Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bagaimana Rasa Daging Babi? Berikut Makanan Apa Saja yang Terbuat dari Olahan Daging Babi

Kompas.com, 18 Mei 2022, 18:00 WIB
Rasa Daging Babi Sumber Gambar: Freepik.com Rasa Daging Babi
Rujukan artikel ini:
Cara Mudah Untung Besar Dari…
Pengarang: drh.Wheindrata HS.SP.W
Penulis Okky Olivia
|
Editor Ratih Widiastuty

Daging babi merupakan jenis daging yang paling populer dan paling umum dikonsumsi oleh masyarakat di seluruh dunia.

Daging babi juga menjadi salah satu jenis daging usianya paling tua, terbukti dengan ditemukannya peternakan babi pertama kali pada sekitar 5.000 tahun sebelum Masehi.

Perlu diketahui bahwa daging bagi termasuk ke dalam golongan daging merah yang memiliki kandungan mipoglobin lebih rendah daripada daging sapi, tapi jauh lebih tinggi daripada daging ayam.

Selain itu, daging babi juga mengandung tiamina (Vitamin B), serta mengandung banyak sekali kolesterol dan lemak jenuh.

Berbagai olahan daging babi ini paling umum ditemukan di dunia barat dan Eropa Tengah, beberapa wilayah Asia Timur (Cina, Jepang, Korea Selatan), dan di beberapa wilayah Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, Singapura, Timor Leste, dan masih banyak lagi.

Walaupun termasuk ke dalam golongan daging yang populer, ada beberapa agama dan budaya yang memang melarang pengikutnya untuk mengonsumsi daging babi.

Pelarangan ini tentunya menyebabkan adanya pembatasan yang ketat terhadap impor ataupun konsumsi daging babi, seperti di wilayah Iran, Arab Saudi, Qatar, Mauritania, Oman, dan beberapa negara lain yang mayoritas penduduknya beragama Muslim dan Yahudi.

Dengan adanya pelarangan ini, tentunya setiap orang wajib menaatinya dengan baik, walaupun terkadang ada beberapa orang yang penasaran dan bertanya-tanya, sebenarnya bagaimana rasa daging babi? Apakah rasanya hampir sama dengan daging ayam, sapi, atau kambing?


Baca juga: Makanan Rendah Kalori


Rasa Daging Babi Menurut Beberapa Pecinta Kuliner

Menurut pandangan beberapa orang, rasa daging babi jauh berbeda dengan daging sapi.

Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan pada warna, bau, kandungan dalam daging, serta cara pengolahannya.

Dari segi warna, daging babi yang ada di peternakan biasanya berwarna merah muda, sedangkan daging babi hutan biasanya berwarna merah tua yang hampir mirip dengan daging sapi.

Dari segi bau, sebenarnya cukup sulit untuk membedakan antara daging babi maupun sapi, tapi setiap daging tetap memiliki bau khasnya masing-masing.

Bau daging babi hutan biasanya cenderung lebih amis atau pesing dibandingkan daging babi yang tinggal di peternakan.

Daging babi memang terkenal memiliki banyak lemak, sehingga membuat tekstur dagingnya terasa lebih empuk, kenyal, dan tidak sealot daging sapi atau daging ayam.

Selain itu, daging babi juga punya serat yang lebih halus sehingga membuat dagingnya tampak lebih juicy.

Sama seperti daging hewan pada umumnya, daging babi juga akan terasa tidak enak jika ada kesalahan dalam pengolahan atau pemilihan bumbu.

Bagi beberapa orang, daging babi akan jauh lebih terasa enak jika lapisan kulitnya masih krispi dan lapisan lemaknya masih empuk.

Setelah membayangkan bagaimana rasanya, berikut adalah beberapa olahan hidangan yang terbuat dari daging babi, khusus buat kamu yang tertarik untuk mencobanya.


Baca juga: Makanan Internasional Paling Enak


Hidangan Daging Babi yang Enak dan Populer

1. Lapchiong

Rasa Daging Babi Rasa Daging Babi

Lapchiong atau Lapcheong merupakan hidangan berbentuk seperti sosis yang terbuat dari daging dan lemak babi yang dikeringkan.

Lapchiong memiliki tekstur yang berminyak, keras, dan serat yang lebih kasar dibandingkan sosis ayam maupun sapi.

Dengan cita rasa manis dan aromanya yang khas, lapchiong biasanya sering disajikan dalam nasi goreng, nasi campur, bihun, atau mie goreng.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

2. Samcan

Rasa Daging Babi Rasa Daging Babi

Samcan atau yang lebih dikenal dengan nama pork belly merupakan jenis makanan yang terbuat dari lemak perut babi, yang ternyata sering dianggap sebagai bagian daging yang paling lezat.

Samcan memiliki rasa yang gurih karena berasal dari lemak yang berlapis-lapis, biasanya lebih sering diolah dengan cara digoreng kering atau dipanggang dengan bumbu kecap.

3. Bacon

Rasa Daging Babi Rasa Daging Babi

Bacon sering dipakai sebagai istilah untuk menyebut daging asap, yakni daging yang diambil dari bagian perut dan lemak babi, kemudian diiris tipis dan digoreng kering.

Bacon akan lebih sering ditemukan di dalam isian sandwich, burger, atau juga dijadikan menu breakfast untuk menemani telur goreng.

4. Ham

Rasa Daging Babi Rasa Daging Babi

Ham merupakan nama yang terkenal untuk menyebut daging babi, berasal dari bagian paha babi dengan daging yang padat dan tekstur yang lembut.

Ham biasanya diolah dengan cara diasapi dan diasinkan agar lebih awet, atau bisa juga dipotong dadu dan diiris tipis untuk dijadikan isian sandwich dan beberapa jenis hidangan lainnya.

5. Bakut

Rasa Daging Babi Rasa Daging Babi

Bakut adalah sebutan untuk iga babi yang pada umumnya diolah untuk dijadikan sup dengan kuah yang sedikit keruh dan potongan iga yang empuk dan gurih.

Hidangan ini sangat populer di Singapura, sementara di Indonesia sendiri, bakut sering dimasak dengan menggunakan sayur asin agar rasanya terasa lebih gurih dan segar.

Itulah penjelasan mengenai rasa daging babi dan hidangan apa saja yang langsung terbuat dari daging babi.

Bagi kamu yang tertarik untuk mengelola peternakan babi dan menghasilkan banyak daging babi yang berkualitas, kamu bisa membaca buku Cara Mudah Untung Besar dari Beternak Babi karya drh. Wheindrata HS.SP.W.

Buku ini ditulis oleh seorang dokter hewan yang telah berkecimpung selama lebih dari 33 tahun.

Melalui buku ini, kamu akan belajar bagaimana cara beternak babi yang baik dan benar mulai dari teknik pembibitan, cara membuat pakan murah dan bergizi, cara mencegah dan mengobati penyakit yang biasa menyerang babi, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya itu, kamu juga akan belajar bagaimana cara pemotongan ternak babi yang tidak mengganggu lingkungan dan bisa menghasilkan daging babi dengan kualitas tinggi.

Tapi bagi kamu yang lebih tertarik untuk belajar memasak daripada melakukan bisnis di peternakan, kamu bisa membaca buku Seri Aku Belajar: Memasak Sendiri yang ditulis oleh Youn Eun Joo.

Buku ini akan mengajak kamu mengenal berbagai bahan makanan dan alat-alat masak yang biasanya ada di dapur.

Selain itu, kamu juga akan belajar teknik memasak yang baik dan benar.

Dengan membaca buku ini, kamu dijamin akan lebih jago dalam memasak dan menghasilkan makanan yang lezat.

Untuk memiliki kedua buku ini, kamu bisa mendapatkannya melalui Gramedia.com.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, borong semua buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Perbedaan Buying Time dan Delaying dalam Pengambilan Keputusan

Perbedaan Buying Time dan Delaying dalam Pengambilan Keputusan

buku
Peran Wall Street dalam Ekonomi Dunia dan Pengaruhnya terhadap Pasar Global

Peran Wall Street dalam Ekonomi Dunia dan Pengaruhnya terhadap Pasar Global

buku
Cara Menyeimbangkan Peran Ibu dan Ayah dalam Rumah Tangga

Cara Menyeimbangkan Peran Ibu dan Ayah dalam Rumah Tangga

buku
Unlocking Knowledge: Bahasa Inggris dan Akses Pengetahuan

Unlocking Knowledge: Bahasa Inggris dan Akses Pengetahuan

buku
Bebas dari Beban Ganda, Ini Kunci Berhenti Jadi Generasi Sandwich

Bebas dari Beban Ganda, Ini Kunci Berhenti Jadi Generasi Sandwich

buku
Skill yang Dibutuhkan Software Engineer dan Programmer: Lebih dari Sekadar Mengetik Kode!

Skill yang Dibutuhkan Software Engineer dan Programmer: Lebih dari Sekadar Mengetik Kode!

buku
Prosedur Pemeriksaan Fisik Red Line Bea Cukai dan Tahapan SPJM

Prosedur Pemeriksaan Fisik Red Line Bea Cukai dan Tahapan SPJM

buku
Proses Verifikasi Dokumen Bea Cukai: Tahapan, Fungsi, dan Faktor yang Memengaruhi

Proses Verifikasi Dokumen Bea Cukai: Tahapan, Fungsi, dan Faktor yang Memengaruhi

buku
Berapa Lama Barang Tertahan di Bea Cukai Red Line dan Cara Mempercepat Prosesnya

Berapa Lama Barang Tertahan di Bea Cukai Red Line dan Cara Mempercepat Prosesnya

buku
Mengenal Organisasi Semi Militer: Peran dan Fungsinya di Indonesia

Mengenal Organisasi Semi Militer: Peran dan Fungsinya di Indonesia

buku
Arti Yellow Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Dokumen Impor

Arti Yellow Line Bea Cukai dan Prosedur Pemeriksaan Dokumen Impor

buku
6 Cara Membersihkan Lumpur Vulkanik dari Rumah, Jangan Sampai Salah! 

6 Cara Membersihkan Lumpur Vulkanik dari Rumah, Jangan Sampai Salah! 

buku
Kenapa Paket Kena Red Line Bea Cukai? Berikut Penjelasannya

Kenapa Paket Kena Red Line Bea Cukai? Berikut Penjelasannya

buku
Pusat Keuangan Amerika Serikat di Mana? Ini Penjelasan Lengkapnya

Pusat Keuangan Amerika Serikat di Mana? Ini Penjelasan Lengkapnya

buku
7 Tips Menerapkan Integritas di Dunia Kerja

7 Tips Menerapkan Integritas di Dunia Kerja

buku
Berapa Biaya Kos Mahasiswa di Jepang per Bulan? Ini Rincian Lengkapnya 

Berapa Biaya Kos Mahasiswa di Jepang per Bulan? Ini Rincian Lengkapnya 

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau