Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fakta Kemunculan Hewan Yang Belum Orang Ketahui

Kompas.com, 16 Februari 2022, 09:00 WIB
Sumber Foto: Gramedia.com
Rujukan artikel ini:
169 + Fakta Asyik Tentang…
Pengarang: Tony Wolf
|
Editor Ratih Widiastuty

Asal Muasal Kemunculan Hewan di Muka Bumi

Hewan ada di mana-mana, mulai dari yang di air, darat, maupun udara.

Ilmuwan bahkan percaya masih ada banyak jenis hewan di Bumi yang belum diketahui.

Kalau begitu, bagaimana dengan yang sudah diketahui? Fakta hewan apa saja yang sudah terkonfirmasi?

Membahas tentang hewan tidak bisa dimulai tanpa tahu tentang bentuk kehidupan pertama, karena hewan merupakan salah satu bentuk kehidupan juga.

Bentuk kehidupan pertama adalah kehidupan di air.

Menelusuri Jejak Kehidupan di Dalam Laut

Kehidupan pertama di muka Bumi muncul di lautan, karena lautan memiliki oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan makhluk hidup.

Awalnya baru ada makhluk hidup bersel satu, misalnya bakteri.

Kadang saat ini pun kita masih bisa menemukan jejak-jejak hewan dan tumbuhan purba.

Penghuni laut purba tidak punya mulut, kepala, ataupun kaki.

Mereka hanya berupa gumpalan jeli yang mengapung.

Kemudian ada bunga karang.

Jutaan tahun setelah kemunculan makhluk hidup pertama, di laut muncul makhluk-makhluk mungil baru.

Organisme mungil itu hidup bersama dalam koloni dan membentuk bunga karang.

Meskipun telah hidup selama lebih dari 2 miliar tahun, bentuk mereka pada dasarnya tetap sama hingga sekarang.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Barulah setelah itu, muncul kehidupan di dasar laut.

Sekitar 400 juta tahun lalu, di dasar laut hidup banyak spesies hewan dan berbagai jenis ganggang.

Bahkan, pada zaman itu, tanaman hanya bisa hidup di laut.

Daratan masih kosong, sehelai rumput pun belum ada.

Setelah ribuan tahun berlalu, anggota keluarga nautilus yang memiliki cangkang melingkar mulai muncul.

“Rumah” itu mudah dibawa ke mana-mana.

Hewan jenis ini, yang diberi nama “ammonite”, sangat bervariasi dan ada di mana-mana.

Lalu, kapan ikan-ikan pertama muncul? Pada suatu waktu, di lautan mulai muncul ikan-ikan pertama yang bertulang belakang.

Mereka sangat berbeda dari ikan modern, sebagian besar punya rahang besar yang kaku dan selalu terbuka, yang digunakan untuk mencari makanan di dasar laut yang berlumpur.

Nah, barusan beberapa fakta yang diambil dari buku berjudul 169+ Fakta Asyik Tentang Hewan.

Buku ini memuat fakta-fakta hewan menarik yang mengasah ilmu anak dan memperluas wawasan mereka.

Cari tahu fakta selengkapnya dengan mendapatkan bukunya di toko Gramedia terdekat atau pesan online di Gramedia.com.

Selain itu, dapatkan gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau