Mengenal Istilah Growth Mindset, Pola Pikir yang Penting Dimiliki Seorang Pemimpin

Lihat Foto
Sumber Gambar: Dok. Elex Media Komputindo
Buku From Leadership to Talentship
Rujukan artikel ini:
From Leadership To Talentship: The…
Pengarang: STEVEN YUDIYANTHO
|
Editor: Ratih Widiastuty

Growth Mindset atau Pola Pikir Berkembang menjadi pola pikir yang dibutuhkan dalam menghadapi era disrupsi.

Istilah ini dikemukakan oleh Carol S. Dweck, seorang profesor yang mengajar di Standor University, Amerika.

Dalam bukunya yang berjudul Mindset: The New Psychology of Success, ia memperkenalkan dua kategori dari pola pikir manusia, yaitu growth mindset dan fixed mindset.

Menurutnya, growth mindset inilah yang menjadi kunci individu dalam mencapai kesuksesan.

Sederhananya, growth mindset merupakan tipikal orang yang tidak mudah menyerah.

Ini merupakan pola pikir individu yang paham bahwa keahlian atau kemampuan yang ia miliki hanya sebuah permulaan dan percaya hal tersebut akan terus berkembang jika mereka bekerja keras dan ketekunan.

Mereka yang ada dalam kategori cenderung berpikir positif tentang kemampuannya dan mampu memperbaiki diri dengan melihat kelemahannya dalam berbagai hal.

Oleh karena itu, individu dengan pola pikir ini percaya bahwa kemampuan seseorang itu dinamis dan dapat ditingkatkan dengan usaha yang baik.

Ada berbagai keuntungan yang dirasakan individu dengan growth mindset, di antaranya adalah meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri, tertarik terhadap tantangan, membangun ketahanan diri, mendatangkan kesempatan baru, mampu mengembangkan kreativitas, dan tidak melihat saran sebagai serangan serta meningkatkan kemauan belajar.

Sebagai contohnya, ketika mengalami kegagalan, individu dengan growth mindset akan kembali mencoba dan belajar dari kesalahannya.

Motivasi ini muncul karena tingkat kepercayaan akan kemampuan mereka yang selalu ke arah positif.

Namun, perlu diketahui bahwa pola pikir seperti ini tidak memiliki sifat genetik dan dipengaruhi oleh faktor yang membentuknya.

Oleh sebab itu, pola pikir tidak bersifat permanen dan dapat berubah dipengaruhi peristiwa yang terjadi dalam kehidupan seseorang.

Perbedaan Growth Mindset dan Fixed Mindset

Berlawanan dengan growth mindset, fixed mindset merupakan tipikal orang yang mudah menyerah dan cenderung menyalahkan kelemahan diri sendiri.

Bagi mereka, kegagalan adalah akhir dari segalanya dan tidak bisa diperbaiki sehingga membuat mereka mudah putus asa dan tidak mau mencoba lagi.

Layaknya growth mindset, fixed mindset pun dipengaruhi oleh faktor peristiwa yang terjadi di sekitar individu.

Salah satunya adalah pola pengajaran yang salah di sekolah.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Sama seperti orang tua, guru juga memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan kepribadian siswanya.

Ungkapan apresiasi dan dukungan terhadap proses yang dialami seseorang menjadi hal-hal kecil mendasar yang mampu membentuk pola pikir seseorang ke arah yang lebih positif.

Ini membuat seseorang tidak berfokus kepada hasil, tetapi menghargai proses yang dilaluinya untuk mencapai hasil tersebut.

Sementara itu, seseorang yang kurang menerima apresiasi atas usaha yang ia lakukan dan hanya fokus terhadap hasil akhir akan membentuk tipe fixed mindset.

Seorang Pemimpin dengan Growth Mindset

Intinya, mereka yang memiliki growth mindset berfokus mendapatkan proses belajar yang bermakna.

Mereka meyakini bahwa usaha penuh bukan untuk memperlambat mereka dalam meraih apa yang diinginkan, melainkan untuk refleksi diri sebelum meraih kesuksesan.

Pola pikir ini juga tidak melihat masalah sebagai hambatan, tetapi sebagai tantangan yang harus mereka hadapi.

Pemimpin yang memiliki growth mindset akan menjadi tipe pemimpin yang ideal.

Sebab mereka memandang bakat dan kemampuan anggota timnya sebagai sesuatu yang bisa diasah dan dikembangkan.

Melalui sikap inilah mereka berani mendobrak batasan untuk mengembangkan kemampuan tersebut.

Tidak hanya itu, pemimpin dengan growth mindset juga mampu mencari cara untuk mengembangkan pola pikir serupa kepada anggota timnya.

Mereka umumnya akan memberi tantangan kepada anggota yang mampu memancing potensi terbaik mereka untuk muncul.

Hasilnya, mereka menjadi lebih optimal dalam memaksimalkan potensi keahliannya.

Berkaitan dengan pembahasan pola pikir dan kepemimpinan, topik ini dapat dipahami lebih lanjut melalui buku From Leadership to Talentship karya Steven Yudiyantho.

Buku tersebut membahas hal-hal mengenai kepemimpinan, juga hubungan antara talenta dan pemimpin yang terus mempelajari kemampuan baru sehingga dapat dengan luwes beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan dan menciptakan lingkungan bisnis yang sustainable.

Tidak hanya itu, From Leadership to Talentship juga membahas terkait talent mobility yang dipengaruhi oleh faktor keterampilan pekerja dan keterampilan baru yang ingin mereka kembangkan.

Ini membuat talent mobility dapat digunakan untuk mengatasi kurangnya talenta pekerja dalam perusahaan.

Dapatkan segera bukunya di Gramedia.com.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi