Cerita Rakyat Sumatera Utara, Asal-usul Danau Toba

Lihat Foto
Sumber Gambar: Travel Kompas.com
Asal-usul Danau Toba
Rujukan artikel ini:
Pesona Kain Indonesia: Kain Ulos…
Pengarang: Threes Emir
|
Editor: Ratih Widiastuty

Danau Toba merupakan salah satu danau yang menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi turis, baik lokal maupun mancanegara.

Tidak mengherankan apabila Danau Toba mampu menarik minat banyak orang untuk mengunjunginya karena keindahannya dapat memanjakan netra sekaligus menenangkan jiwa.

Danau Toba membentang sepanjang 100 km dengan lebar 30 km yang terbentuk karena letusan yang sangat dahsyat dari Gunung Api Purba Toba.

Akan tetapi, masyarakat setempat juga mempunyai kisah legenda tersendiri mengenal asal-usul terbentuknya Danau Toba.

Cerita rakyat Danau Toba merupakan cerita turun temurun yang dipercayai oleh masyarakat Batak, suku yang tinggal di daerah Danau Toba.

Lalu, bagaimanakah cerita rakyat tentang asal-usul Danau Toba itu sendiri? Simak legenda terbentuknya Danau Toba berikut ini.

Legenda Asal-usul Danau Toba

Alkisah zaman dahulu kala, ada seorang pemuda yatim-piatu bernama Toba.

Toba adalah seorang petani ladang yang kadang kala juga mencari ikan di sungai untuk dijual di pasar.

Suatu hari, ketika Toba tengah memancing ikan di sungai, mata kail pancingannya dilahap seekor ikan.

Saat tali pancingan ditarik, benar saja Toba mendapatkan ikan mas dengan ukuran besar.

Segera saja Toba membawa hasil tangkapannya itu ke rumah.

Setibanya di rumah, ikan mas yang dibawa oleh Toba mendadak berubah menjadi seorang wanita cantik yang mengaku telah dikutuk oleh Dewa karena melanggar aturan.

Wanita itu akan berubah menjadi apa pun ketika disentuh orang.

Wanita itu pun meminta kepada Toba untuk memberinya tempat tinggal.

Toba yang masih kaget dan terheran-heran menyetujui permohonan wanita itu.

Setelah saling mengenal satu sama lain, Toba pada akhirnya jatuh cinta pada wanita cantik itu.

Tidak lama kemudian mereka pun menikah.

Lahirnya Samosir

Setelah menikah, sang istri pun hamil dan menyampaikan kabar tersebut kepada suaminya, Toba, dengan mengajukan syarat yang mesti dipatuhi oleh Toba.

Syaratnya adalah apa pun yang terjadi pada anak mereka saat lahir nanti, Toba tidak boleh memanggilnya dengan sebutan anak ikan.

Toba pun setuju dengan syarat tersebut.

Sang istri akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki yang disambut dengan suka cita oleh Toba.

Toba memberikan nama Samosir untuk anak laki-lakinya itu.

Meskipun Samosir sedikit pemalas, tapi dirinya tumbuh dengan sehat.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Saking malasnya, Samosir sampai enggan mengantarkan makanan kepada ayahnya di ladang atas perintah ibunya.

Sampai pada suatu hari, Samosir dipaksa ibunya untuk mengantarkan makan siang kepada ayahnya.

Samosir pun berangkat ke ladang dengan wajah cemberut dan langkah yang enggan.

Di tengah jalan Samosir merasa lapar dan justru malah memakan makan siang yang seharusnya dia berikan kepada ayahnya.

Samosir tidak menandaskan bekal untuk ayahnya tersebut dengan menyisakannya sedikit.

Sesampainya di ladang, Samosir pun memberikan bekal tersebut kepada ayahnya.

Terciptanya Danau Toba

Toba yang dari pagi hingga siang hari bekerja merasa lelah dan lapar.

Alangkah kaget dan marahnya dia tatkala membuka bekal makan siangnya yang hanya tinggal tersisa sedikit.

Samosir pun menjelaskan jika bekal tersebut memang dimakan oleh dirinya yang merasa lapar di tengah jalan.

Dikuasai amarah dan rasa lapar, Toba tak dapat lagi menguasai emosinya dengan berkata, “Dasar kau anak ikan!”.

Samosir yang kaget dan sedih mendengar perkataan ayahnya langsung pergi berlari untuk pulang.

Sesampainya di rumah, Samosir menceritakan apa yang dikatakan oleh ayahnya pada ibunya.

Istri Toba pun merasa kecewa dan sedih karena suaminya telah melanggar syarat yang sudah disetujui sebelum Samosir lahir.

Selanjutnya, Samosir dan ibunya pun menghilang untuk sementara.

Tidak berselang lama, desa tempat Toba tinggal diguyur hujan deras yang menyebabkan banjir yang amat dahsyat, sampai menciptakan danau yang sekarang dikenal dengan nama Danau Toba.

Di tengah danau ada pulau besar bernama Pulau Samosir yang dipercaya sebagai tempat Samosir dan ibunya menghilang.

Di dalam Danau Toba juga disinyalir hidup seekor ikan mas ajaib yang adalah jelmaan istri Toba.

Berbicara soal Danau Toba, tentunya kurang lengkap jika tidak membahas warisan budayanya.

Salah satu kebudayaan yang ada di daerah Danau Toba adalah Kain Ulos.

Buku Pesona Kain Indonesia: Kain Ulos Danau Toba akan memperkenalkan jenis-jenis Kain Ulos dari Danau Toba.

Tidak hanya memperlihatkan hasil akhirnya, buku ini juga menampilkan bagaimana cara memproses selembar kain dan bagaimana proses ini dapat memengaruhi budaya setempat.

Tidak sekedar membahas keunikan Kain Ulos, buku ini pun turut mendukung kelestarian budaya, pengembangan pariwisata, dan pemasaran Danau Toba.

Pesan bukunya sekarang juga di Gramedia.com.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi