Banyak orang menjalani diet rendah gula dengan tujuan utama menurunkan berat badan atau mengontrol kadar gula darah.
Namun, ternyata ada sejumlah efek lain yang sering kali luput dari perhatian.
Mulai dari perubahan suasana hati hingga kualitas tidur yang membaik, tubuh mengalami berbagai transformasi menarik ketika asupan gula tambahan mulai berkurang.
Penasaran apa saja dampaknya? Inilah efek diet rendah gula yang mungkin belum pernah kamu bayangkan sebelumnya.
Perubahan Energi Tubuh yang Lebih Stabil
Mengurangi konsumsi gula membuat tubuh tidak lagi mengalami lonjakan dan penurunan kadar gula darah secara ekstrem.
Kondisi ini memberikan dampak langsung pada ritme energi harian.
Berikut beberapa perubahan yang dapat dirasakan setelah menjalani diet rendah gula.
1. Energi Lebih Konsisten Sepanjang Hari
Saat banyak mengonsumsi gula, tubuh merespons dengan cepat melepaskan insulin yang kemudian menyebabkan energi menurun tiba-tiba.
Dengan diet rendah gula, kadar glukosa dalam darah lebih stabil sehingga kamu bisa beraktivitas tanpa mudah merasa lemas atau lelah mendadak.
2. Nafsu Makan Lebih Terkontrol
Lonjakan gula memicu rasa lapar palsu, terutama keinginan untuk mengonsumsi camilan manis atau berkarbohidrat tinggi.
Ketika asupan gula dikurangi, tubuh tidak lagi mengalami gelombang lapar yang berlebihan sehingga pola makan menjadi lebih teratur.
3. Fokus dan Produktivitas Meningkat
Kestabilan energi membantu otak bekerja lebih optimal.
Tidak ada lagi rasa kantuk yang muncul tiba-tiba setelah makan.
Konsentrasi saat bekerja, belajar, atau berkegiatan pun cenderung lebih baik karena tubuh lebih cepat beralih menggunakan lemak sebagai bahan bakar.
Jika gula tidak tersedia dalam jumlah besar, tubuh mulai memanfaatkan simpanan lemak sebagai sumber energi.
Ini dapat mendukung metabolisme yang lebih efisien dan membantu menjaga berat badan tetap stabil.
4. Kualitas Tidur Membaik
Konsumsi gula yang tinggi dapat mengacaukan hormon tidur seperti melatonin dan membuat detak jantung meningkat di malam hari.
Dengan mengurangi gula, proses relaksasi tubuh menjadi lebih alami sehingga tidur terasa lebih nyenyak dan pemulihan tubuh berlangsung lebih optimal.
5. Tidak Mudah Mengalami Mood Swing
Perubahan gula darah yang naik turun tidak hanya memengaruhi energi fisik tetapi juga suasana hati.
Diet rendah gula membantu menjaga kestabilan hormon dan neurotransmiter yang berkaitan dengan emosi.
Kulit Lebih Sehat Berkat Minim Peradangan
Gula tambahan dalam makanan dapat memicu peradangan di dalam tubuh, termasuk pada lapisan kulit.
Ketika konsumsi gula berkurang, kulit mulai menunjukkan perubahan positif yang cukup jelas.
Berikut manfaat yang bisa dirasakan:
1. Mengurangi Risiko Jerawat
Asupan gula tinggi dapat meningkatkan produksi sebum dan memicu peradangan yang menyebabkan munculnya jerawat.
Dengan diet rendah gula, produksi minyak lebih terkontrol dan kulit terlihat lebih bersih.
2. Tekstur Kulit Lebih Halus
Kebiasaan mengonsumsi gula berlebih dapat mempercepat proses glikasi, yaitu kerusakan kolagen yang membuat kulit tampak kusam dan lebih cepat muncul garis halus.
Mengurangi gula membantu kolagen bekerja lebih optimal sehingga kulit tampak lebih kenyal.
3. Warna Kulit Lebih Merata
Inflamasi akibat gula sering memicu kemerahan atau noda pada kulit.
Saat gula ditekan, proses penyembuhan kulit berjalan lebih baik dan warna kulit terlihat lebih merata.
4. Kulit tampak lebih terhidrasi
Stabilnya hormon dan menurunnya produksi minyak secara berlebihan membuat kulit mampu mempertahankan kelembaban alami.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Hasilnya, kulit tidak terlalu kering ataupun terlalu berminyak.
5. Membantu Memperlambat Tanda Penuaan
Diet rendah gula mendukung regenerasi sel kulit dengan lebih efisien.
Elastisitas lebih terjaga dan munculnya tanda penuaan dini dapat ditekan.
Dampak Positif pada Kesehatan Mental dan Fungsi Otak
Kebiasaan mengonsumsi gula berlebih ternyata tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga memengaruhi kinerja otak dan kondisi mental.
Saat tubuh mulai terbiasa dengan diet rendah gula, ada serangkaian perubahan baik yang terjadi pada sistem saraf dan fungsi kognitif.
Berikut manfaat yang bisa dirasakan:
1. Mood Lebih Stabil Sepanjang Hari
Fluktuasi kadar gula darah dapat memengaruhi produksi hormon yang berperan dalam mengatur suasana hati.
Ketika kadar gula lebih stabil, tubuh tidak mengalami gejolak emosional yang ekstrem sehingga mood terasa lebih seimbang dan tidak mudah berubah mendadak.
2. Menurunkan Tingkat Kecemasan dan Stres Berlebih
Peradangan di otak yang dipicu oleh konsumsi gula tinggi dapat mengganggu kestabilan neurotransmiter terkait rasa tenang dan kebahagiaan.
Dengan mengurangi gula, sistem saraf menjadi lebih seimbang sehingga gejala cemas dan stres berangsur menurun.
3. Kinerja Otak Lebih Optimal
Asupan gula yang rendah membantu menjaga aliran energi ke otak tetap teratur.
Hal ini mendorong peningkatan fokus, kemampuan mengambil keputusan, serta daya ingat.
Aktivitas seperti bekerja, belajar, hingga berkreasi dapat dilakukan dengan lebih maksimal.
4. Tidur Malam yang Lebih Nyenyak
Tidur sangat berperan dalam proses pemulihan mental.
Konsumsi gula tinggi dapat membuat tubuh sulit rileks, bahkan memicu detak jantung lebih cepat pada malam hari.
Dengan diet rendah gula, siklus tidur menjadi lebih alami sehingga otak dapat beristirahat dan pulih secara optimal.
5. Menekan Risiko Penurunan Fungsi Otak di Masa Mendatang
Dalam jangka panjang, konsumsi gula berlebih dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kognitif seperti demensia dan gangguan memori.
Menjalani diet rendah gula mendukung otak tetap sehat, responsif, dan tajam hingga usia lanjut.
6. Lebih Jarang Mengalami Brain Fog
Banyak orang yang mengurangi gula melaporkan hilangnya rasa “kepala penuh” yang membuat sulit berkonsentrasi.
Kadar gula darah yang stabil membuat pikiran lebih jernih dan kesadaran mental meningkat.
Menerapkan diet rendah gula membutuhkan kesadaran dan latihan untuk membiasakan tubuh dan pikiran hidup dengan asupan gula yang lebih rendah tanpa harus kehilangan kenikmatan makanan sepenuhnya.
Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan adalah mulai mengurangi gula dari kebiasaan ngemil karena camilan manis sering kali menjadi sumber asupan gula yang tinggi.
Dengan mengganti camilan tinggi gula dengan pilihan yang lebih sehat, tubuh dapat beradaptasi secara bertahap tanpa rasa tersiksa.
Semakin memahami prinsip ini dengan baik, tubuh akan lebih mudah menyesuaikan energi, kulit menjadi lebih sehat, mood lebih stabil, dan fungsi otak tetap optimal.
Selain itu, pola makan rendah gula juga membantu menjaga kestabilan kadar gula darah sehingga menurunkan risiko diabetes.
Untuk memahami cara mengatur pola makan dan kebiasaan ngemil secara tepat, buku Diet Nge “Meal” Ala Dr. Cindy: #MakanSering, Badan Ramping layak dijadikan referensi bacaan.
Buku ini mengulas metode ala Dr. Cindy dalam menjaga berat badan tetap terkontrol meskipun makan dan ngemil dilakukan secara rutin dengan menekankan pemilihan jenis makanan yang tepat dan seimbang.
Melalui buku ini, pembaca diajak memantau komposisi tubuh (body composition), mulai dari lemak, otot, hingga kadar air, termasuk konsumsi gula tetap terjaga sesuai kebutuhan tubuh.
Ditulis oleh Dr. Cindy, dokter spesialis gizi yang telah membantu banyak orang mencapai tubuh idealnya, buku ini juga dilengkapi dengan berbagai tips dan trik serta rekomendasi makanan untuk menjalani diet yang tetap enak untuk diterapkan sehari-hari.
Buku ini bisa kamu dapatkan di Gramedia.com atau membaca versi digitalnya melalui Gramedia Digital.
Yuk, segera baca bukunya dan dapatkan insight baru untuk menjaga pola makan yang lebih sehat.