Penyebab Perasaan Tiba-Tiba Tidak Enak Pernahkah kamu tiba-tiba merasa gelisah, tidak nyaman, atau pikiran jadi tidak tenang tanpa tahu apa penyebabnya? Banyak orang mengalami hal serupa, namun jarang memahami dengan benar dari mana perasaan itu berasal.
Perasaan seperti itu ternyata bisa muncul dari banyak faktor, terutama yang berkaitan dengan kondisi psikologis, meski tubuh juga ikut memberikan sinyal yang sering kali tidak kita sadari.
Padahal, dengan memahami berbagai penyebab perasaan tiba-tiba tidak enak tersebut, kita bisa lebih mudah mengenali apa yang sebenarnya terjadi dalam diri dan mengambil langkah tepat untuk mengatasinya.
Artikel ini akan membahas lebih dalam faktor-faktor psikologis yang sering diabaikan agar kamu lebih peka terhadap sinyal tubuh dan emosi yang muncul.
Perasaan tiba-tiba tidak enak tanpa sebab sering kali berkaitan erat dengan kondisi psikologis seseorang.
Pikiran dan emosi mempunyai pengaruh besar terhadap bagaimana tubuh bereaksi, bahkan ketika kamu tidak menyadarinya.
Berikut beberapa faktor psikologis yang bisa memicu munculnya perasaan tersebut.
Kadang kamu merasa baik-baik saja, padahal sebenarnya sedang menahan beban pikiran yang cukup berat.
Stres yang menumpuk tanpa penyaluran bisa memicu sensasi tidak nyaman seperti gelisah, sesak di dada, atau bahkan sakit kepala tanpa sebab jelas.
Kecemasan sering muncul tanpa pemicu yang jelas karena dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Otak mengirim sinyal bahaya meskipun tidak ada ancaman nyata sehingga tubuh merespons dengan jantung berdebar, keringat dingin, atau rasa tidak tenang yang sulit dijelaskan.
Terlalu banyak memikirkan sesuatu, terutama hal yang belum tentu terjadi dapat membuat otak terus bekerja tanpa istirahat.
Akibatnya, kamu jadi mudah merasa lelah, sedih, atau muncul perasaan “tidak enak” tanpa tahu alasannya.
Emosi yang tidak diungkapkan, seperti marah, kecewa, atau sedih bisa tersimpan di alam bawah sadar.
Ketika emosi tersebut terus dipendam tanpa diolah atau diekspresikan, tubuh menanggapi dengan cara yang nyata secara fisik.
Misalnya, merasa sesak napas, dada terasa berat, atau bahkan mual tanpa sebab.
Kondisi ini terjadi ketika stres atau kecemasan memengaruhi fungsi tubuh.
Misalnya, perasaan tidak enak di perut atau dada yang sebenarnya bukan karena penyakit fisik, tapi karena pikiran yang terlalu tegang.
Terlalu banyak beban pikiran, tanggung jawab, atau aktivitas multitasking bisa membuat otak kelelahan.
Kondisi ini sering membuat kamu merasa “kosong”, bingung, dan tiba-tiba tidak nyaman tanpa tahu apa penyebabnya.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Tanda-tanda berikut ini bisa jadi bentuk peringatan agar kamu berhenti sejenak dan memperhatikan kondisi dirimu sendiri.
Kalau kamu tiba-tiba merasa jantung berdetak cepat padahal tidak sedang berolahraga atau cemas karena hal tertentu, bisa jadi tubuh sedang merespons stres atau tekanan emosional yang terpendam.
Ini tanda kalau pikiranmu sedang tidak tenang.
Ketegangan otot di bagian atas tubuh sering jadi tanda kamu menahan beban pikiran.
Emosi seperti cemas, takut, atau khawatir bisa membuat tubuh refleks “mengencang” seolah sedang bersiap menghadapi bahaya.
Perut dikenal sebagai “otak kedua” karena banyak saraf di sana terhubung langsung ke sistem emosional.
Jadi, kalau kamu merasa mual, kembung, atau tidak nyaman di perut tanpa alasan jelas, bisa jadi itu tanda kamu sedang tertekan atau cemas.
Pikiran yang belum selesai sering terbawa sampai malam hari.
Kalau kamu sering terbangun tiba-tiba, mengalami mimpi buruk, atau sulit tidur tanpa alasan, hal itu bisa menjadi bentuk protes tubuh yang memberi sinyal bahwa mentalmu membutuhkan ketenangan.
Saat emosi tidak stabil, nafsu makan bisa menurun tajam atau malah meningkat berlebihan. Perubahan ini biasanya terjadi karena hormon stres seperti kortisol ikut memengaruhi sistem pencernaan dan metabolisme tubuh.
Kelelahan emosional bisa terasa seperti kelelahan fisik.
Kamu mungkin merasa ingin tidur terus, sulit fokus, atau kehilangan motivasi.
Ini merupakan tanda bahwa energi mentalmu terkuras dan tubuh kamu perlu waktu untuk pulih.
Perasaan tiba-tiba tidak enak memang terkadang membuat bingung, apalagi kalau kamu nggak tahu dari mana asalnya.
Namun, dengan memahami bahwa tubuh dan pikiranmu saling terhubung, kamu bisa mulai belajar mengenali tanda-tanda yang selama ini mungkin kamu abaikan.
Kadang, perasaan gelisah atau tidak nyaman itu bukan pertanda buruk, tapi sinyal halus bahwa kamu perlu istirahat atau menata ulang pikiran.
Jadi, daripada terus bertanya “kenapa aku merasa begini?”, coba luangkan waktu untuk mendengarkan tubuhmu dan menenangkan isi kepalamu.
Untuk membantumu lebih peka mengenali perasaan dan mengelola emosi dengan baik, buku Seni Mengelola Emosi karya In Hyun Jin bisa menjadi pilihan tepat.
Buku ini membahas tentang bagaimana cara menghentikan pikiran negatif, serta langkah-langkah untuk merasakan, mengenali dan mengendalikan emosi dalam diri.
Melalui buku ini, pembaca diajak untuk mengelola emosi secara sehat, menenangkan pikiran, dan merespons perasaan dengan cara yang bijak.
Baca dan dapatkan segera buku Seni Mengelola Emosi di Gramedia.com!