Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Contoh Sikap Tanggung Jawab terhadap Negara dengan Hal-Hal Sederhana

Kompas.com, 1 Maret 2023, 16:00 WIB
Contoh Sikap Tanggung Jawab terhadap Negara  Sumber Gambar: Freepik.com Contoh Sikap Tanggung Jawab terhadap Negara 
Rujukan artikel ini:
Nusantara
Pengarang: B.h.m. Vlekke
Penulis Krisna
|
Editor Puteri

Setiap individu selalu memiliki hak dan kewajiban dalam segala sesuatu, termasuk terhadap negara.

Seorang individu berhak menerima apa yang seharusnya ia terima, namun harus pula bertanggung jawab terhadap kewajiban yang harus ia lakukan.

Tentunya, untuk menerima hak kita, sebelumnya kita perlu melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawab kita terlebih dahulu.

Tak perlu melakukan hal-hal besar untuk bertanggung jawab terhadap negara.

Hal-hal sederhana ini dapat juga menjadi bentuk tanggung jawab kita terhadap negara, lho.

Apa saja contoh sikap tanggung jawab terhadap negara? Simak ulasannya di sini!

Contoh Sikap Tanggung Jawab terhadap Negara

1. Saling Gotong royong

Sikap gotong royong merupakan salah satu ciri khas warga Indonesia.

Konsep gotong royong ini masih sering kita jumpai sehari-hari, terutama di daerah pedesaan.

Hal ini merupakan bentuk sikap tanggung jawab kepada negara dengan menjaga persatuan dan kesatuan rakyat.

Sikap gotong royong akan mempererat persaudaraan kita.

Jika sikap ini dibiasakan dalam skala yang lebih luas, tentunya lingkungan di sekitar kita akan jauh lebih menyenangkan.

2. Menghargai Pendapat Orang Lain

Sikap tanggung jawab terhadap negara dapat dilakukan semudah dengan menghargai pendapat orang lain.

Menghargai pendapat orang lain tak berarti harus selalu setuju dengan orang tersebut.

Dengan menghargai pendapat orang lain, kamu dapat saling mengerti satu sama lain dan mencegah perselisihan yang tidak perlu.

3. Menaati Peraturan dan Norma yang Berlaku di Lingkungan Sekitar

Setiap lingkungan memiliki peraturan dan normanya masing-masing.

Peraturan dan norma dibuat untuk menjaga kenyamanan dan keamanan orang lain dan diri kamu sendiri.

Oleh karena itu, tak ada salahnya jika kamu menaati peraturan dan norma yang sudah disepakati bersama.

Dengan menaati peraturan dan norma-norma yang berlaku, artinya kamu sudah bersikap tanggung jawab terhadap negara dan turut serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

4. Membayar Pajak

Pembangunan di negara kita terus menerus mengalami perkembangan yang baik.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Pembangunan ini juga berguna untuk kepentingan bersama, seperti jalan tol, fasilitas untuk masyarakat yang kurang mampu, dan lain-lain.

Tentunya hal ini penting untuk kesejahteraan seluruh rakyat.

Oleh karena itu, kamu harus taat membayar pajak untuk menunjukkan sikap tanggung jawab terhadap negara.

5. Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak sulit untuk digunakan sehari-hari, baik secara lisan maupun tulisan.

Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar artinya kamu menunjukkan sikap tanggung jawab terhadap negara dengan mencintai bahasa nasional kita.

Bertutur kata yang baik juga merupakan ciri khas negara kita yang terkenal akan keramahan dan kesopansantunannya.

6. Membeli Produk dari Dalam Negeri

Menjamurnya produk-produk dalam negeri yang tak kalah bagusnya dari produk luar seharusnya menjadi salah satu pemicu bagi kamu untuk mulai membeli dan menggunakan produk-produk ini.

Harga yang lebih terjangkau juga tentunya menjadi salah satu faktor lain yang membuat kamu lebih memilih produk dalam negeri.

Dengan membeli produk-produk dalam negeri dari UMKM-UMKM, kamu juga turut berpartisipasi dalam kemajuan ekonomi negara.

Hal ini menjadi bentuk sikap tanggung jawab terhadap negara yang dapat kamu lakukan.

7. Mempelajari Sejarah Negara

Indonesia memiliki sejarah panjang yang perlu kita banggakan.

Mulai dari bangkit melawan penjajah yang ingin menguasai negeri ini, sampai menjadi negara merdeka yang terus berkembang sampai saat ini.

Banyak orang terlibat dalam pembentukan negara ini, serta banyak cerita yang perlu kita ketahui agar lebih dapat menghargai para pahlawan negara.

Dengan mempelajari sejarah Indonesia, kita menunjukkan sikap tanggung jawab terhadap negara.

Seperti amanat dari presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, “JASMERAH” yang merupakan singkatan dari “jangan sekali-sekali melupakan sejarah”.

Nah, untuk memperdalam wawasan sejarah kamu mengenai Indonesia, kamu bisa membaca buku Nusantara karya Bernard H. M. Vlekke.

Buku ini membahas sejarah Indonesia dari zaman pra kolonial sampai tahun 1941, dengan fokus pembahasan pada proses sejarah Indonesia.

Vlekke menampilkan banyak cerita-cerita langka yang jarang kita dengar dari sumber lain, misalnya, tentang kerajaan Majapahit, proses masuk islam masyarakat Jawa, dan lain-lain.

Dibawakan dengan kisah-kisah menarik dan pembahasan mendalam dengan bahasa yang ringan akan memudahkan pembaca untuk memahami buku ini, termasuk para remaja.

Segera dapatkan buku ini hanya di Gramedia.com!

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau