Usia berkisar 18-35 tahun merupakan umur yang paling rentan merasakan khawatir dan kebingungan.
Hal tersebut dinamai dengan “quarter life crisis” atau krisis seperempat abad, yang terjadi pada rentang usia tersebut.
Fase ini biasanya diawali ketika ada masalah “orang dewasa” yang muncul pertama kali pada hidup seorang dewasa muda.
Fase “quarter life crisis” dapat terasa berat karena adanya kebebasan dan keinginan untuk mengontrol segalanya meliputi masalah relasi, percintaan, karier, dan kehidupan sosial.
Selain itu, tekanan dari lingkungan sosial, seperti ekspektasi keluarga, masyarakat, dan teman-teman dapat menambah beban signifikan.
Akibatnya, perasaan kewalahan, khawatir akan tertinggal, dan tertekan muncul.
Seseorang akan mempertanyakan tujuan hidupnya, merasa ragu akan ketidakpastian kehidupan di masa mendatang, bahkan membandingkan diri dengan pencapaian orang lain terutama melalui media sosial.
Ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk membangun kembali semangat dan memulihkan diri setelah menghadapi fase krisis.
Di antaranya adalah dengan konsep stoisisme.
Pengertian Stoisisme
Stoisisme adalah memusatkan pikiran pada hal yang bisa dikendalikan dan melepaskan hal-hal yang tidak dapat dikontrol.
Dengan mempelajari stoisisme, akan lebih mudah untuk menghadapi situasi meskipun sulit.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Stoisisme atau juga biasa disebut stoa adalah ilmu filsafat dari zaman Yunani Kuno.
Dalam filosofi ini, semua hal dalam hidup bersifat netral, yang menjadikan baik atau buruknya suatu hal adalah interpretasi masing-masing diri terhadap hal tersebut.
Contoh Stoisisme dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam kehidupan masa kini, sering kali kita mendapat komentar masyarakat di sosial media, baik itu komentar positif maupun negatif.
Hal tersebut sulit dihindari karena pendapat orang lain tidak dapat kita kendalikan.
Akan tetapi, sebagai manusia, sebenarnya kita dapat mengontrol reaksi pribadi terhadap komentar yang tidak sesuai dengan harapan kita.
Contoh situasi lainnya adalah kemacetan lalu lintas, yang sepenuhnya di luar kendali individu.
Meskipun hal ini mengganggu, reaksi terhadapnya masih bisa dikelola.
Daripada marah-marah karena macet yang tidak bisa kita kendalikan, mungkin kita bisa menunggu macet sambil mendengarkan podcast untuk membuat momen tersebut lebih dapat ditoleransi.
Rekomendasi Ebook Filosofi Teras
Menumbuhkan dan menjaga pola pikir stoisisme ini memerlukan proses yang berkelanjutan.
Buku Filosofi Teras mengulas pendekatan tersebut dengan cara ringan dan mudah dipahami, menggunakan situasi sehari-hari untuk menjelaskannya.
Bagi yang belum memiliki kesempatan untuk mendapatkan edisi cetaknya, dapat mulai membaca versi digital di Gramedia Digital.
Ebook Filosofi Teras kini sudah tersedia di Gramedia Digital dalam versi EPUB.