FIS 2026: Ahmad Rifa’i Rif’an Ajak Santri Sadar Pentingnya Menulis dalam Ngaji Literasi Gramedia

Lihat Foto
Rujukan artikel ini:
Jangan Sampai Ada dan Tiadamu…
Pengarang: Ahmad Rifai Rifan
|
Editor: Novia Putri Anindhita

Festival Ilmiah Santri yang ke-3 diselenggarakan oleh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Menghadirkan penulis Best Seller Gramedia, Ahmad Rifa’i Rif’an sebagai salah satu Narasumber dalam sesi Ngaji Literasi yang bertujuan menginspirasi generasi muda untuk menyalurkan ilmunya melalui tulisan, karya dalam bentuk buku.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh tokoh nasional seperti; Prof. Stella Christie, Ph.D. (wakil menteri pendidikan tinggi sains dan teknologi) yang membahas perkembangan Artificial Intelligence (AI) perlu diperhatikan kesinambungannya dengan kehidupan manusia.

Selain itu, Sabrang Mowo Damar Panuluh (budayawan) sebagai narasumber sesi “Al-Hikam talk 3” guna membahas Artificial Intelligence (AI) yang dekat dengan kebiasaan para santri sekaligus persiapan agar dapat mengikuti perkembangannya untuk saat ini dan masa depan.

Dalam pemaparannya, Ahmad Rifa’i Rif’an menceritakan pengalaman pertamanya dalam dunia kepenulisan yang masih jauh dari kata sempurna.

Namun, buku tersebut justru berhasil diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu.

Beliau juga menegaskan bahwa “Tidak ada yang sia-sia ketika kita belajar menulis karena kita dapat mengajarkan kepada orang lain tanpa harus bertemu dan meluangkan waktu,” pungkas Mas Rifa’i di depan peserta.

Menanggapi perkembangan teknologi, beliau juga menjelaskan bahwa kehadiran AI yang mampu menulis dalam hitungan detik tidak membuat profesi penulis menjadi tidak relevan, justru dapat menjadi alat yang membantu penulis untuk lebih produktif.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Menurutnya, kekuatan dan ciri seorang penulis terletak pada pengalaman pribadi, emosi, dan nilai keimanan yang dapat dituangkan dalam sebuah karya tulis, hal tersebut tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.

Oleh karena itu, santri memiliki peluang besar untuk tetap berkontribusi melalui tulisan dengan memadukan kedalaman ilmu, pengalaman, dan pemanfaatan teknologi secara bijak.

Menutup sesi Ngaji Literasi Gramedia, aktivis penulis dalam wawancaranya menjelaskan realitas yang dihadapi oleh santri yang menguasai banyak kitab kuning, tetapi masih mengalami kesulitan dalam menulis esai ilmiah atapun menyampaikan opini.

Hal ini disebabkan tantangan dalam menyampaikan isi kitab dengan bahasa yang sesuai dengan kebutuhan pembaca masa kini, yang cenderung menginginkan penjelasan yang praktis, ringkas, dan mudah dipahami.

Maka dari itu, kegiatan Al-Hikam Talk dalam Festival Ilmiah Santri ke-3 ini menjadi pengingat bahwa menulis merupakan bagian penting dari peran santri.

Dengan terus berlatih dalam menyampaikan ilmu menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, santri dapat menghasilkan karya yang bermanfaat bagi banyak orang.

Ingin terus terhubung dengan gerakan literasi santri dan mahasiswa? Yuk, ikuti update Ngaji Literasi Gramedia melalui Website: ngajilterasi.com, dan Instagram: instagram.com/ngajiliterasigramedia.

Pantau info agenda, diskusi, rekomendasi buku, dan kegiatan literasi terbaru agar semangat membaca dan menulismu tetap nyala!

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi