Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Urutan Siklus Manajemen Bencana yang Benar dan Wajib Dipahami

Kompas.com, 7 Januari 2026, 12:00 WIB
Urutan Siklus Manajemen Bencana yang Benar Sumber Gambar: Pexels.com Urutan Siklus Manajemen Bencana yang Benar
Rujukan artikel ini:
Mitigasi Bencana
Pengarang: Aulia Fadhli
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Indonesia merupakan negara kepulauan yang berdiri di atas pertemuan lempeng tektonik aktif dunia yang rawan guncangan.

Kondisi geografis ini memaksa kita untuk hidup berdampingan dengan risiko bencana alam yang bisa terjadi kapan saja.

Sayangnya, pemahaman masyarakat mengenai langkah yang harus diambil saat bencana terjadi sering kali masih minim.

Ketidaktahuan ini sering kali memperburuk dampak kerugian, baik dari sisi materi maupun korban jiwa.

Bencana memang tidak bisa kita tolak, namun dampaknya bisa kita kurangi dengan pengetahuan yang tepat.

Salah satu pengetahuan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap warga negara adalah memahami siklus manajemen bencana.

Siklus ini adalah panduan sistematis yang mengatur apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana.

Memahami alur ini membantu kita bertindak lebih tenang, terarah, dan efektif dalam situasi darurat yang kacau.

Apa itu Siklus Manajemen Bencana?

Siklus manajemen bencana adalah sebuah proses berkelanjutan yang dirancang untuk mengelola risiko dan dampak dari kejadian bencana.

Sistem ini tidak bekerja secara linear atau putus-putus, melainkan berputar terus-menerus tanpa henti sepanjang waktu.

Tujuannya adalah menciptakan kerangka kerja yang menyeluruh dalam menangani ancaman bahaya di suatu wilayah tertentu.

Proses ini melibatkan serangkaian upaya perencanaan, pengorganisasian, serta pelaksanaan langkah-langkah penanggulangan bencana yang terpadu.

Dalam praktiknya, siklus ini membagi penanganan bencana ke dalam tiga fase utama yang saling berkaitan erat.

Fase tersebut meliputi tahap pra bencana, tahap tanggap darurat saat terjadi bencana, dan tahap pasca bencana.

Pemahaman yang utuh mengenai definisi ini menjadi fondasi utama sebelum kita mempelajari langkah teknisnya.

Manfaat Memahami Siklus Manajemen Bencana

Penerapan siklus yang benar memberikan dampak positif yang sangat besar bagi keselamatan masyarakat luas.

Berikut adalah manfaat utamanya.

1. Meminimalisir Jatuhnya Korban Jiwa

Pengetahuan yang baik tentang peringatan dini memungkinkan masyarakat melakukan evakuasi mandiri sebelum bahaya besar datang menerjang.

Waktu evakuasi yang lebih cepat dan terarah tentu saja menyelamatkan lebih banyak nyawa dari ancaman maut.

2. Mengurangi Kerugian Materi dan Aset

Langkah mitigasi yang dilakukan jauh hari dapat melindungi aset berharga seperti rumah dan lahan pertanian.

Kerusakan infrastruktur publik juga bisa ditekan jika konstruksi bangunan sudah disesuaikan dengan standar tahan bencana.

3. Mempercepat Proses Pemulihan Ekonomi

Wilayah yang menerapkan manajemen bencana yang baik cenderung bangkit lebih cepat setelah dihantam bencana besar.

Roda ekonomi masyarakat tidak akan lumpuh total dalam waktu lama karena rencana pemulihan sudah disiapkan.

4. Meningkatkan Kesiapan Psikologis Masyarakat

Masyarakat yang paham alur bencana tidak akan mudah panik atau mengalami trauma berkepanjangan pasca kejadian.

Ketenangan mental ini sangat dibutuhkan untuk mengambil keputusan rasional di tengah situasi krisis yang mencekam.

5. Mengoptimalkan Penyaluran Bantuan

Pemahaman siklus membantu pemerintah dan relawan mendistribusikan logistik tepat sasaran ke wilayah yang paling membutuhkan.

Hal ini mencegah penumpukan bantuan di satu titik sementara wilayah lain mengalami kelaparan atau kekurangan obat.

Urutan Siklus Manajemen Bencana

Agar penanganan berjalan efektif, urutan siklus manajemen bencana yang benar adalah dimulai dari pra bencana, saat bencana, hingga pasca bencana.

Tahap Pra Bencana (Situasi Tidak Ada Bencana)

Pada tahap ini, fokus utama adalah perencanaan dan persiapan matang sebelum ancaman benar-benar muncul di depan mata.

1. Pencegahan (Prevention)

Langkah ini mencakup upaya mutlak untuk menghilangkan atau mengurangi kemungkinan terjadinya ancaman bencana di suatu wilayah.

Contoh konkretnya adalah melarang pembakaran hutan secara liar atau melarang pendirian bangunan di bantaran sungai.

2. Mitigasi (Mitigation)

Mitigasi berfokus pada upaya struktural dan non-struktural untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh bencana.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Tindakan ini bisa berupa pembangunan tanggul banjir, penanaman bakau, hingga penyusunan peraturan tata ruang wilayah.

3. Kesiapsiagaan (Preparedness)

Tahap ini memastikan masyarakat memiliki rencana aksi yang jelas dan terlatih untuk menghadapi kondisi darurat.

Kegiatan utamanya meliputi penyusunan rencana kontinjensi, simulasi evakuasi rutin, dan penyiapan tas siaga bencana.

4. Peringatan Dini (Early Warning)

Sistem ini bertugas memberikan informasi akurat dan cepat kepada masyarakat mengenai potensi ancaman yang mendekat.

Tujuannya adalah memberi waktu emas bagi warga untuk menyelamatkan diri menuju titik kumpul yang aman.

Tahap Ketika Terjadi Bencana (Tanggap Darurat)

Fase ini berlangsung saat serangan bencana sedang terjadi atau sesaat setelahnya, menuntut respons yang sangat cepat.

1. Tanggap Darurat (Emergency Response)

Ini adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan segera pada saat kejadian untuk menangani dampak buruk yang timbul.

Fokus utamanya adalah penyelamatan korban, evakuasi warga terdampak, dan perlindungan terhadap kelompok rentan seperti lansia.

2. Kaji Cepat (Rapid Assessment)

Tim khusus akan diterjunkan untuk menilai tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak para korban di lapangan.

Data ini menjadi dasar penentuan status darurat dan jenis bantuan logistik yang harus segera dikirimkan.

3. Pemenuhan Kebutuhan Dasar

Pemerintah dan relawan wajib menyediakan air bersih, pangan, sandang, serta layanan kesehatan bagi para pengungsi.

Bantuan ini harus segera didistribusikan untuk mencegah munculnya wabah penyakit atau kelaparan di lokasi pengungsian.

4. Perlindungan Kelompok Rentan

Prioritas perlindungan diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan lansia selama masa tanggap darurat.

Langkah ini memastikan bahwa mereka yang tidak bisa menyelamatkan diri sendiri tetap mendapatkan akses keselamatan.

Tahap Pasca Bencana (Pemulihan)

Setelah masa kritis berlalu, fokus beralih pada upaya mengembalikan kondisi kehidupan masyarakat menjadi normal kembali.

1. Rehabilitasi (Rehabilitation)

Rehabilitasi adalah perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik atau masyarakat sampai tingkat yang memadai.

Kegiatannya meliputi perbaikan sekolah darurat, pembersihan puing reruntuhan, dan pemulihan trauma psikologis bagi korban.

2. Rekonstruksi (Reconstruction)

Tahap ini membangun kembali semua prasarana dan sarana secara permanen agar lebih baik dari kondisi sebelumnya.

Pembangunan rumah tahan gempa adalah contoh nyata penerapan prinsip "build back better" dalam fase ini.

3. Pemulihan Ekonomi dan Sosial

Upaya ini bertujuan menghidupkan kembali pasar, kegiatan pertanian, dan interaksi sosial yang sempat mati suri.

Pemberian modal usaha atau bibit tanaman sering dilakukan agar penyintas bisa kembali mandiri secara finansial.

4. Evaluasi Menyeluruh

Pihak berwenang akan meninjau kembali seluruh proses penanganan untuk menemukan celah kekurangan yang perlu diperbaiki.

Hasil evaluasi ini akan menjadi bahan pembelajaran penting untuk menyempurnakan rencana mitigasi di masa depan.

Bekali Diri Sebelum Terlambat

Bencana alam adalah realitas yang tidak bisa kita hindari, namun dampaknya sangat bisa kita kelola.

Memahami siklus manajemen bencana bukan hanya tugas pemerintah atau tim SAR, melainkan tanggung jawab setiap individu.

Dengan mengetahui urutan yang benar, mulai dari pencegahan hingga rekonstruksi, kita dapat mengambil peran aktif dalam melindungi diri sendiri dan keluarga.

Ingatlah bahwa keselamatan bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari persiapan yang matang dan pengetahuan yang mumpuni.

Jika kamu ingin mendalami wawasan mengenai ragam ancaman alam dan cara penanganan spesifiknya, literatur yang tepat sangatlah dibutuhkan.

Buku Mitigasi Bencana karya Aulia Fadhli adalah referensi komprehensif yang wajib kamu baca.

Buku ini memuat informasi mendetail mengenai definisi bencana, maksud dari mitigasi, hingga ragam jenis bencana yang ada.

Dalam bukunya, penulis juga menguraikan penanganan teknis yang harus dilakukan pada setiap jenis bencana alam yang mungkin terjadi.

Segera baca dan pesan bukunya di Gramedia.com!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Jembatani Sains dan Etika, Al-Hikam Malang Hadirkan Wamen Prof. Stella Christie di Festival Ilmiah Santri 2026

Jembatani Sains dan Etika, Al-Hikam Malang Hadirkan Wamen Prof. Stella Christie di Festival Ilmiah Santri 2026

buku
Anatomi Fisiologis Jantung: Struktur, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Anatomi Fisiologis Jantung: Struktur, Fungsi, dan Cara Kerjanya

buku
Bagaimana Susunan Tata Surya Terbentuk dan Tersusun? Ini Penjelasannya

Bagaimana Susunan Tata Surya Terbentuk dan Tersusun? Ini Penjelasannya

buku
Apa Arti Nonchalant dalam Bahasa Gaul?

Apa Arti Nonchalant dalam Bahasa Gaul?

buku
Apa yang Dibutuhkan Anak Broken Home? Panduan Membangun Mental Juara

Apa yang Dibutuhkan Anak Broken Home? Panduan Membangun Mental Juara

buku
Mengenal Citra Satelit sebagai Teknologi Penginderaan Jauh Modern

Mengenal Citra Satelit sebagai Teknologi Penginderaan Jauh Modern

buku
10 Cara Menerapkan Pola Hidup Sehat: Strategi Penting untuk Umur Panjang

10 Cara Menerapkan Pola Hidup Sehat: Strategi Penting untuk Umur Panjang

buku
10 Contoh Pola Hidup Sehat yang Mudah untuk Diterapkan

10 Contoh Pola Hidup Sehat yang Mudah untuk Diterapkan

buku
9 Makanan Buka Puasa Khas Asia yang Populer dan Enak

9 Makanan Buka Puasa Khas Asia yang Populer dan Enak

buku
Keutamaan Malam Lailatul Qadar: Malam yang Bisa Mengubah Hidup Kamu

Keutamaan Malam Lailatul Qadar: Malam yang Bisa Mengubah Hidup Kamu

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo Makassar: Kisah Kejayaan Hingga Keruntuhannya

Masa Kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo Makassar: Kisah Kejayaan Hingga Keruntuhannya

buku
Waktu yang Tepat untuk Meditasi agar Manfaatnya Lebih Optimal

Waktu yang Tepat untuk Meditasi agar Manfaatnya Lebih Optimal

buku
Mengenalkan Konsep Uang Lewat Cerita yang Menyenangkan

Mengenalkan Konsep Uang Lewat Cerita yang Menyenangkan

buku
Apa Saja Kebutuhan Protein untuk Bulking? Cari Tahu di Sini! 

Apa Saja Kebutuhan Protein untuk Bulking? Cari Tahu di Sini! 

buku
Menyelami Misteri Laut Melalui “Why? The Sea – Laut (Edisi Baru)”!

Menyelami Misteri Laut Melalui “Why? The Sea – Laut (Edisi Baru)”!

buku
Dampak Strict Parents pada Remaja: Disiplin, Tekanan Mental, atau Luka Emosional?

Dampak Strict Parents pada Remaja: Disiplin, Tekanan Mental, atau Luka Emosional?

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau