Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kata-Kata Bijak Bahagia, Penuh Makna Positif untuk Warnai Hidup

Kompas.com, 22 Januari 2025, 16:00 WIB
Kata-Kata Bijak Bahagia Sumber Gambar: Freepik.com Kata-Kata Bijak Bahagia
Rujukan artikel ini:
Hygge: Belajar Bahagia dari Negara…
Pengarang: Meik Wiking
Penulis Hana Sjafei
|
Editor Laila Wulanalfi

Kata-kata bijak bahagia bisa menjadi salah satu cara agar kamu tahu bahwa hidupmu berarti.

Ketika kamu sedang tidak fokus dan merasa tidak baik-baik saja, membaca kata-kata yang memberikan afirmasi positif pada diri kamu dapat membantu perasaanmu menjadi lebih baik.

Lewat kata-kata bijak bahagia ini bisa mengajarkan kamu bagaimana perasaan lebih bersyukur dan berbahagia dengan hal-hal kecil di sekitar kamu.

Di setiap kehidupan, setiap individu memiliki rintangan tersendiri dalam perjalanan hidupnya.

Untuk itu, sebaiknya kamu menjalani dengan rasa penuh syukur dan berbahagia.

Berikut beberapa kata-kata bijak bahagia yang penuh makna positif untuk warnai hidup yang bisa kamu jadikan inspirasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kata-Kata Bijak Bahagia untuk Warnai Hidup

  • “Ketika kamu menyukai apa yang kamu miliki, kamu memiliki semua yang kamu butuhkan.” - Anonim
  • “Kita tidak tertawa karena kita bahagia. Kita bahagia karena kita tertawa.” - William James
  • "Terkadang kegembiraanmu adalah sumber senyummu, tapi terkadang senyummu bisa menjadi sumber kegembiraanmu." - Thich Nhat Hanh
  • “Jika seseorang mencintai satu bintang di antara jutaan bintang yang lainnya, itu sudah cukup untuk membuatnya bahagia.” Antoine de Saint-Exupéry
  • “Sebuah keluarga yang bahagia merupakan sebuah surga yang datang lebih awal.” -George Bernard Shaw
  • “Jika kamu menyambut siang dan malam dengan sukacita, kamu memiliki alasan untuk bahagia.” Henry David Thoreau
  • “Apalah artinya sempurna, bila ada yang sederhana tapi mampu membuat bahagia.” - Anonim
  • “Bahagia itu sederhana, sesederhana kamu tersenyum dan bersyukur dengan apa yang sudah kamu punya.” - Anonim
  • "Kebahagiaan bergantung pada diri kita sendiri." – Aristoteles
  • “Hari apapun yang aku habiskan bersamamu adalah hari favoritku. Jadi, hari ini adalah hari favorit baruku." - Winnie The Pooh
  • "Kebahagiaan datang dalam gelombang. Ia akan menghampiri dan menemukanmu lagi." - Anonim
  • "Hanya ada satu kebahagiaan dalam hidup ini, untuk mencintai dan dicintai." - George Sand
  • "Terkadang kegembiraanmu adalah sumber senyummu, tapi terkadang senyummu bisa menjadi sumber kegembiraanmu." - Thich Nhat Hanh
  • "Belajar untuk melepaskan. Itulah kunci menuju kebahagiaan. ”- Budhha.
  • “Mari kita bersyukur kepada orang-orang yang membuat kita bahagia; mereka adalah tukang kebun yang menawan yang membuat jiwa kita berbunga. ” - Marcel Proust.
  • “Menjadi bahagia bukan berarti semuanya sempurna. Itu berarti kamu telah memutuskan untuk melihat melampaui ketidaksempurnaan." - Anonim
  • "Tidak ada jalan menuju kebahagiaan - kebahagiaan adalah jalannya." -Anonim
  • "Rahasia kebahagiaan adalah menemukan kebersamaan yang menyenangkan." -Anonim
  • "Kebahagiaan terbesar yang dapat kamu miliki adalah mengetahui bahwa kamu tidak selalu membutuhkan kebahagiaan." - William Saroyan.
  • "Dua musuh kebahagiaan manusia adalah rasa sakit dan kebosanan."- Arthur Schopenhauer.

Makna Kebahagiaan dalam Kehidupan

Selain kata-kata bijak bahagia, kamu juga harus mengerti makna kebahagiaan di kehidupan sebenarnya.

Bahagia bukanlah suatu perasaan yang bisa diukur dari segi materil semata, loh.

Melansir Healthline, Heather Lyons, Psikolog dan pemilik Baltimore Therapy Group di Towson, Maryland, menjelaskan psikolog mengartikan kebahagiaan sebagai kesejahteraan subjektif seseorang.

Di sisi lain, Sherry Benton, pendiri dan kepala bagian sains sumber terapi online ,TAO Connect di Golden, Colorado, menuturkan, tidak ada satu konsep kebahagiaan yang berlaku untuk setiap individu.

Umumnya kebahagiaan bermakna sebagai perasaan puas dengan hidup.

Sementara itu berdasarkan biologis, kebahagiaan berkaitan dengan pelepasan dopamin, neurotransmitter yang terlibat dalam perasaan senang.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Benton menyatakan, kebahagiaan tidak memerlukan hal-hal yang sempurna.

Bahkan mengejar kesempurnaan dalam hidup, justru bisa membuat manusia merasa kurang bahagia.

Apabila individu terlalu fokus mengejar sesuatu yang bersifat eksternal, manfaat jangka panjang terhadap kebahagiaan tidak dapat diperoleh.

Berbeda dengan tes pada organ tubuh yang bisa didiagnosis, kebahagiaan tidak bisa diketahui melalui tes darah atau pemindaian tubuh.

Lyons menjelaskan, mengartikan kebahagiaan sebenarnya bisa membantu seseorang untuk menentukan seberapa bahagia seseorang.

Semakin sederhana kebutuhan seseorang akan kebahagiaan, semakin besar kemungkinan orang itu untuk bahagia.

Ingin mengetahui lebih banyak tentang bahagia dalam hidup? Kamu bisa membaca buku Hygge: Belajar Bahagia dari Negara Paling Bahagia karya Meik Wiking.

Meik, CEO dari Happiness Research Institute di Kopenhagen, Denmark menuliskan pengalamannya yang mempelajari keajaiban kehidupan Denmark.

Buku ini akan membantu Anda menjadi lebih hygge: mulai dari memilih pencahayaan yang tepat dan merencanakan pesta makan malam hingga membuat perlengkapan hygge darurat dan bahkan cara berpakaian.

Tertarik ingin membacanya? Kamu bisa membeli bukunya secara online melalui Gramedia.com.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, borong semua buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

Promo Diskon Promo Diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau