Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Saat Sedih Dada Terasa Sakit? Ini Penjelasan Medis di Baliknya

Kompas.com, 29 Desember 2025, 16:00 WIB
Kenapa Saat Sedih Dada Terasa Sakit  Sumber Gambar: Pexels.com Kenapa Saat Sedih Dada Terasa Sakit 
Rujukan artikel ini:
Seni Menyembuhkan Sakit Hati
Pengarang: Claudia Sabrina
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Pernahkah kamu merasa seolah ada batu besar yang menindih dada saat mengalami kesedihan mendalam atau kehilangan seseorang yang dicintai?

Rasa nyeri tersebut begitu nyata, menusuk, dan sering kali membuat napas terasa sesak hingga membuatmu bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan kesehatan jantungmu.

Fenomena ini bukanlah imajinasi atau dramatisasi perasaan semata, melainkan respons biologis tubuh yang valid terhadap tekanan emosional yang berat.

Banyak orang bertanya-tanya kenapa saat sedih dada terasa sakit, khawatir mereka mungkin mengalami serangan jantung fisik.

Kabar baiknya, meskipun rasanya sangat menyakitkan, kondisi ini umumnya bersifat sementara dan dapat dijelaskan secara medis.

Memahami apa yang terjadi di dalam tubuh saat hati sedang hancur adalah langkah pertama untuk berdamai dengan rasa sakit tersebut dan memulai proses pemulihan.

Hubungan Antara Rasa Sakit Emosional dan Gejala Fisik

Tubuh dan pikiran manusia tidak bekerja secara terpisah, melainkan terhubung dalam satu jaringan komunikasi yang rumit.

Saat kamu mengalami penolakan sosial atau kehilangan, otak mengaktifkan area yang sama dengan area yang menyala saat kamu merasakan sakit fisik akibat cedera.

Inilah alasan mengapa dada sesak saat sedih terasa sangat mirip dengan rasa nyeri akibat pukulan fisik.

Istilah medis sering menyebut kondisi ini sebagai nyeri dada psikosomatis, pemicu utamanya adalah gejolak psikologis yang bermanifestasi menjadi gejala fisik.

Rasa sakit ini adalah cara tubuh memberitahu bahwa emosi yang kamu rasakan sudah melampaui ambang batas toleransi stres normal.

Kamu tidak sedang "gila" atau berlebihan, tapi tubuhmu hanya sedang merespons ancaman emosional seolah-olah itu adalah ancaman fisik nyata.

Peran Otak dan Sistem Saraf

Pusat kendali dari sensasi nyeri ini bermula di otak, tepatnya pada bagian yang disebut Anterior Cingulate Cortex (ACC).

Bagian ini bertugas mengatur reaksi emosional sekaligus mendeteksi rasa sakit fisik.

Ketika stres emosional memuncak, ACC mengirimkan sinyal bahaya ke saraf vagus, yaitu saraf terpanjang yang menghubungkan otak dengan dada dan perut.

Saraf vagus yang terstimulasi berlebihan ini kemudian memicu sensasi "remasan" atau ketidaknyamanan di area dada dan ulu hati.

Bersamaan dengan itu, otak membanjiri tubuh dengan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin dalam jumlah besar.

Lonjakan hormon ini membuat detak jantung menjadi tidak beraturan dan pembuluh darah menyempit, menyebabkan otot jantung kekurangan oksigen sementara yang kita rasakan sebagai patah hati.

Jenis Sindrom Patah Hati (Takotsubo Cardiomyopathy)

Dalam dunia medis, kondisi ekstrem akibat kesedihan ini dikenal sebagai Takotsubo Cardiomyopathy atau Broken Heart Syndrome.

Berikut adalah variasi jenisnya berdasarkan area jantung yang terdampak.

1. Tipe Apikal (Apical)

Tipe apikal adalah bentuk paling umum di mana ujung bawah bilik jantung kiri (apeks) melemah dan menggembung seperti perangkap gurita.

Bagian pangkal jantung justru berkontraksi secara berlebihan atau hiperkinetik untuk mengompensasi kelemahan di bagian ujung tersebut.

2. Tipe Mid-ventrikular

Kelemahan otot atau hipokinesia terjadi secara spesifik pada bagian tengah dinding bilik jantung kiri.

Bagian ujung bawah dan bagian atas jantung tetap bekerja normal atau bahkan lebih keras dari biasanya.

3. Tipe Basal (Reverse Takotsubo)

Kondisi ini merupakan kebalikan dari tipe apikal, kelemahan justru terjadi pada bagian pangkal jantung.

Ujung jantung tetap berkontraksi dengan baik, namun aliran darah terganggu karena pangkalnya tidak memompa maksimal.

4. Tipe Fokal (Focal)

Kelainan gerakan dinding jantung hanya terjadi pada satu titik area kecil yang sangat spesifik dan terlokalisir.

Tipe ini sering kali paling sulit didiagnosis karena gejalanya tidak sejelas tipe lain pada pemeriksaan pencitraan.

5. Tipe Biventrikular

Kelemahan otot tidak hanya menyerang bilik kiri, tetapi juga meluas hingga memengaruhi fungsi bilik kanan jantung.

Jenis ini cenderung memberikan gejala klinis yang lebih berat dan memerlukan penanganan medis yang lebih intensif.

Gejala Sindrom Patah Hati yang Perlu Diwaspadai

Mengenali tanda-tanda fisik ini sangat penting agar kamu bisa membedakannya dengan serangan jantung koroner biasa.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

1. Nyeri Dada Mendadak (Angina)

Rasa sakit muncul tiba-tiba di tengah dada berupa tekanan berat, rasa terbakar, atau sensasi diremas kuat.

Nyeri ini bisa muncul beberapa menit atau jam setelah kamu menerima kabar buruk atau mengalami stres hebat.

2. Sesak Napas (Dispnea)

Pada kondisi ini kamu merasa kesulitan menarik napas panjang seolah-olah pasokan oksigen di ruangan tiba-tiba menipis.

Kondisi ini terjadi karena jantung gagal memompa darah secara efektif ke paru-paru akibat kelemahan otot sementara.

3. Detak Jantung Tidak Teratur (Aritmia)

Jantung terasa berdebar sangat kencang atau justru melewatkan satu ketukan yang membuat dada terasa tidak nyaman.

Ketidakstabilan listrik jantung ini disebabkan oleh banjir hormon adrenalin yang mengganggu ritme normal organ tersebut.

4. Keringat Dingin dan Pusing

Tubuh tiba-tiba mengeluarkan keringat berlebih disertai rasa melayang atau ingin pingsan karena tekanan darah menurun.

Gejala ini menandakan bahwa sirkulasi darah ke otak sedang terganggu akibat pompa jantung yang tidak optimal.

5. Kelelahan Ekstrem

Rasa lelah yang luar biasa muncul seketika dan membuatmu menjadi tidak bertenaga untuk melakukan aktivitas fisik ringan sekalipun.

Energi tubuh habis terkuras untuk menyeimbangkan kembali sistem organ yang terguncang oleh lonjakan hormon stres.

Cara Mencegah Sindrom Patah Hati

Meskipun kesedihan tidak bisa dihindari, kita bisa memperkuat pertahanan tubuh agar dampaknya tidak merusak jantung.

1. Terapkan Teknik Pernapasan Dalam

Latihan napas panjang secara rutin terbukti ampuh menenangkan saraf vagus dan menurunkan detak jantung yang memburu.

Luangkan waktu lima menit setiap pagi untuk bernapas perlahan agar sistem saraf lebih tahan banting.

2. Pertahankan Pola Makan Sehat

Nutrisi yang baik memberikan bahan bakar bagi tubuh untuk memproduksi hormon kebahagiaan seperti serotonin dan dopamin.

Hindari konsumsi gula berlebih atau kafein saat sedang sedih karena dapat memperparah kecemasan dan debaran jantung.

3. Prioritaskan Tidur yang Berkualitas

Tidur adalah waktu bagi otak untuk memproses emosi dan membersihkan racun sisa metabolisme penyebab stres.

Pastikan tidur selama tujuh hingga delapan jam sehari untuk menjaga stabilitas emosi dan kesehatan jantung.

4. Lakukan Aktivitas Fisik Ringan

Berjalan kaki atau yoga membantu membakar kelebihan adrenalin dalam darah sehingga ketegangan pada otot jantung berkurang.

Gerakan tubuh memicu pelepasan endorfin yang bertindak sebagai penghilang rasa sakit alami bagi fisik dan batin.

5. Bangun Koneksi Sosial yang Kuat

Berbicara dengan sahabat atau keluarga dapat mengurangi beban pikiran dan menurunkan risiko gangguan jantung akibat kesepian.

Dukungan emosional dari orang lain adalah pelindung terkuat melawan dampak mematikan dari sindrom patah hati.

Menyembuhkan Luka Batin untuk Jantung yang Lebih Kuat

Mengetahui alasan penyebab dada sakit saat sedih memberikan validasi bahwa penderitaan yang kamu alami adalah nyata dan biologis.

Rasa sakit ini adalah sinyal bahwa kamu adalah manusia yang memiliki perasaan mendalam.

Namun, jangan biarkan rasa sakit ini menetap terlalu lama hingga merusak kesehatan jangka panjang.

Proses penyembuhan memang membutuhkan waktu, namun dengan strategi yang tepat, hati bisa pulih lebih kuat dari sebelumnya.

Jika kamu merasa terjebak dalam lingkaran kesedihan atau dendam yang tak kunjung padam, mungkin ini saatnya mencari panduan yang lebih terstruktur.

Membaca literatur yang tepat bisa menjadi terapi mandiri yang efektif.

Buku Seni Menyembuhkan Sakit Hati karya Claudia Sabrina adalah teman perjalanan yang tepat untuk fase ini.

Buku ini tidak hanya sekadar memotivasi, tetapi menunjukkan langkah konkret cara untuk menyembuhkan kebencian terhadap masa lalu yang menyakitkan.

Kamu akan dipandu untuk melepaskan beban emosi dan menciptakan hubungan yang lebih dekat juga sehat yang akan bertahan seumur hidup.

Segera dapatkan buku inspiratif ini di Gramedia.com dan mulailah langkah pertama menuju kebebasan hati kamu hari ini!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Anatomi Fisiologis Sistem Pencernaan dan Mekanisme Kerjanya

Anatomi Fisiologis Sistem Pencernaan dan Mekanisme Kerjanya

buku
Tips Melakukan Bulking untuk Orang Kurus yang Efektif

Tips Melakukan Bulking untuk Orang Kurus yang Efektif

buku
8 Jenis Bencana Alam yang Sering Terjadi di Indonesia

8 Jenis Bencana Alam yang Sering Terjadi di Indonesia

buku
ASN adalah Aparatur Sipil Negara: Berikut Penjelasan dan Jenisnya 

ASN adalah Aparatur Sipil Negara: Berikut Penjelasan dan Jenisnya 

buku
15 Keterampilan Dasar untuk Menjadi Seorang Wirausaha

15 Keterampilan Dasar untuk Menjadi Seorang Wirausaha

buku
Cara Daftar KIP Kuliah: Wujudkan Mimpi Kuliah Gratis dan Ubah Masa Depanmu

Cara Daftar KIP Kuliah: Wujudkan Mimpi Kuliah Gratis dan Ubah Masa Depanmu

buku
20 Rekomendasi Warna Cat Tembok yang Bagus untuk Rumah Minimalis Modern

20 Rekomendasi Warna Cat Tembok yang Bagus untuk Rumah Minimalis Modern

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Banten: Perdagangan Internasional, Pusat Islam, dan Simbol Kedaulatan Nusantara

Masa Kejayaan Kerajaan Banten: Perdagangan Internasional, Pusat Islam, dan Simbol Kedaulatan Nusantara

buku
Apakah Trust Issue Penyakit Mental? Berikut Penjelasan dan Strategi Pemulihannya

Apakah Trust Issue Penyakit Mental? Berikut Penjelasan dan Strategi Pemulihannya

buku
TKA Artinya Apa? Definisi, Mata Pelajaran, dan Faktanya

TKA Artinya Apa? Definisi, Mata Pelajaran, dan Faktanya

buku
Serunya Belajar Angka Bersama “Ensiklopedia Si Kecil Cerdas Matematika”!

Serunya Belajar Angka Bersama “Ensiklopedia Si Kecil Cerdas Matematika”!

buku
Anatomi Fisiologis Kulit Manusia dan Fungsinya

Anatomi Fisiologis Kulit Manusia dan Fungsinya

buku
15 Rekomendasi Warna Kutek yang Bagus untuk Kulit Cerah

15 Rekomendasi Warna Kutek yang Bagus untuk Kulit Cerah

buku
Apa yang Dimaksud Strict Parents? Pola Asuh Ketat yang Membentuk Cara Hidup Anak

Apa yang Dimaksud Strict Parents? Pola Asuh Ketat yang Membentuk Cara Hidup Anak

buku
Tugas dan Peran Tuan Rumah Piala Dunia: Lebih dari Sekadar Pertandingan

Tugas dan Peran Tuan Rumah Piala Dunia: Lebih dari Sekadar Pertandingan

buku
Bagaimana Sistem Galaksi Bintang Terbentuk dan Berkembang?

Bagaimana Sistem Galaksi Bintang Terbentuk dan Berkembang?

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau