Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Cara Cepat Hamil yang Sehat dan Terencana Bagi Para Calon Bunda!

Kompas.com, 27 Februari 2023, 12:30 WIB
Rujukan artikel ini:
Cepat Hamil Mau Tips Praktis…
Pengarang: Afin Murtie
|
Editor Rahmad

Teaser:

Berikut ini cara cepat hamil yang sehat sehingga para calon bunda-bunda bisa mempersiapkannya dengan baik.

7 Cara Cepat Hamil yang Sehat dan Terencana

Photo by Jonathan Borba on Pexels

Setelah menikah, pasangan suami istri akan menantikan buah hati, meskipun ada pula yang memilih untuk menunda memiliki momongan. Bagi mereka yang ingin segera memiliki momongan setelah menikah akan melakukan berbagai cara untuk berhasil.

Bahkan, sampai ada yang terbawa mimpi hamil. Dalam praktiknya, cara cepat hamil yang sehat perlu memperhatikan banyak hal penting. Hal ini karena kehamilan jadi proses kompleks yang dipengaruhi banyak faktor.

Cara Cepat Hamil

Berikut ini cara cepat hamil yang bisa kamu lakukan jika sedang melakukan program hamil, selain program fertilisasi:

1. Memahami Siklus Menstruasi

Jika wanita menginginkan anak, pastikan mereka tahu lebih banyak tentang siklus menstruasi mereka.

Siklus seorang wanita dimulai pada hari pertama haidnya dan berakhir sehari sebelum dimulainya siklus berikutnya.

Menstruasi berlangsung selama 21-35 hari atau lebih. Itulah sebabnya proses ovulasi akan terjadi pada 12-14 hari sebelum masa haid berikutnya.

Waktu ovulasi membantu mengenali tanda-tanda ovulasi seperti perubahan lendir serviks yang menjadi encer dan licin. Siklus ovulasi ini bisa untuk memprediksi waktu terbaik untuk hamil.

2. Berhubungan Seks Secara Teratur

Selain memahami siklus menstruasi, juga harus sering berhubungan seksual, sebaiknya atur waktu seks secara sistematis.

Tentukan pula kapan wanita tersebut berada dalam masa suburnya. Karena kemungkinan sperma membuahi sel telur sangat kecil.

Peluang terbaik hanya 3-5 hari sebelum ovulasi dan pada hari ovulasi itu sendiri. Dokter menganjurkan berhubungan seks setiap hari dari minggu sebelum ovulasi atau setelah menstruasi berakhir.

Caranya dapat berhubungan seksual minimal dua sampai tiga kali seminggu.

Selama seorang pria memiliki jumlah sperma yang normal, berhubungan seks setiap hari dapat meningkatkan peluang untuk hamil.

3. Menjaga Berat Badan Ideal

Kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan dapat secara signifikan mengganggu ovulasi normal. Penurunan berat badan dapat mengubah kadar hormon dan menyebabkan kemandulan.

Obesitas membuat lebih rentan mengalami keguguran, diabetes gestasional, preeklampsia, bayi besar, atau cacat lahir tertentu. Jadi, ingatlah untuk menjaga berat badan yang sehat.

Berbicara tentang sperma, hindari mengenakan pakaian ketat karena berdampak negatif pada jumlah sperma pria.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction menyebutkan bahwa mengkonsumsi kedelai dapat menurunkan jumlah sperma.

4. Periksa Prakonsepsi

Konsultasikan dengan dokter dan suplemen untuk meningkatkan kesuburan. Misalnya, mengkonsumsi vitamin asam dari dokter yang mengandung folat untuk melindungi bayi dari cacat lahir. Kandungan vitamin ini dapat bekerja pada tahap awal kehamilan.

Itulah mengapa penting untuk memenuhi kebutuhan asam folat Anda sebelum hamil.

Jika memiliki masalah medis yang mendasarinya, dokter harus mengobatinya agar bisa hamil dengan aman.

5. Singkirkan Alat Kontrasepsi

Jika masih menggunakan KB untuk mencegah kehamilan, sebaiknya untuk menghindarinya. Pastikan untuk menghentikan KB sebelum merencanakan kehamilan.

Jika KB mengandung kombinasi hormon seperti, mini pil, pil KB atau intrauterine device (IUD), sebaiknya dikeluarkan terlebih dahulu.

Jenis KB hormonal ini membutuhkan waktu beberapa lama sebelum kehamilan terjadi. Seperti hentikan suntik KB pada sembilan bulan sebelum program hamil.

6. Hindari Stres

Apapun penyakit yang dialami, termasuk masalah kesuburan, cobalah untuk tetap tenang. Hindari memikirkan hal-hal yang membuat semakin tertekan dan stres.

Meskipun stres tidak akan menghalangi untuk hamil, tetapi kamu harus meminimalisirnya.

Jadi semakin santai, semakin baik. Kamu dapat mencoba akupuntur untuk menghilangkan stres.

Olahraga juga dapat meningkatkan hormon antidepresan kortisol dan epinefrin. Hindari aktivitas yang tidak biasa untuk menghindari stres, seperti mengonsumsi alkohol.

7. Gaya Hidup Sehat

Cara cepat hamil terbaik untuk meningkatkan peluang kehamilan yang sehat adalah dengan menjalani gaya hidup sehat. Tidak hanya membantu program kehamilan, gaya hidup sehat juga bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan.

Pola makan gizi yang lengkap dan seimbang serta olahraga teratur merupakan salah satu cara untuk hidup sehat. Kebiasaan negatif seperti merokok dan minum alkohol dapat mempengaruhi kesuburan.

Selain itu, pastikan menghindari infeksi menular seksual seperti gonore yang merupakan penyebab utama kemandulan pada wanita.

Pilihan gaya hidup sehat di atas bisa membantu meningkatkan kesuburan, termasuk istirahat yang cukup.

Misalnya, jika secara teratur bekerja pada shift sore atau malam, menggunakan waktu terbaik saat tidak bekerja adalah tidur yang cukup.

Buku Cepat Hamil Mau Tips Praktis dan Cerdas Bagi Calon Ibu yang ditulis Arifin Muftie bisa kamu jadikan referensi belajar cara cepat hamil yang sehat. Buku ini jadi referensi yang tepat bagi kamu yang sedang merencanakan program kehamilan.

Buku ini bisa kamu pesan dan beli di Gramedia.com!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Misi di Balik Mandat Palsu: Menguak Strategi dan Tujuan Angkatan Perang Ratu Adil

Misi di Balik Mandat Palsu: Menguak Strategi dan Tujuan Angkatan Perang Ratu Adil

buku
Proses Yellow Line Berapa Hari dan Tahapan Pemeriksaan Dokumen Bea Cukai

Proses Yellow Line Berapa Hari dan Tahapan Pemeriksaan Dokumen Bea Cukai

buku
15 Konsep Acara Natal yang Menarik dan Kreatif

15 Konsep Acara Natal yang Menarik dan Kreatif

buku
Mengenal Kota Bisnis Terbesar di Amerika Serikat yang Jadi Pusat Perdagangan Dunia 

Mengenal Kota Bisnis Terbesar di Amerika Serikat yang Jadi Pusat Perdagangan Dunia 

buku
Kenapa New York City Jadi Pusat Ekonomi? Ini Faktor yang Membuatnya Berpengaruh di Dunia

Kenapa New York City Jadi Pusat Ekonomi? Ini Faktor yang Membuatnya Berpengaruh di Dunia

buku
Mengenal Pusat Industri di Amerika Serikat dan Perkembangannya 

Mengenal Pusat Industri di Amerika Serikat dan Perkembangannya 

buku
Perbedaan Buying Time dan Delaying dalam Pengambilan Keputusan

Perbedaan Buying Time dan Delaying dalam Pengambilan Keputusan

buku
Peran Wall Street dalam Ekonomi Dunia dan Pengaruhnya terhadap Pasar Global

Peran Wall Street dalam Ekonomi Dunia dan Pengaruhnya terhadap Pasar Global

buku
Cara Menyeimbangkan Peran Ibu dan Ayah dalam Rumah Tangga

Cara Menyeimbangkan Peran Ibu dan Ayah dalam Rumah Tangga

buku
Unlocking Knowledge: Bahasa Inggris dan Akses Pengetahuan

Unlocking Knowledge: Bahasa Inggris dan Akses Pengetahuan

buku
Bebas dari Beban Ganda, Ini Kunci Berhenti Jadi Generasi Sandwich

Bebas dari Beban Ganda, Ini Kunci Berhenti Jadi Generasi Sandwich

buku
Skill yang Dibutuhkan Software Engineer dan Programmer: Lebih dari Sekadar Mengetik Kode!

Skill yang Dibutuhkan Software Engineer dan Programmer: Lebih dari Sekadar Mengetik Kode!

buku
Prosedur Pemeriksaan Fisik Red Line Bea Cukai dan Tahapan SPJM

Prosedur Pemeriksaan Fisik Red Line Bea Cukai dan Tahapan SPJM

buku
Proses Verifikasi Dokumen Bea Cukai: Tahapan, Fungsi, dan Faktor yang Memengaruhi

Proses Verifikasi Dokumen Bea Cukai: Tahapan, Fungsi, dan Faktor yang Memengaruhi

buku
Berapa Lama Barang Tertahan di Bea Cukai Red Line dan Cara Mempercepat Prosesnya

Berapa Lama Barang Tertahan di Bea Cukai Red Line dan Cara Mempercepat Prosesnya

buku
Mengenal Organisasi Semi Militer: Peran dan Fungsinya di Indonesia

Mengenal Organisasi Semi Militer: Peran dan Fungsinya di Indonesia

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau