Introvert atau Extrovert? Kenali Kepribadianmu Lewat Cara Ini

Lihat Foto
Sumber foto: Freepik
Rujukan artikel ini:
Quiet Impact: Tak Masalah Jadi…
Pengarang: Sylvia Loehken
Penulis Okky Olivia
|
Editor: Almira Rahma Natasya

Pernahkah kamu tiba-tiba merasa lelah saat berada di tengah keramaian?

Atau kamu jadi lebih bersemangat saat mengetahui akan bertemu dan berbincang dengan banyak orang?

Dua keadaan kecil yang berseberangan ini sebenarnya sudah bisa mendeskripsikan sedikit dari kepribadianmu.

Perlu disadari bahwa manusia diciptakan dengan kepribadian yang berbeda, walaupun seiring bertambahnya usia, manusia jadi semakin sulit untuk mengenali kepribadian yang ada dalam dirinya.

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah introvert dan ekstrovert.

Keduanya bisa diibaratkan bagai dua sisi mata uang logam yang saling berlawanan arah.

Istilah introvert dan ekstrovert ini pertama kali dicetuskan oleh seorang psikiater asal Swiss yaitu, Carl Gustav Jung.

Gustav Jung percaya bahwa introvert dan ekstrovert bisa menjadi gambaran kepribadian seseorang yang bisa dengan mudah dilihat dari sifat dan karakternya sehari-hari.

Untuk mengenali kepribadianmu secara detail, kamu harus lebih dulu mengetahui apa itu introvert dan ekstrovert, serta apa saja yang membedakan keduanya:

Introvert

Diperkirakan 25-40 persen dari populasi adalah orang dengan ciri introvert. Namun, masih banyak orang yang tidak memahami ciri kepribadian ini.

Biasanya orang yang pemalu atau punya kecemasan sosial langsung dicap introvert. Padahal, menjadi introvert tak berarti pemalu atau malas bergaul.

Dalam ilmu psikologi, introvert berarti fokus pada hal-hal yang ada di dalam dirinya untuk mendapatkan energi; seperti pikiran, perasaan, dan mood, dibanding mencari ke luar. Mereka cenderung lebih diam dan kontemplatif.

Ciri utama dari kepribadian introvert memang merasa justru kehabisan energi setelah berada dalam situasi sosial, sementara orang ekstrovert juga mendapat tambahan energi dari interaksi tersebut.

Ekstrovert

Berbanding terbalik dengan introvert, orang dengan kepribadian ekstrovert akan lebih aktif dan nyaman saat berada di situasi yang ramai.

Menurut Hans Eysenck, karakteristik ekstrovert juga ditandai dengan pribadi yang terbuka dan mudah bergaul dengan orang-orang baru.

Jika introvert memilih sendirian di tempat yang suasananya tenang untuk mengisi ulang energi mereka, maka ekstrovert lebih menyukai tempat yang ramai, sebab energi mereka justru akan lebih cepat habis saat berada di tempat yang sepi.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Setelah kamu mengetahui dengan jelas perbedaan karakteristik diantara keduanya, kini kamu sudah bisa mengenali kepribadianmu sendiri.

Saat kamu mudah terganggu dengan suara yang ramai dan merasa lebih damai ketika berada di tempat yang sepi, ada kemungkinan kamu adalah pribadi yang introvert.

Begitupun sebaliknya, saat kamu merasa lebih bersemangat dan senang menghadiri keramaian, kepribadianmu bisa termasuk bagian dari ekstrovert.

Sebenarnya untuk apa sih kamu perlu mengetahui dan memahami kepribadianmu sendiri?

3 Manfaat yang Bisa Kamu Dapat Setelah Memahami Kepribadian Diri Sendiri

1. Menjadi Tahu Kelebihan dan Kekurangan Diri Sendiri

Saat kamu mengetahui bagaimana kepribadianmu, kamu jadi bisa melihat kekurangan dan kelebihan yang ada dalam diri kamu.

Dengan begitu, kamu bisa lebih cepat mencari cara yang tepat untuk mengatasi dan memperbaiki kekurangan yang ada dalam diri, dan bisa mengembangkan potensi atau kelebihan yang kamu miliki.

2. Kamu Lebih Mudah Memahami Orang Lain

Saat sudah bisa memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri, kamu jadi bisa belajar untuk mulai memahami orang lain.

Hal itu akan membuat persepsimu tentang orang lain menjadi lebih terbuka, dan kamu bisa memahami bahwa ada banyak orang yang memiliki kepribadian yang berlawanan denganmu.

3. Membuat Kamu Belajar Ikhlas Menerima Diri Sendiri

Setiap manusia tidak ada yang terlahir sempurna, setiap kepribadian memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Orang yang memahami kondisi ini akan lebih mudah menerima dirinya sendiri, dan tidak memaksakan diri untuk jadi yang paling sempurna.

Untuk kamu yang masih penasaran dan ingin mengetahui lebih banyak mengenal kepribadian manusia, buku Tak Masalah Jadi Orang Introver karya Sylvia Loehken dan buku Tak Masalah Menjadi Orang yang Berbeda karya Kim Doo Eung ini bisa jadi bacaanmu selanjutnya.

Kedua buku ini sama-sama mengambil tema kepribadian manusia sebagai fokus utamanya, tapi dari sudut pandang yang berbeda.

Sylvia menulis buku Tak Masalah Jadi Orang Introver dari sudut pandangnya sendiri yang juga seorang introvert.

Lewat pengalamannya, Sylvia bercerita bahwa orang dengan kepribadian apapun akan tetap bisa memiliki hidup yang bahagia, asalkan orang itu mau terus belajar dan berusaha.

Sementara buku Tak Masalah Menjadi Orang yang Berbeda karya Kim Doo Eung ini mengambil sudut pandang dari pemikiran para ibu yang melahirkan tokoh berpengaruh dunia, mereka banyak mengisahkan kepribadian anaknya masing-masing dengan cara yang berbeda, namun tetap menarik untuk dibaca dan dinikmati.

Jika kamu penasaran, kamu bisa dapatkan bukunya di laman Gramedia.com dan bisa membeli e-book resminya di Gramedia Digital.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi