Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Segara Alam dalam Namaku Alam: Spin Off Novel Pulang Karya Leila S. Chudori

Kompas.com, 9 Agustus 2023, 09:59 WIB
Namaku Alam Namaku Alam
Rujukan artikel ini:
Namaku Alam
Pengarang: Leila S. Chudori
|
Editor Puteri

Aku mengenal Bapak dari cerita-cerita Ibu, Yu Kenanga, Yu Bulan, dan Om Aji. Kenanganku tentang Bapak tetap samar-samar. Aku hanya punya sekelebat bayang-bayang, bagaimana dia sering menggendong dan memangku aku, anak lelaki bungsunya.

Segara Alam merupakan salah satu karakter ciptaan Leila S. Chudori yang meninggalkan kesan mendalam bagi para pembaca buku Pulang.

Meskipun muncul nyaris di akhir cerita, Segara Alam berhasil merebut perhatian pembaca.

Alam menjadi salah satu karakter yang membuat gemas sekaligus penasaran–siapa sih sesungguhnya pria yang sejak kecil dibebani sejarah yang kelam ini?

Ternyata sang penulis, Leila S. Chudori, juga memiliki perhatian khusus terhadap karakter Segara Alam yang kuat ini.

Menjawab rasa penasaran para pembaca, kisah Segara Alam selengkapnya akan segera dapat kamu baca di buku Namaku Alam, yang mulai bisa kamu pesan di hari ini!

Nah, untuk kamu yang kangen atau penasaran dengan sosok Segara Alam, yuk kenalan dengan sang aktivis berkharisma di buku Pulang!

Segara Alam dan Kharismanya

Ada satu bagian khusus yang berjudul Segara Alam dalam buku Pulang karya Leila S. Chudori.

Berbagi pusat cerita bersama Dimas Suryo dan Lintang Utara, tentunya karakter ini memancing pertanyaan.

Siapakah sebenarnya Segara Alam?

Mengapa ia memiliki peran yang begitu besar dalam hidup Dimas Suryo dan Lintang Utara?

"Segara Alam. Lelaki tinggi, berambut ikal, berkulit cokelat gosong karena jilatan matahari, dan berwajah kasar oleh bekas jenggot yang dicukur. Mungkin dia seorang atlet atau mungkin dia rajin berlari pagi, entahlah."

Lewat narasi Lintang, kita bisa sedikit banyak membayangkan bagaimana rupa Segara Alam.

Bahkan lewat kata-kata, kehadiran Segara Alam membawa sebuah kesan kuat bagi pembaca.

Kalau kamu membayangkan Segara Alam mirip seperti siapa nih di kehidupan nyata?

Alam sempat menuturkan sedikit kisahnya sebagai pembuka bab.

Ia mengisahkan bagaimana ia hidup dengan menanggung "dendam" akibat keluarganya yang selalu didiskriminasi karena keterlibatan sang ayah dengan pihak yang dihitamkan sejarah.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Dari kecil, Alam belajar untuk membela dirinya sendiri dari cercaan mereka yang menunjuknya dengan hina.

Ia juga melindungi sang sahabat, Bimo, yang lebih banyak pasrah menerima penghinaan tersebut.

Akibatnya, Alam tumbuh jadi anak yang tempramental dan dipandang bermasalah. Ibunya bolak balik dipanggil ke sekolah karena kelakuannya yang tak layak.

Meskipun sekolahnya sendiri keberatan mengeluarkan Alam yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata dengan kemampuan photographic memory-nya.

Namun, ingatannya yang tajam ini justru menyiksanya.

Ia jadi mengingat segala-galanya yang ia alami, dan memperdalam perasaan dendamnya.

Dalam buku Pulang, kamu bisa mengintip sedikit seperti apa masa kecil yang harus dilalui Segara Alam.

Pasti kamu penasaran kan seperti apa kehidupan Segara Alam?

Namaku Alam, Membahas Tuntas Kisah Hidup Alam

Rasa penasaran kamu akan tuntas terjawab lewat buku Namaku Alam, yang bisa kamu pesan di Gramedia.com mulai dari tanggal 9-15 Agustus 2023.

Sedikit bocoran untuk kamu, Namaku Alam akan menceritakan kisah hidup Alam.

Latarnya berada di tahun 1965-1982.

Dalam kisah ini, kamu dapat menjadi saksi langsung bagaimana kehidupan keluarga Alam yang terkena stigma buruk dari masyarakat membentuk karakter seorang Segara Alam yang dikenal pembaca sekarang.

Tentunya, kamu juga akan turut mengalami cuplikan-cuplikan peristiwa bersejarah yang terjadi dalam rentang waktu tersebut.

Buku Namaku Alam bisa kamu pesan mulai dari hari ini di Gramedia.com.

Di cetakan pre order pertama ini, kamu akan mendapatkan diskon 10% dan tanda tangan basah dari penulis.

Khusus untuk kamu yang memesan dari warehouse Matraman, kamu juga akan mendapatkan art print dan frame-nya. Menarik bukan?

Kamu juga bisa memesan buku Namaku Alam di Shopee Gramedia Official, lho!

Yuk, langsung lakukan pemesanan sekarang juga sebelum kehabisan!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau