Apa Artinya Sugar Cutting Diet? Cari Tahu di Sini 

Lihat Foto
Sumber Gambar: Freepik.com
Apa Artinya Sugar Cutting Diet 
Rujukan artikel ini:
Revolusi Glukosa
Pengarang: Jessie Inchauspe
Penulis Anggi
|
Editor: Novia Putri Anindhita

Apakah kamu pernah merasa cepat lelah, susah fokus, atau bahkan mood naik turun tanpa sebab jelas? Bisa jadi itu adalah sinyal dari tubuh yang mengisyaratkan terlalu banyak gula dalam tubuhmu.

Tidak dapat dipungkiri, saat ini makanan tinggi gula sangat mudah ditemukan di sekitar kita, mulai dari snack, minuman kemasan, hingga makanan olahan siap saji.

Konsumsi berlebihan dari sumber-sumber ini bisa menyebabkan lonjakan gula darah sehingga menyebabkan munculnya kondisi tersebut.

Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan melakukan sugar cutting diet.

Diet ini bertujuan untuk mengontrol asupan gula tambahan yang dikonsumsi dalam sehari-sehari, dan menggantinya dengan sumber makanan lain yang lebih sehat.

Agar kamu tidak salah langkah, artikel ini akan menjelaskan lebih jauh mengenai sugar cutting diet, termasuk cara menjalankannya dan berbagai dampak positif yang bisa dirasakan tubuh setelah menerapkannya.

Arti Sugar Cutting Diet

Saat mendengar kata diet, mungkin pikiran kamu langsung tertuju pada aturan ketat dan pantangan makanan yang menyiksa.

Akan tetapi, sugar cutting diet ini sebenarnya punya makna yang lebih dalam dan jauh lebih berfokus pada kesehatan jangka panjang, bukan sekadar penurunan berat badan.

Secara harfiah, sugar cutting diet adalah sebuah pola makan yang secara sadar dan signifikan mengurangi atau menghilangkan asupan gula tambahan dari menu harian.

Bukan berarti kamu tidak mengonsumsi gula sama sekali.

Kamu tetap bisa mengonsumsi buah yang mengandung gula alami, tetapi fokusnya adalah mengurangi gula tambahan yang terdapat di hampir semua produk olahan modern.

Contohnya seperti makanan dan minuman kemasan, makanan cepat saji, kue, permen, serta olahan lainnya yang tinggi gula.

Gula tambahan ini hadir dalam banyak bentuk dan nama di label makanan, mulai dari sirup jagung fruktosa tinggi (high-fructose corn syrup), sukrosa, dekstrosa, hingga ekstrak malt.

Jadi, saat kamu melakukan sugar cutting diet, kamu sedang memutus rantai ketergantungan pada makanan yang sudah dimanipulasi rasa manisnya.

Ketika kamu berhasil mengurangi gula tambahan, tubuhmu akan dipaksa untuk mencari sumber energi yang lebih stabil, biasanya dari protein, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks.

Transisi inilah yang akan membawa banyak perubahan positif pada kesehatan dan mood-mu.

Jenis-Jenis Gula yang Harus Kamu Tahu

Untuk benar-benar memahami sugar cutting diet, kamu harus tahu dulu jenis gula mana yang harus jadi target utama.

Secara umum, ada dua kategori gula, yakni gula alami dan juga gula tambahan.

Gula alami atau natural sugars adalah gula yang ada secara alami dalam makanan utuh (whole foods).

Contohnya ada pada buah-buahan, sayuran, dan produk susu tanpa tambahan gulu.

Dalam konteks sugar cutting diet, gula alami ini tidak sepenuhnya dihilangkan karena juga mengandung serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh.

Kandungan serat dapat membantu proses pencernaan gula jadi lebih lambat sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.

Sementara gula tambahan atau added sugars adalah pemanis buatan yang dimasukkan ke dalam makanan selama proses pengolahan atau pembuatan.

Gula ini tidak memiliki nilai gizi atau serat dan langsung diserap oleh tubuh sehingga menyebabkan lonjakan energi sesaat (sugar rush) yang diikuti penurunan energi drastis.

Gula tambahan ini sering kali ditemukan dalam minuman manis, saus dan bumbu siap pakai, roti kemasan, kue, dan permen, serta yoghurt berperisa dan sereal sarapan.

Manfaat Nyata Sugar Cutting Diet

Ada beberapa manfaat kunci yang sering dirasakan orang setelah berhasil menerapkan sugar cutting diet secara konsisten.

1. Energi Stabil Sepanjang Hari

Ketika kamu mengonsumsi gula tambahan berlebihan, gula darahmu akan melonjak cepat dan memberimu ledakan energi palsu.

Setelah lonjakan ini, insulin dalam tubuh bekerja keras untuk menurunkan gula darah sehingga kamu merasa lemas, mengantuk, serta tidak fokus atau sugar crash.

Dengan mengurangi gula, tubuhmu beralih menggunakan lemak dan protein sebagai sumber energi.

Hasilnya energi yang dilepaskan lebih lambat dan stabil sehingga kamu tidak lagi mengalami naik-turun energi lagi sehingga produktivitas dan fokus kerjamu meningkat drastis dari pagi hingga sore.

2. Kualitas Tidur dan Mood yang Lebih Baik

Gula berlebihan terbukti memengaruhi hormon stres (kortisol) dan memicu peradangan dalam tubuh.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Padahal, keseimbangan hormon ini penting untuk tidur yang nyenyak.

Orang yang terlalu banyak mengonsumsi gula sering mengalami gangguan tidur atau tidur yang kurang berkualitas.

Dengan memangkas konsumsi gula, sistem saraf akan menjadi lebih tenang, peradangan dalam tubuh juga berkurang, dan tidur pun akan lebih pulas.

Selain itu, mood cenderung lebih stabil karena tidak ada lagi fluktuasi gula darah yang memicu iritabilitas dan kecemasan.

3. Kesehatan Kulit dan Usus yang Optimal

Gula adalah pemicu peradangan terbesar.

Peradangan kronis ini sering kali terlihat jelas di kulit dalam bentuk jerawat, kulit kusam, atau penuaan dini.

Dengan mengurangi gula, kamu otomatis mengurangi peradangan internal dan kulit akan terlihat lebih cerah dan awet muda.

Selain itu, gula tambahan sangat tidak disukai oleh mikrobioma usus yang sehat.

Konsumsi gula berlebih akan memberi makan bakteri tidak baik, jadi saat kamu mengurangi mengonsumsi gula maka kamu membantu menyeimbangkan kesehatan ususmu.

Tips Menerapkan Sugar Cutting Diet

Berikut adalah dua poin yang bisa kamu jadikan panduan saat akan menerapkan sugar cutting diet.

1. Baca Label Makanan dengan Teliti

Langkah pertama dan paling krusial adalah menjadi detektif label makanan.

Perusahaan makanan memiliki banyak nama samaran untuk gula.

Ketika kamu tahu nama-nama ini, kamu bisa membuat keputusan yang lebih cerdas saat berbelanja.

Waspadai kata-kata yang diakhiri dengan '-osa', seperti fruktosa, dekstrosa, maltosa, atau bentuk sirup seperti sirup jagung dan sirup maple, termasuk nektar seperti nektar agave.

Selain itu, perhatikan posisi gula dalam daftar bahan, semakin awal gula muncul, semakin tinggi kandungan gulanya.

Jangan lupa juga memeriksa bagian nutrition facts untuk mengetahui jumlah gula tambahan (added sugars) di dalam produk, dan usahakan menargetkan angka serendah mungkin, bahkan nol jika memungkinkan.

2. Ganti Kebiasaan Lama dengan Alternatif Sehat

Daripada fokus pada apa yang tidak boleh kamu makan, alihkan fokusmu pada apa yang bisa kamu tambahkan untuk meningkatkan rasa.

Untuk minuman, ganti soda atau kopi manis dengan air putih yang diberi irisan buah lemon, infused water, teh herbal tawar, atau kopi hitam.

Jika tetap ingin rasa manis, gunakan sedikit pemanis alami seperti stevia atau kurma.

Untuk camilan, hindari biskuit dan permen, dan pilihlah makanan tinggi serat serta lemak sehat, seperti kacang-kacangan, plain greek yoghurt dengan buah beri, atau sayuran mentah.

Selain itu, memasak sendiri dari bahan utuh (whole foods) membantu mengontrol setiap gram gula yang masuk ke tubuh karena bumbu instan atau makanan siap saji sering menyimpan gula tersembunyi.

Memahami sugar cutting diet berarti kamu memilih untuk mengendalikan apa yang masuk ke tubuhmu, bukan membiarkan gula mengendalikan mood dan energimu.

Proses ini memang butuh niat dan konsistensi, terutama di awal karena kamu harus melawan kebiasaan lama.

Tapi percayalah, begitu kamu berhasil melewati fase detoksifikasi gula, kamu akan mulai merasakan manfaatnya, seperti energi yang stabil, tidur yang nyenyak, kulit yang lebih bersih, dan pikiran yang lebih fokus.

Kamu akan menemukan bahwa rasa manis alami dari buah dan makanan utuh jauh lebih memuaskan dan menyehatkan.

Jadi, mulailah langkah kecil hari ini, kurangi satu sendok gula di kopi, atau ganti camilan olahan dengan kacang-kacangan.

Hidup sehat tanpa gula tambahan itu nggak pahit, justru di sanalah manisnya kehidupan yang sebenarnya bisa kamu rasakan.

Untuk menambah wawasan mengenai gula, kamu bisa membaca buku Revolusi Glukosa yang ditulis oleh Jessie Inchauspe.

Buku ini menarik karena memberikan cara mudah menyeimbangkan kadar glukosa dalam tubuh sekaligus menghilangkan berbagai gejala tak menyenangkan, seperti lelah, mudah lapar, atau mood yang naik-turun.

Tanpa harus menjalani diet ketat atau makan dalam urutan tertentu, buku ini mengungkap bahan rahasia yang memungkinkan kita menikmati makanan manis namun tubuh tetap membakar lemak secara efektif.

Tidak hanya itu, buku ini juga dilengkapi dengan testimoni dari pengalaman Komunitas Glucose Goddes.

Buku ini tersedia dan dapat dipesan secara langsung di Gramedia.com.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi