Pengertian Manusia Purba, Ciri-Ciri, dan Jenisnya

Lihat Foto
Sumber Gambar: Freepik.com
Manusia Purba
Rujukan artikel ini:
The Origin of Species: Asal-Usul…
Pengarang: Charles Darwin
|
Editor: Puteri

Mengetahui tentang kehidupan manusia purba pada era praaksara ketika tulisan belum ditemukan menjadi salah satu hal yang menarik untuk dipelajari.

Di Indonesia, jejak manusia purba telah ada sejak akhir abad ke-19 yang ditemukan berdasarkan fosil, alat-alat kebudayaan, dan lainnya.

Penelitian ilmiah terkait fosil manusia purba di Indonesia terbagi dalam tiga tahap, yaitu tahun 1889-1909, 1931-1941, 1952 hingga sekarang.

Dalam mencari tahui tentang kehidupan manusia purba, terdapat dua cara untuk mengetahuinya.

Pertama, kehidupan manusia purba bisa dilihat melalui sisa tumbuhan dan hewan yang sudah membatu atau biasa disebut sebagai fosil.

Kedua, dapat diketahui dengan melihat benda peninggalan sebagai hasil budaya manusia pada saat itu, seperti bangunan, artefak, senjata, dan fosil manusia yang ditemukan.

Nah, untuk lebih memahami tentang pengertian manusia purba mulai dari sejarah hingga jenisnya, simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Manusia Purba?

Manusia purba adalah julukan yang digunakan untuk menggambarkan spesies manusia yang hidup pada masa prasejarah, jauh sebelum zaman sejarah dan catatan tertulis.

Mereka adalah nenek moyang dalam garis keturunan manusia yang telah mengalami evolusi dari primata menjadi manusia awal yang diperkirakan hidup pada zaman Pleistosen.

Zaman Pleistosen adalah masa yang berlangsung pada 2.580.000 hingga 11.700 tahun yang lalu, terbagi dari tiga yaitu Pleistosen awal (lapisan bawah), Pleistosen tengah, dan Pleistosen akhir (lapisan atas).

Manusia purba terdiri dari beberapa spesies dan memiliki karakteristik fisik dan perilaku yang berbeda-beda.

Ciri-Ciri Manusia Purba

1. Struktur Tubuh

Manusia purba pada umumnya memiliki struktur tubuh yang berbeda dengan manusia modern.

Postur tubuhnya lebih keras dengan otot dan tulang yang lebih kuat untuk beradaptasi dengan lingkungan alaminya.

2. Otak dan Intelektualitas

Manusia purba memiliki otak yang lebih kecil dibandingkan dengan manusia modern, meski ukurannya secara bertahap meningkat seiring waktu.

Meski begitu, mereka telah menunjukkan kemampuan atau intelektualitas dalam menggunakan alat-alat sederhana, membuat dan menggunakan api serta kehidupan sosial yang berkembang.

3. Penggunaan Pakaian

Manusia purba diyakini telah mulai menggunakan pakaian untuk melindungi tubuh dari cuaca ekstrem dengan memakai pakaian yang terbuat dari kulit hewan atau tumbuhan.

4. Kehidupan Sosial

Dalam sejumlah penelitian yang ditemukan, manusia purba diyakini hidup dalam kelompok-kelompok kecil.

Kehidupan sosial mereka melibatkan berbagai sumber daya, bekerja sama dalam berburu, membangun perlindungan sederhana hingga memiliki sistem hierarki dalam kelompok mereka.

5. Pemahaman Simbolik dan Seni

Manusia purba juga telah menunjukkan kemampuan dalam berpikir simbolik dan memiliki ekspresi seni yang sederhana.

Hal tersebut ditemukan dalam lukisan dinding dan ukiran pada gua yang menunjukkan pemahaman manusia purba terhadap dunia dan kehidupan sekitar mereka.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Jenis Manusia Purba

Di Indonesia, terdapat beberapa fosil manusia purba yang ditemukan dengan ciri-ciri tubuh berbeda-beda, di antaranya:

1. Meganthropus Palaeojavanicus

Fosil manusia purba jenis Meganthropus paleojavanicus diperkirakan telah berumur satu hingga dua juta tahun dan ditemukan pertama kali pada tahun 1936-1941 oleh peneliti paleontologi GHR von Koenigswald.

Ciri-ciri tubuh jenis manusia purba yang ditemukan di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah ini, yaitu mempunyai geraham yang besar, tulang pipi tebal, kening menjorok ke depan dan memiliki tonjolan belakang kepala tajam, badan tegap, serta belum mempunyai tulang dagu.

Diperkirakan mereka hidup dengan food gathering atau mengumpulkan makanan karena belum mengenal api.

2. Homo Erectus Soloensis

Fosil manusia purba Homo erectus soloensis pertama kali ditemukan di sepanjang Bengawan Solo, yaitu daerah Ngandong, Sambungmacan, dan Sangiran.

Pertama kali fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh C. Ter Haar, Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald dan W.F.F. Oppernoort pada 1931-1933.

Diperkirakan manusia purba Homo erectus soloensis ini hidup dari 900 ribu hingga 200 ribu tahun lalu dengan ciri-ciri rongga mata yang panjang, tengkorak lonjong, tebal, dan pada, tulang pipi besar, serta rahang atas menonjol ke depan.

3. Pithecanthropus Erectus

Kelompok manusia purba Pithecanthropus erectus diperkirakan hidup sekitar 1 juta sampai 600 ribu tahun lalu.

Fosilnya ditemukan oleh Eugene Dubois di Desa Trinil, Ngawi, Jawa Timur pada 1890-1892.

Adapun ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus erectus di antaranya, berbadan tegap dengan alat pengunyah yang kuat, memiliki tinggi berkisar 165-170 cm dengan berat badan 100 kilogram, berjalan tegak, dan memiliki kemampuan berpikir yang masih rendah.

4. Homo Wajakensis

Manusia purba Homo wajakensis diperkirakan hidup sekitar 60 ribu hingga 25 ribu tahun lalu dan diduga sebagai nenek moyang bangsa asli Australia atau bangsa Aborigin.

Fosil Homo wajakensis ditemukan di Indonesia pada 1888 oleh Von Rietschoten di Desa Wajak, Tulungagung, Jawa Timur yang kemudian penelitiannya dilanjutkan oleh Eugene Dubois pada 1889.

Ciri-cirinya Homo wajakensis, di antaranya terletak pada volume otak yang disebut memiliki kesamaan seperti manusia modern saat ini, memiliki muka cenderung datar dan lebar, tinggi tubuh sekitar 173 cm, serta mempunyai tulang tengkorak, rahang atas, dan rahang bawah.

5. Homo Floresiensis

Fosil manusia purba Homo floresiensis ditemukan di Liang Bua, Flores, Nusa Tenggara Timur oleh Peter Brown dan Mike J. Morwood pada September 2003.

Menurut penelitian para ahli, jenis manusia purba satu ini merupakan nenek moyang bangsa Indonesia yang memiliki ciri-ciri, di antaranya kepala dan badan mempunyai ukuran kecil, rahang menonjol atau berdahi sempit, tinggi badan sekitar 1,06 meter, dan ukuran otak yang kecil.

Itulah pengertian manusia purba, ciri-ciri, dan jenisnya di Indonesia yang perlu kamu ketahui.

Nah, dalam memahami tentang perkembangan manusia purba kamu juga bisa mempelajarinya dengan membaca buku The Origin of Species: Asal-usul Makhluk Hidup Melalui Seleksi Alam.

Buku ini berisi tentang dokumentasi lengkap hasil penelitian Charles Darwin tentang asal-usul makhluk hidup, salah satunya terkait teori Darwin yang mengungkapkan tentang perkembangan spesies didasarkan pada terjadinya seleksi alam.

Dalam buku ini pembaca akan diarahkan untuk lebih memahami hasil penelitian Darwin bahwa spesies tidak diciptakan sekaligus oleh tangan Ilahi, tetapi dimulai dengan beberapa bentuk sederhana yang bermutasi menyesuaikan diri dari waktu ke waktu.

Teori dalam penelitian Darwin memantik pembahasan diskusi yang menarik hingga kini dan berpengaruh dalam ilmu pengetahuan alam yang pernah ditulis manusia.

Untuk kamu yang penasaran dengan buku The Origin of Species: Asal-usul Makhluk Hidup Melalui Seleksi Alam bisa kamu beli secara langsung di toko buku Gramedia atau secara online melalui Gramedia.com.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi