Indonesia termasuk salah satu negara paling rawan bencana alam di dunia.
Hampir setiap tahun, bahkan setiap musim, kita selalu mendengar kabar tentang bencana banjir, gempa bumi, tanah longsor, hingga gunung api yang kembali menunjukkan aktivitasnya.
Hal ini dikarenakan letak geografis Indonesia berada di pertemuan lempeng bumi, dikelilingi gunung api aktif, dan memiliki iklim tropis dengan cuaca yang mudah berubah ekstrem.
Pergerakan lempeng-lempeng inilah yang membuat gempa bumi di Indonesia bukan hal langka, bahkan bisa terjadi kapan saja tanpa banyak tanda.
Belum selesai sampai di situ, Indonesia juga berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire).
Jalur ini dipenuhi ratusan gunung, dan lebih dari 120 merupakan gunung aktif.
Itulah sebabnya letusan gunung api, gempa vulkanik, hingga potensi tsunami jadi risiko yang selalu mengintai, terutama di wilayah tertentu.
Selain itu, sebagai negara tropis, Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi dan musim yang kadang sulit diprediksi.
Saat hujan turun terus-menerus, banjir dan tanah longsor jadi bencana yang paling sering muncul.
Sebaliknya, saat kemarau terlalu panjang, kekeringan dan kebakaran hutan mulai bermunculan.
Semua faktor ini saling berkaitan dan memperkuat satu sama lain.
Hasilnya, Indonesia menjadi salah satu negara dengan frekuensi bencana alam tertinggi di dunia, bukan karena alamnya, tapi karena kondisi alaminya memang sangat aktif dan dinamis.
Jenis Bencana Alam yang Sering Terjadi di Indonesia
1. Gempa Bumi
Gempa bumi merupakan bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia.
Dalam hitungan minggu, bahkan hari, selalu ada saja laporan gempa, mulai dari yang hanya terasa getarannya, ada juga yang sampai merusak bangunan dan mengubah kehidupan banyak orang dalam sekejap.
Gempa bumi di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya sebagai berikut:
- Pergerakan Lempeng Tektonik: Indonesia berada di pertemuan beberapa lempeng besar dunia yang terus bergerak. Gesekan dan tumbukan antar lempeng inilah yang paling sering memicu gempa bumi berskala kecil hingga besar.
- Aktivitas Patahan Aktif: Selain batas lempeng, Indonesia juga memiliki banyak patahan aktif di daratan. Patahan ini “terkunci” selama bertahun-tahun, lalu tiba-tiba bergerak dan menimbulkan gempa yang terasa kuat di wilayah sekitarnya.
- Aktivitas Gunung Api: Beberapa gempa terjadi karena pergerakan magma di dalam perut bumi. Jenis gempa ini biasanya berkaitan langsung dengan aktivitas gunung api.
Dampak gempa bumi bisa sangat beragam, mulai dari kerusakan bangunan dan infrastruktur, korban jiwa, hingga terganggunya roda ekonomi.
2. Tsunami
Tsunami adalah bencana alam berupa gelombang laut raksasa yang umumnya terjadi akibat gempa bumi di dasar laut dan bisa menghantam wilayah pesisir dalam waktu sangat singkat.
Kalau gempa bumi sering terasa getarannya, tsunami justru datang diam-diam tapi dampaknya luar biasa.
Indonesia memikiki catatan kelam soal tsunami, mulai dari Aceh pada tahun 2004 dan Palu tahun 2018.
Tsunami terjadi ketika ada gangguan besar di dasar laut yang mendorong massa air laut bergerak cepat ke arah daratan.
Begitu mendekati pantai, tinggi gelombang bisa meningkat drastis dan menghantam apa pun yang ada di depannya.
Penyebab Tsunami yang paling sering adalah gempa bumi bawah laut yang menyebabkan dasar laut terangkat atau turun secara tiba-tiba.
Selain itu, longsoran bawah laut dan letusan gunung api di laut juga bisa memicu gelombang besar ini.
Wilayah yang paling rawan umumnya berada di dekat zona subduksi, tempat lempeng bumi saling bertumbukan, seperti pantai barat Sumatra dan pantai selatan Jawa.
3. Banjir
Banjir adalah bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia, terutama saat musim hujan, dan dampaknya bisa langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Saat musim hujan datang, berita soal jalan tergenang, rumah terendam, sampai aktivitas lumpuh hampir selalu muncul.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Banyak faktor lain yang ikut memperparah kondisinya banjir, di antaranya karena pendangkalan atau penyempitan alur sungai, buruknya drainase, berkurangnya area resapan air, dan ruang terbuka hijau yang kini berubah menjadi pemukiman.
Jenis banjir di Indonesia juga beragam, dari banjir genangan yang umum di dataran rendah, banjir bandang yang datang tiba-tiba dengan arus kuat di daerah pegunungan, hingga banjir rob akibat pasang air laut di pesisir.
4. Tanah Longsor
Tanah longsor adalah bencana alam yang terjadi akibat pergerakan massa tanah atau batuan di lereng, dan paling sering dipicu oleh hujan deras dalam waktu lama.
Tanah longsor biasanya datang tanpa banyak tanda, tapi dampaknya bisa langsung terasa dan sangat serius.
Bencana ini paling sering terjadi di daerah perbukitan dan pegunungan, terutama saat musim hujan ketika tanah sudah jenuh air.
Faktor penyebab utama tanah longsor di Indonesia adalah kombinasi antara hujan dengan intensitas tinggi yang membuat tanah melemah, lereng yang curam, jenis tanah yang labil, dan yang paling sering terjadi karena penebangan hutan dan kerusakan vegetasi yang ngilangin pengikat alami tanah.
5. Gunung Meletus
Letusan gunung api adalah bencana alam akibat aktivitas vulkanik yang bisa menimbulkan dampak besar, mulai dari kerusakan lingkungan hingga gangguan kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Dengan lebih dari 120 gunung api aktif, Indonesia memiliki risiko vulkanik tertinggi di dunia.
Dampak paling berbahaya dari letusan adalah awan panas (campuran gas panas, abu, dan material yang meluncur cepat), lava dan lahar (aliran magma panas dan campuran material vulkanik dengan air), serta hujan abu vulkanik yang merusak tanaman dan mengganggu pernapasan.
Gunung-gunung seperti Merapi, Semeru, dan Sinabung menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan di wilayah sekitarnya.
6. Angin Puting Beliung
Angin puting beliung adalah angin kencang yang berputar dengan kecepatan tinggi, terjadi secara lokal, dan berlangsung singkat, tapi dampaknya bisa sangat merusak.
Bencana ini termasuk cuaca ekstrem yang cukup sering terjadi di Indonesia, terutama saat musim pancaroba (masa peralihan antara musim hujan dan kemarau).
Walaupun skalanya lokal, puting beliung bisa merusak permukiman padat, pepohonan, dan jaringan listrik dalam hitungan menit.
7. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
Kebakaran hutan dan lahan adalah bencana alam yang sering terjadi saat musim kemarau panjang dan dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tapi juga kesehatan dan aktivitas manusia dalam skala luas.
Karhutla paling sering muncul ketika musim kemarau berlangsung lebih panjang dan kering.
Sayangnya, bencana ini sering dipicu oleh pembukaan lahan dengan cara membakar.
Dampak yang paling terasa adalah kabut asap tebal yang menyebabkan gangguan pernapasan dan lumpuhnya transportasi penerbangan, terutama di wilayah Sumatra dan Kalimantan yang banyak memiliki lahan gambut.
8. Kekeringan
Kekeringan adalah bencana alam yang terjadi ketika curah hujan sangat rendah dalam waktu lama, sering kali dipengaruhi oleh fenomena El Niño.
Dampak paling terasa adalah krisis air bersih dan gagal panen.
Wilayah seperti Nusa Tenggara dan sebagian daerah di Jawa dikenal cukup sering mengalami kekeringan saat kemarau panjang.
Itu dia beberapa jenis bencana alam yang sering terjadi di Indonesia.
Jika kamu ingin menambah wawasan mengenai bencana alam dengan cara yang menyenangkan, buku Why? Natural Disasters - Bencana Alam bisa menjadi pilihan yang tepat untuk dibaca.
Buku ini mengajak kita belajar mengenai bencana alam, baik besar ataupun kecil, beserta cara yang bisa dilakukan saat terjadinya bencana tersebut.
Meski bencana alam tidak dapat dicegah, setidaknya kita dapat belajar mengenai tindakan apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi kerusakan yang timbul karena terjadinya bencana alam.
Dalam buku ini, terdapat beberapa contoh bencana alam yang pernah terjadi seperti letusan gunung Pompeii di Italia, kawasan Asia Tenggara yang dilanda gelombang air pasang akibat gempa bawah laut, hingga keganasan angin topan, musim kemarau, dan badai salju.
Melalui buku ini, bencana yang telah terjadi di masa lampau dan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang dapat dipelajari, dan kita bersama-sama memikirkan bagaimana caranya menghadapi bencana-bencana mengerikan tersebut.
Buku ini bisa kamu dapatkan dengan mudah di Gramedia.com atau Gramedia Digital untuk versi E-book.