Kisah Maulid Nabi Muhammad Setiap tahun, Maulid Nabi diperingati oleh umat Islam sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah saw.
Namun, di balik peringatan tersebut, masih banyak cerita tentang kelahiran Nabi Muhammad saw. yang belum kita ketahui.
Kisah kelahiran Nabi Muhammad saw. juga bukan sekadar cerita dari masa lalu.
Ada berbagai peristiwa yang terjadi di Jazirah Arab pada masa itu dan menjadi bagian penting dalam sejarah Islam.
Oleh karena itu, mengingat kembali kisah kelahiran Nabi Muhammad saw. bisa menjadi cara untuk mengenal Rasulullah saw. lebih dekat.
Untuk memahami kisah Maulid Nabi Muhammad lebih jauh, mari kita mulai dari kisah kelahiran Rasulullah saw.
Sebelum masuk ke kisah Maulid Nabi Muhammad, ada beberapa peristiwa penting di Jazirah Arab yang perlu diketahui.
Salah satunya adalah peristiwa Pasukan Bergajah yang terjadi menjelang kelahiran Nabi Muhammad saw. di Kota Makkah.
Menjelang pertengahan abad ke-6 Masehi, Jazirah Arab berada di tengah pengaruh dua kekuatan besar dunia, yaitu Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) dan Kekaisaran Persia Sasaniyah.
Abrahah Al-Asyram yang berada di bawah kekuasaan kerajaan Abisinia membangun sebuah katedral megah di Sana'a.
Tujuannya adalah menarik perhatian bangsa Arab agar tidak lagi berziarah ke Ka'bah di Makkah.
Melihat bangsa Arab tetap berbondong-bondong berziarah ke Makkah, Abrahah memimpin ribuan pasukan berperalatan perang lengkap disertai barisan gajah tempur untuk menyerang Ka'bah.
Masyarakat Makkah yang dipimpin Abdul Muthalib memilih meninggalkan kota dan berlindung di perbukitan.
Mereka menyerahkan perlindungan Ka'bah kepada Allah Swt.
Sebelum pasukan Abrahah berhasil memasuki Kota Makkah, Allah Swt. mengirimkan kawanan burung Ababil yang membawa batu dari tanah yang terbakar (sijjil).
Serangan batu berapi tersebut membinasakan seluruh bala tentara Abrahah hingga tubuh mereka hancur laksana daun-daun yang dimakan ulat.
Peristiwa mukjizat penyelamatan Ka'bah ini diabadikan dalam Al-Qur'an surat Al-Fil dan menjadikan tahun tersebut dikenal luas sebagai Tahun Gajah.
Berikut rincian peristiwa suci saat manusia paling agung lahir ke muka bumi:
Nabi Muhammad saw. dilahirkan pada waktu fajar hari Senin, tanggal 12 Rabi'ul Awwal Tahun Gajah, yang bertepatan dengan tanggal 20 April 571 Masehi.
Beliau lahir dari rahim wanita mulia, Sayyidah Aminah binti Wahab, dari kabilah Bani Zuhrah yang terhormat.
Ayahanda beliau, Abdullah bin Abdul Muthalib, telah wafat terlebih dahulu di Yatsrib saat Nabi masih berusia beberapa bulan di dalam kandungan.
Kelahiran bayi suci ini disambut dengan sukacita yang luar biasa oleh seluruh keluarga besar Bani Hasyim di Kota Makkah.
Sang kakek, Abdul Muthalib, membawa cucu yatimnya yang baru lahir tersebut masuk ke dalam Ka'bah untuk memanjatkan doa syukur kepada Allah Swt.
Abdul Muthalib memilihkan nama Muhammad, sebuah nama yang sangat langka di kalangan bangsa Arab pada masa itu.
Ketika ditanya oleh para pemuka Quraisy mengenai alasan pemilihannya, Abdul Muthalib menjawab bahwa ia ingin cucunya menjadi sosok yang selalu terpuji di langit dan di bumi.
Berikut berbagai fenomena luar biasa yang mengiringi malam kelahiran baginda Rasulullah saw.:
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Api suci peribadatan kaum Majusi di Kekaisaran Persia yang menyala tanpa henti selama lebih dari seribu tahun mendadak padam total saat Nabi lahir.
Padamnya api abadi ini menjadi isyarat runtuhnya peradaban penyembahan api dan bergantinya zaman menuju tauhid yang murni.
Sebanyak empat belas balkon utama di istana megah Raja Kisra Anushirwan di Persia tiba-tiba runtuh berguguran pada malam kelahiran Nabi.
Pada saat yang bersamaan, Danau Sawa yang dikeramatkan oleh masyarakat Persia mendadak surut hingga kering kerontang.
Sayyidah Aminah juga menyaksikan seberkas cahaya terang benderang yang memancar dari tubuhnya hingga menerangi istana-istana megah di negeri Syam.
Berikut perjalanan masa kecil baginda Nabi di tengah perkampungan gurun yang asri:
Sesuai tradisi bangsawan Arab Quraisy, bayi Muhammad diserahkan kepada ibu susuan dari desa pedalaman agar terbiasa menghirup udara bersih dan berbahasa fasih.
Sebelumnya bayi Muhammad sempat disusui selama beberapa hari oleh Tsuwaibah, budak perempuan milik Abu Lahab.
Wanita mulia bernama Halimah binti Abu Dzu'aib As-Sa'diyah dari kabilah Bani Sa'ad kemudian dengan tulus bersedia mengasuh bayi yatim tersebut.
Semenjak menyambut bayi Muhammad ke dalam rumahnya, kehidupan keluarga Halimah dipenuhi keberkahan berlimpah berupa ternak yang subur dan air susu yang melimpah.
Ketika berusia sekitar empat tahun di perkampungan Bani Sa'ad, Nabi Muhammad didatangi oleh Malaikat Jibril saat sedang bermain bersama teman-temannya.
Malaikat Jibril membelah dada Nabi, menyucikan hatinya dengan air zamzam, dan mengeluarkan bagian bisikan setan agar hati beliau terjaga murni sepanjang hidup.
Khawatir akan keselamatan sang anak, Halimah kemudian mengembalikan Nabi kecil ke pangkuan ibundanya di Makkah.
Berikut beberapa pelajaran hidup berharga yang dapat kamu petik dari sejarah kelahiran sang teladan semesta:
Nabi Muhammad saw. ditakdirkan lahir dalam keadaan yatim agar beliau memiliki kepekaan sosial yang luar biasa terhadap kaum lemah dan tertindas.
Status yatim ini membuktikan bahwa kemuliaan derajat seseorang tidak ditentukan oleh warisan kekayaan orang tua, melainkan oleh ketinggian budi pekerti.
Mengingat kembali kisah kelahiran Nabi seharusnya mendorong kita untuk terus mengevaluasi sejauh mana akhlak kita telah mencerminkan ajaran beliau.
Mencintai Nabi menuntut pembuktian nyata dalam bentuk kejujuran, kasih sayang kepada sesama, dan integritas dalam kehidupan sehari-hari.
Kisah Maulid dan perjalanan hidup Nabi Muhammad saw. adalah samudra keteladanan yang tidak akan pernah habis digali hikmah dan kebajikannya.
Memperingati hari kelahiran Rasulullah saw. bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan juga menjadi sarana untuk mengingat kembali ajaran dan akhlak yang beliau contohkan.
Di tengah kehidupan saat ini, mengenal perjalanan dan kepribadian Rasulullah dapat membantu kita menemukan banyak hal yang masih relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, mengenal perjalanan hidup dan kepribadian Rasulullah saw. dapat membantu kita melihat banyak contoh baik yang masih bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu buku yang bisa dibaca untuk mengenal sosok Nabi Muhammad saw. lebih dekat adalah Muhammad Sang Influencer Dunia karya Shodiq Elhamba.
Buku ini berbeda dari buku-buku biografi Nabi Muhammad saw. pada umumnya.
Kisah hidup Nabi tidak disajikan berdasarkan urutan waktu, tetapi melalui berbagai sisi kepribadian dan keteladanan Rasulullah saw.
Di dalamnya terdapat kisah perjalanan hidup dan keistimewaan Nabi Muhammad saw., mulai dari kisah Nabi Ibrahim dan Siti Hajar hingga perjalanan dakwah Rasulullah saw. setelah diangkat menjadi Nabi.
Yuk, baca dan dapatkan buku Muhammad Sang Influencer Dunia segera hanya di Gramedia.com.