Ingin Pacu Adrenalin? Ini 3 Rekomendasi Novel Horror dari Sweta Kartika yang Wajib Kamu Baca

Lihat Foto
Sumber Foto : Pixabay
Rujukan artikel ini:
Lewat Tengah Malam - Ganjil
Pengarang: Sweta Kartika
|
Editor: Ratih Widiastuty

Sastra bisa menjadi pengalaman artistik yang indah dan mengesankan bagi para pembacanya.

Penulis yang terampil dapat membawa kita bertatap muka dengan skenario dan emosi yang mungkin tidak akan pernah kita temui dalam kehidupan nyata.

Selain itu, novel juga dapat memperluas pemahaman kita tentang alam semesta dan sesama manusia.

Novel horor merupakan bagian dari sastra yang kerap kali dipandang sebelah mata hanya karena sesuatu yang menakutkan dianggap bukan "sastra" atau seni yang dibuat dengan baik.

Padahal, novel bergenre horor justru jadi bagian dari sastra yang banyak digandrungi orang.

Mereka para pembaca novel horror merasakan kepuasan dengan membaca cerita seram bahkan menjadi genre favorit mereka.

Kepuasan tersebut berasal dari rasa adrenalin yang ditantang saat membaca alur cerita pada novel horror.

Adrenalin yang meningkat ditunjukkan dengan bulu kuduk berdiri, jantung berdebar, atau berkeringat, yang menjadi sensasi unik tersendiri.

Meski rasanya merinding, namun keseruan membaca novel horror menjadi pilihan hiburan yang menantang.

Nah, jika kamu tertarik menggugah adrenalinmu, kamu bisa membaca karya dari seorang penulis bernama Sweta Kartika.

Kamu berani mencicipi sensasinya? Simak rekomendasi novel horror Indonesia karya Sweta Kartika berikut ini:

Rekomendasi Novel Horor

1. Journal of Terror – Kembar


Buku ini merupakan buku pertama dari seri Journal of Terror yang bercerita tentang seorang anak laki-laki bernama Prana.

Ia mempunyai kemampuan melihat penghuni dunia tak kasat mata melalui mata saudara kembarnya yang sudah mati.

Prana tak pernah menduga sebelumnya bahwa kemampuan ini akan mengantarkannya ke pintu gerbang petualangan menuju dunia kegelapan.

Plot dalam buku ini merupakan catatan harian Prana yang berisi kumpulan kisah-kisah berhantu yang dirangkum dalam sebuah jurnal.

Kisah menyeramkan dalam novel ini berhasil membangun nuansa yang suram, misterius, dan penuh teror.

Dalam setiap bab cerita di dalamnya kamu akan melihat Prana mengalami sensasi mistis seperti melihat, merasakan, bahkan sampai berinteraksi membantu para makhluk halus.

Novel ini memiliki alur yang lambat dan penggambaran peristiwa dan suasana ditulis dengan deskriptif.

Penggunaan sudut pandang orang pertama dalam novel ini dapat membuat pembaca mengerti isi pikiran tokoh Prana.

Gaya penceritaan yang mengalir menimbulkan rasa perasaan untuk terus mengikuti perjalanan cerita Prana.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Penggunaan latar tempat seperti rumah kosong, sekolah, hingga villa terbilang efektif dalam membangun suasana yang makin mencekam.


Baca juga: Rekomendasi Novel Misteri


2. Journal of Terror – Titisan


Setelah Journal of Terror – Kembar, buku ini adalah buku kedua dari seri Journal of Terror yang mengisahkan tentang seorang anak perempuan bernama Sukma.

Mirip dengan kemampuan Prana di buku pertama, Sukma juga mampu melihat alam gaib, tapi ia tak hanya berinteraksi dengan makhluk-makhluk mistik biasa.

Bagi Sukma, semesta gaib bukan hanya tentang hantu namun ada hal-hal yang lebih tabu.

Sudah sejak lama Sukma merasakan bahwa kemampuannya berhubungan dengan alam ghaib ini disiapkan untuk tujuan tertentu yang masih misteri.

Selain dapat melihat makhluk gaib, ia juga dapat menerawang kejadian buruk yang akan terjadi di masa depan.

Sukma memiliki sahabat bernama Damar sebagai anak indigo yang memiliki kemampuan yang sama dengannya.

Indra keenam Sukma membuatnya merasa terbebani dan seringkali mengganggunya, melalui Damar pula ia diperingati tentang takdir yang sedang menunggunya.

Dalam buku ini juga diungkapkan keterkaitan dunia Sukma dan dunia Prana yang sesungguhnya sehingga kamu akan semakin dibuat penasaran.

Buku ini menyajikan unsur legenda horor lokal yakni hantu palasik yang merupakan sosok kepala melayang dengan organ tubuh yang menjuntai.

Nuansa misteri dalam buku ini terasa kuat yang menambah sensasi kengerian dan keseruan ceritanya.

3. Lewat Tengah Malam – Ganjil


Berbeda dari kedua buku sebelumnya, buku ini merupakan kumpulan cerpen misteri yang terdiri dari beberapa kisah.

Lewat Tengah Malam merupakan kumpulan cerita horor yang di dalamnya terdapat lima cerita berbeda, dan semuanya sama-sama menyeramkan.

Kisah-kisahnya yang berlatar tahun 90an makin menjadikan alur ceritanya terasa lebih mencekam lagi.

Buku ini memaparkan tentang berbagai hal mistis mulai dari korban nyawa yang pantas ditumbalkan, misteri bocah pembisik, danau maut penuh butiran emas, singgasana berdarah, sampai pesugihan.

Buku ini menunjukkan bahwa perjanjian dengan iblis walau bagaimanapun bentuknya tidak akan berakhir baik dan malah membuka jalan pintas menuju gerbang iblis.

Nah, apakah kamu sudah menantang adrenalin dan dibuat merinding oleh cerita-cerita horor di atas?

Dapatkan buku Journal of Terror - Kembar, Journal of Terror - Titisan, dan Lewat Tengah Malam karya Sweta Kartika hanya di Gramedia.com!

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi