Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Cara Bahagia dengan Sederhana dari Buku Bersorak Bahagia

Kompas.com, 22 Juli 2022, 16:00 WIB
Buku Bersorak Bahagia Sumber Gambar: Dok. Gramedia Widiasarana Indonesia Buku Bersorak Bahagia
Rujukan artikel ini:
Bersorak Bahagia
Pengarang: Langit Biru
|
Editor Almira Rahma Natasya

Jika ditanya apa tujuan hidup di bumi, mungkin jawaban dari masing-masing orang akan beragam.

Namun, satu hal yang pasti, waktu di bumi tidak bisa mundur atau tidak bisa ditambah, maka setiap waktu begitu berharga adanya.

Sebagai manusia yang menempati bumi, hidup berbahagia mungkin salah satu tujuan.

Namun, bahagia setiap orang berbeda-beda dan tidak mengikuti satu standar yang sama atau mengikuti standar orang lain.

Maka, memaksimalkan waktu dengan rasa bahagia patut dilakukan setiap manusia.

Bahagia itu sederhana” benar adanya jika kamu bisa melakukan hal-hal berikut ini.

7 Cara Bahagia dengan Sederhana dari Buku Bersorak Bahagia

1. Tidak Membandingkan Hidup dengan Orang Lain

Rasanya, menjalani hidup jadi teramat berat ketika dituntut untuk sempurna.

Harus mengikuti standar ini dan itu yang akhirnya membuat kita tidak pernah puas akan hidup kita sendiri.

Kita jadi sering membanding-bandingkan hidup dengan orang lain, tetapi tak jarang rasa iri pun muncul.

Waktu dihabiskan percuma untuk mencari-cari standar hidup sempurna.

Padahal, ketidaksempurnaan justru membuat kita bisa lebih melihat hidup yang realistis.

Ketidaksempurnaan juga perlu untuk kita terus melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik.

Belum tentu hidup orang lain yang kita inginkan itu adalah kebahagiaan yang kita cari, atau sebaliknya, bisa jadi hidup yang kita jalani justru hidup yang orang lain inginkan.

Jadi, semua orang sudah ada porsi hidupnya masing-masing berikut sempurna dan ketidaksempurnaanya.

Maka, mensyukuri hidup dengan segala ketidaksempurnaan membuat kita bisa menikmati hidup waktu demi waktu.

Entah terlahir seperti apa, ternyata setiap kita punya derita. Bentuknya saja yang berbeda.” (halaman 21)

2. Jangan Selalu Memenuhi Ekspektasi Orang

Memenuhi ekspektasi orang membuat kita tidak fokus dengan kebahagiaan diri sendiri.

Kebahagiaan yang kita cari akan bergantung pada validasi orang lain.

Padahal, hanya kita yang paling mengenal diri kita dan kebahagiaan seperti apa yang kita inginkan.

Memenuhi ekspektasi orang lain bisa berdampak baik jika kita jadikan hal itu sebagai motivasi.

Namun, tidak menutup kemungkinan kalau efek buruk yang ditimbulkan juga cukup banyak.

Kita akan sering merasa stres dan terbebani jika ekspektasi tersebut tidak terpenuhi.

Tak jarang, kita jadi sering menyalahkan diri dan meragukan kemampuan diri sendiri.

Mengikuti keinginan atau ekspektasi orang lain tidak akan ada habisnya karena tidak ada standar cukup.

Maka, hal yang paling bisa dilakukan adalah berdamai dengan ekspektasi dengan menerima segala kekurangan.

Ingatlah bahwa kebahagiaan ada di tangan kita dan semua kontrol ada pada diri kita.

Makin besar yang dikerjakan, makin banyak ekspektasi yang diberikan. Merasa jadi beban. Takut mengecewakan.” (halaman 40)

3. Akui Jika Tidak Baik-Baik Saja

Kebanyakan orang pandai menyembunyikan diri di balik sikap baik-baik saja.

Menunjukkan sikap tidak baik-baik saja rasanya seperti menunjukkan kekalahan di depan banyak orang.

Padahal ketika kita mengakui dan menerima segala rasa tidak baik-baik saja, bisa membantu kita keluar dari rasa tidak nyaman tersebut.

Memang terdengar sulit dilakukan, tetapi hal tersebut bisa sangat membantu.

Ketika merasa tidak baik, ambil waktumu dan terima pelan-pelan rasanya sampai kamu bisa bangkit lagi.

Dengan mengakui kekalahan, kegagalan, kekecewaan, atau perasaan tidak baik-baik saja akan menyadarkan kita bahwa manusia memang tidak sesempurna itu dan hidup tidak selalu berjalan baik.

Kamu boleh mengambil waktu untuk istirahat ketika sudah sangat lelah.

Setelahnya, tetap jalani hidup dan terus belajar dari kegagalan atau kekalahan yang terjadi.

Gagal pun butuh dimaknai. Belajar coba lagi besoknya. Ambil waktu. Istirahat. Kan, manusia. Wajar Lelah. Gagal boleh, istirahat boleh, menyerah jangan.” (Halaman 39)

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

4. Hadapi Ketakutan

Ketika menghadapi kesulitan dalam hidup, tak jarang rasa takut muncul untuk melangkah ke hidup selanjutnya.

Merasa takut tidak bisa menghadapi masalah, takut mengecewakan orang lain, atau takut merasakan kegagalan.

Biasanya, kebanyakan orang merasa takut pada hal yang belum terjadi.

Rasa takut yang dipikirkan membuat kita terjebak dalam zona nyaman.

Padahal, kita perlu untuk keluar dari zona nyaman agar terus meningkatkan kualitas diri.

Sesekali kita harus menantang diri sendiri melawan ketakutan yang ada.

Karena bisa jadi, ketakutan yang berhasil kita lawan, bisa jadi mendatangkan keuntungan yang baik untuk hidup kita.

Heboh dengan ketakutan. Takut gagal, takut kecewa, takut dewasa, takut sakit hati. Takutnya kebanyakan padahal pikirannya yang kerumitan.” (Halaman 28)

5. Standar Bahagia Tiap Orang Berbeda

Setiap orang berhak untuk bahagia.

Akan tetapi, kita tidak perlu menyamakan kebahagiaan kita dengan orang lain.

Bermain dengan kucing bisa membuat kita bahagia, tetapi belum tentu berlaku untuk orang lain.

Jangan memaksakan standar bahagia orang lain terhadap kebahagiaan kita kalau itu tidak membuat kita bahagia.

Beranilah untuk memilih bahagia kita sendiri dan menerima bahwa standar bahagia tiap orang berbeda.

Standar bahagia kita beda. Berhenti samakan dengan yang kamu rasa.” (50 halaman)

6. Berterima Kasih pada Diri

Tanpa kita sadari, terkadang kita terlalu keras pada diri sendiri untuk selalu hidup baik-baik saja.

Padahal kita juga butuh diakui saat kita kalah, saat jatuh, dan saat sedih.

Tak jarang juga, keinginan untuk dikuatkan selalu kita cari pada orang lain.

Padahal peran terbesar untuk terus menguatkan kita, memberi dukungan, dan menghargai kita adalah diri kita sendiri.

Maka, mulai sekarang sadarilah keberadaan kita, peran kita, sangatlah berharga dalam hidup kita sendiri.

Mulailah rangkul diri kita ketika sedang sedih dan berterima kasihlah pada diri karena sudah berjuang sejauh ini dan bisa melewati banyak kegagalan di hidup sebelumnya.

Terima kasih diri sudah mau bertahan sejauh ini.” (Halaman 85)

7. Rayakan Segala Rasa

Hidup kadang berjalan tidak sesuai yang kita inginkan.

Ingin hidup sempurna, ternyata harus bergelut dengan rasa kecewa dan kegagalan.

Namun, seperti itulah hidup bekerja.

Kita harus belajar dari kegagalan dan rasa sedih agar lebih menghargai hidup.

Kita juga harus menyadari bahwa kebahagiaan sepaket dengan kesedihan.

Ketika merasakan segara hal yang tidak nyaman, yang bisa dilakukan adalah menerima dan melewatinya dengan baik.

Berdamai dengan segala rasa tersebut bukan menghindarinya.

Percayalah, hidup itu tidak hanya berisi kesedihan, tetapi setelahnya akan ada kebahagiaan yang menghampiri.

Kita seharusnya senang bila diberi beragam rasa sedih. Kita takkan bisa bedakan sedih kalau isinya senang selalu. Semua rasa patut dirayakan hadirnya.” (Halaman 75)

Saat ini, kamu tidak perlu khawatir lagi untuk bersorak bahagia karena Penerbit Grasindo telah menerbitkan buku yang ditulis oleh Kezia Abraham (@langitbiru).

Bersorak Bahagia dipilih sebagai judul yang mewakili pembaca yang sedang ingin berdamai dengan segala rasa yang dialami.

Jadi, mari baca bukunya dan bersorak bahagia dalam wujud masing-masing.

Buku ini bisa kamu beli dan dapatkan di Gramedia.com.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Hell Teacher Nube : Seorang Guru dengan Tangan Iblis 

Hell Teacher Nube : Seorang Guru dengan Tangan Iblis 

buku
You are A Four Leaf Clover : Ketika Keberuntungan Datang Bersama Misteri

You are A Four Leaf Clover : Ketika Keberuntungan Datang Bersama Misteri

buku
Cara Membuat Ranking di Excel: Panduan Teknis Lengkap untuk Pemula

Cara Membuat Ranking di Excel: Panduan Teknis Lengkap untuk Pemula

buku
Syarat Hewan yang Bisa Dijadikan Pakan Ikan, Jangan Asal! 

Syarat Hewan yang Bisa Dijadikan Pakan Ikan, Jangan Asal! 

buku
Tips Stimulasi Bayi 6 Bulan agar Cepat Aktif dan Responsif

Tips Stimulasi Bayi 6 Bulan agar Cepat Aktif dan Responsif

buku
Milestone Bayi 3 Bulan dengan Cara yang Menyenangkan

Milestone Bayi 3 Bulan dengan Cara yang Menyenangkan

buku
Cara Membuat Excel di HP untuk Pemula dengan Mudah

Cara Membuat Excel di HP untuk Pemula dengan Mudah

buku
Grand Study of Ito Junji: Mengupas Isi Kepala Sang Maestro Manga Horor

Grand Study of Ito Junji: Mengupas Isi Kepala Sang Maestro Manga Horor

buku
Gramedia Gelar Kumpul Bareng Editor, Penulis, dan Komunitas dalam Acara BEDUK (Bedah Dunia Komik)

Gramedia Gelar Kumpul Bareng Editor, Penulis, dan Komunitas dalam Acara BEDUK (Bedah Dunia Komik)

buku
Cara Membuat Checklist di Excel untuk Pemula

Cara Membuat Checklist di Excel untuk Pemula

buku
Kode Etik ASN: Standar Perilaku untuk Menjaga Kehormatan dan Martabat ASN

Kode Etik ASN: Standar Perilaku untuk Menjaga Kehormatan dan Martabat ASN

buku
Panduan Stimulasi Anak 2 Tahun yang Tepat dan Menyenangkan

Panduan Stimulasi Anak 2 Tahun yang Tepat dan Menyenangkan

buku
Serunya Belajar Bersama “Keluarga Gaul”!

Serunya Belajar Bersama “Keluarga Gaul”!

buku
Siapa yang Bisa Mengalahkan Dr. Zomboss di Zaman Dinosaurus? Petualangan Seru Plants vs Zombies di Dunia Dinosaurus!

Siapa yang Bisa Mengalahkan Dr. Zomboss di Zaman Dinosaurus? Petualangan Seru Plants vs Zombies di Dunia Dinosaurus!

buku
Dongeng Anak Sebelum Tidur dan Perannya dalam Perkembangan Anak

Dongeng Anak Sebelum Tidur dan Perannya dalam Perkembangan Anak

buku
Perbedaan Yudisium dan Wisuda: Panduan Lengkap untuk Mahasiswa Tingkat Akhir

Perbedaan Yudisium dan Wisuda: Panduan Lengkap untuk Mahasiswa Tingkat Akhir

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau