal menjauhi ikan sepenuhnya, tapi lebih pada memilih dengan bijak.

Tubuh ibu tetap butuh nutrisi, tapi dengan cara yang lebih aman.

Contoh ikan tinggi merkuri, yakni makarel, tuna sirip biru, dan baramundi.

5. Makanan Terlalu Manis

Ngidam makanan manis adalah hal yang umum terjadi selama hamil.

Sayangnya, mengonsumsi gula berlebihan bisa berdampak pada kenaikan berat badan yang terlalu cepat dan meningkatkan risiko diabetes kehamilan.

Makanan dan minuman tinggi gula sering terasa menyenangkan sesaat, tapi membuat energi cepat turun.

Menyeimbangkan dengan makanan bernutrisi bisa membantu tubuh tetap stabil.

Mengganti camilan manis olahan dengan buah segar atau makanan rumahan bisa jadi langkah kecil yang lebih ramah untuk tubuh kamu.

6. Makanan Tinggi MSG

MSG sering hadir di makanan instan dan jajanan cepat saji.

Walau tidak selalu berbahaya, konsumsi berlebihan bisa membuat tubuh terasa nggak nyaman, seperti pusing atau cepat haus.

Selama hamil, tubuh menjadi lebih sensitif terhadap apa yang dikonsumsi.

Mengurangi makanan tinggi MSG membantu kamu lebih peka terhadap kebutuhan tubuh sendiri.

Memasak sendiri dengan bumbu sederhana terasa lebih menenangkan, sekaligus memberi kontrol penuh atas apa yang kamu konsumsi.

Itulah enam jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil demi menjaga kesehatan ibu dan janin.

Namun, menjaga kehamilan bukan hanya soal makanan.

Ibu hamil dan calon ibu juga perlu membekali diri dengan pengetahuan yang tepat agar bisa menjalani masa kehamilan hingga persalinan dengan lebih tenang dan percaya diri.

Sebagai panduan lengkap, buku #Bebastakut Hamil dan Melahirkan (Edisi Terbaru) karya Yesie Aprillia bisa menjadi pilihan yang tepat.

Buku ini menjelaskan dengan jelas apa saja yang perlu dilakukan oleh ibu hamil, mulai dari memperhatikan nutrisi bagi tubuh dan janin sesuai usia kehamilan, gerakan olahraga untuk membantu mengurangi rasa sakit saat persalinan, mempersiapkan suami sebagai pendamping, hingga memilih metode persalinan.

Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan berbagai fakta dan saran praktis seputar kehamilan dan proses persalinan.

Disusun dengan bahasa yang mudah dipahami, buku ini membantu ibu hamil merasa lebih siap dan lebih berani menghadapi persalinan tanpa rasa takut.

Yuk, tunggu apa lagi? Pesan dan dapatkan buku #Bebastakut Hamil dan Melahirkan (Edisi Terbaru) sekarang juga di Gramedia.com atau Gramedia Digital untuk versi e-book yang lebih praktis.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Dari Luka Menuju Cahaya: Menyelami Makna Buku Merangkai Luka Menjadi Cahaya

Dari Luka Menuju Cahaya: Menyelami Makna Buku Merangkai Luka Menjadi Cahaya

buku
Aturan Perjalanan Mudik Menggunakan Kendaraan Pribadi yang Perlu Kamu Ketahui

Aturan Perjalanan Mudik Menggunakan Kendaraan Pribadi yang Perlu Kamu Ketahui

buku
Mengenal Kekuatan Militer Indonesia dan Peran TNI dalam Menjaga Kedaulatan Negara

Mengenal Kekuatan Militer Indonesia dan Peran TNI dalam Menjaga Kedaulatan Negara

buku
Cara Membuat Gulai Tikungan Otentik ala Blok M, Gurih dan Bikin Nagih

Cara Membuat Gulai Tikungan Otentik ala Blok M, Gurih dan Bikin Nagih

buku
Cara Membuat Abstrak yang Baik untuk Publikasi Jurnal Ilmiah

Cara Membuat Abstrak yang Baik untuk Publikasi Jurnal Ilmiah

buku
Perbedaan Pilates dan Yoga: Mana yang Lebih Cocok untuk Tubuh dan Gaya Hidupmu?

Perbedaan Pilates dan Yoga: Mana yang Lebih Cocok untuk Tubuh dan Gaya Hidupmu?

buku
13 Rekomendasi Tempat Makan di Central Park 2026

13 Rekomendasi Tempat Makan di Central Park 2026

buku
Menelusuri Jejak Sejarah Perang Banten 1888

Menelusuri Jejak Sejarah Perang Banten 1888

buku
10 Inspirasi Pose Photobooth Grup yang Seru & Estetik

10 Inspirasi Pose Photobooth Grup yang Seru & Estetik

buku
Baju Olahraga yang Nyaman untuk Pilates agar Latihan  Terasa Maksimal

Baju Olahraga yang Nyaman untuk Pilates agar Latihan  Terasa Maksimal

buku
Perbedaan Gultik dengan Gulai Biasa: Ini Ciri Khas yang Banyak Orang Belum Tahu

Perbedaan Gultik dengan Gulai Biasa: Ini Ciri Khas yang Banyak Orang Belum Tahu

buku
Seri Komik AKASHA: Sang Pembedah Kebenaran dan Pemberi Hukuman di Tengah Keadilan yang Retak

Seri Komik AKASHA: Sang Pembedah Kebenaran dan Pemberi Hukuman di Tengah Keadilan yang Retak

buku
ABC Dinosaurs: Petualangan Prasejarah Mengenal Huruf A-Z

ABC Dinosaurs: Petualangan Prasejarah Mengenal Huruf A-Z

buku
Rekomendasi Makanan di Pujasera Blok M Square

Rekomendasi Makanan di Pujasera Blok M Square

buku
Melihat Dunia Kamen Rider Lebih Dalam: Dari Kota Misterius hingga Organisasi Rahasia

Melihat Dunia Kamen Rider Lebih Dalam: Dari Kota Misterius hingga Organisasi Rahasia

buku
7 Kesalahan Pemula Saat Pilates yang Sering Dianggap Sepele

7 Kesalahan Pemula Saat Pilates yang Sering Dianggap Sepele

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau