Memangnya Kenapa Kalau Ingin Jadi Biasa-Biasa Saja?: Pembelaan Orang yang Ingin Jadi Medioker

Lihat Foto
Sumber Foto: Gramedia.com
Rujukan artikel ini:
Gadis Minimarket (Convenience Store Woman)
Pengarang: Murata Sayaka
|
Editor: Almira Rahma Natasya

Apa resolusi tahun barumu?

Tanggal satu Januari seakan menjadi hari peringatan bagi orang-orang di seluruh dunia untuk bertransformasi.

Tubuh lebih fit, membeli rumah, atau menikah.

Bahkan mungkin ada yang lebih berambisi lagi, entah menambah cabang perusahaan, membeli yacht kesekian, atau mendapatkan satu miliar pertama.

Merasa sebagai orang yang biasa-biasa saja, mungkin kita bertanya-tanya, kenapa sih kita harus lebih dan lebih lagi? Mungkin karena sejak kecil kita telah disuguhi pencapaian-pencapaian orang lain.

Tuh, si A menang olimpiade!” atau, “Kamu gak mau latihan piano biar jago kayak si B?

Wajar saja kita lantas membanding-bandingkan diri dengan orang yang “lebih”.

Dalam buku Convenience Store Woman oleh Sayaka Murata, tokoh Keiko menghabiskan 18 tahun bekerja sebagai pegawai minimarket.

Keiko tidak ingin jadi apa pun selain bekerja di minimarket yang disayanginya.

Tapi teman dan keluarga memaksanya memiliki karier dan berkeluarga karena itulah yang “normal”.

Pelajaran dari Buku Convenience Store Woman

Fakta 1

Gawai yang kamu pegang sekarang adalah hasil keringat pekerja pabrik.

Makanan yang kamu pesan dimasak oleh koki dan diantarkan oleh mitra ojek.

Ada orang yang berjasa di balik baju yang kamu kenakan, bersihnya jalan yang kamu lewati, dan kereta yang bergerak tepat waktu.

Mungkinkah dunia menjadi tempat yang lebih baik jika kita semua direktur?

Fakta 2

Orang medioker bukan berarti tidak berambisi.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Tidak semua orang ingin berada di bawah lampu sorot ketenaran dan puncak kekayaan.

Ada orang-orang yang ingin meneliti kehidupan laut atau menjadi petugas kebersihan (I love you, Fizi!).

Dibutuhkan ketekunan dan kerja keras untuk mencapainya.

Guru dan pebisnis tentu tidak bisa dibandingkan jasanya.

Profesi yang satu tidak bekerja lebih keras dibanding yang lainnya.

Fakta 3

Seperti Keiko, kebahagiaan tiap orang bisa berbeda.

Mungkin kebahagiaan si A adalah mobil sport merah manyala.

Sedangkan kebahagiaan si B adalah membuka penampungan kucing-kucing liar.

Tidak ada yang salah.

Yang salah adalah memaksakan satu standar kebahagiaan pada setiap individu.

Fakta 4

Tidak ada batas untuk menjadi “lebih”.

Apa tidak capek berlari tanpa tujuan?

Jadi sebelum memutuskan membayar keanggotaan gym selama setahun, mari renungkan dahulu, apa yang benar-benar kamu inginkan dalam hidup ini.

Apakah resolusi-resolusi ini demi kebahagiaan atau karena tekanan tidak masuk akal untuk menjadi “lebih”?

Buku Convenience Store Woman bisa kamu beli dan dapatkan di Gramedia.com. Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa ada minimal pembelian. Klik di sini untuk segera dapatkan vouchernya.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi