Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Perayaan Ulang Tahun dan Referensinya dalam Berbagai Perspektif Agama

Kompas.com, 31 Juli 2023, 09:30 WIB
Sejarah Perayaan Ulang Tahun Photo by Pavel Danilyuk on Pexels Sejarah Perayaan Ulang Tahun
Rujukan artikel ini:
Kupas Tuntas Rahasia Tanggal Kelahiran,…
Pengarang: Petir Abimanyu
|
Editor Rahmad

Bagaimana kamu merayakan ulang tahun? Yap, setiap orang punya caranya sendiri untuk merayakan ulang tahun, layaknya perayaan yang biasa kita saksikan dengan cake atau euforia lainnya.

Namun, tahukah kamu dari mana budaya perayaan hari lahir tersebut? Yuk, simak bagaimana sejarah perayaan ulang tahun dan perspektifnya dari berbagai agama.

Sejarah Perayaan Ulang Tahun

Perayaan ulang tahun adalah praktik kuno yang telah ada sejak zaman kuno. Di banyak budaya di seluruh dunia, manusia telah merayakan momen spesial saat mereka mencapai usia yang lebih tua setiap tahunnya.

Meskipun tidak ada catatan tertulis yang pasti tentang asal-usul perayaan ulang tahun, ada beberapa teori tentang sejarahnya:

1. Asal-Usul Pemujaan Dewa

Beberapa sejarawan berpendapat bahwa perayaan ulang tahun memiliki akar dalam pemujaan dewa-dewi atau roh-roh tertentu.

Dalam banyak masyarakat kuno, mereka percaya bahwa ketika seseorang mencapai ulang tahun, dia berada dalam kehadiran dewa atau roh pelindung, dan perayaan diadakan sebagai bentuk penghormatan dan perlindungan lebih lanjut.

2. Pengaruh Astrologi dan Horoskop

Di beberapa budaya, perayaan ulang tahun terkait dengan astrologi dan horoskop. Orang percaya bahwa posisi planet dan bintang pada saat kelahiran mempengaruhi karakter dan nasib seseorang.

Oleh karena itu, ulang tahun merayakan tahun baru hidup individu yang diberkati atau mendapatkan pengaruh positif dari bintang-bintang.

Nah, ada buku menarik yang bisa kamu jadikan referensi untuk mengetahui hubungan tanggal lahirmu dengan astrologi ini loh.

Buku Kupas Tuntas Rahasia Tanggal Kelahiran, Nama, & Astrologi cocok jadi bacaan ringan jika kamu tertarik dengan astrologi ini. Buku ini bisa kamu pesan dan beli di Gramedia.com!

3. Perayaan dalam Kehidupan Kerajaan

Di kalangan bangsawan dan raja-raja pada zaman kuno, perayaan ulang tahun bisa menjadi acara besar untuk merayakan kelahiran penguasa atau anggota keluarga kerajaan.

Ini juga merupakan kesempatan bagi penguasa untuk menunjukkan kekayaan dan kebesarannya kepada rakyatnya dengan mengadakan pesta dan hiburan.

4. Pengaruh Kalender

Perayaan ulang tahun dapat terkait dengan perubahan siklus tahunan dalam kalender. Di beberapa masyarakat kuno, mereka menggunakan kalender berdasarkan fase bulan, musim, atau fenomena alam lainnya.

Ulang tahun dapat dirayakan sebagai perayaan penting dalam perubahan siklus alamiah ini. Praktik dan makna perayaan ulang tahun dapat bervariasi secara signifikan di berbagai budaya dan masyarakat.

Di zaman modern, perayaan ulang tahun telah menjadi acara yang umum di banyak negara di seluruh dunia, seringkali melibatkan pesta, hadiah, kue ulang tahun, dan doa atau harapan baik untuk orang yang berulang tahun.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Perayaan Ulang Tahun dalam Berbagai perspektif Agama

Perayaan ulang tahun memiliki persepsi yang beragam dari perspektif agama. Berikut ini gambaran singkat tentang bagaimana beberapa agama melihat dan memperlakukan perayaan ulang tahun:

1. Agama Kristen

Di kalangan umat Kristen, perayaan ulang tahun secara umum dianggap sebagai momen yang baik untuk merayakan kehidupan seseorang dan mengucapkan syukur atas hadiah kehidupan yang diberikan oleh Tuhan.

Meskipun tidak ada ayat Alkitab ulang tahun yang benar-benar menjelaskan hal ini, maka tidak ada larangan khusus tentang merayakan ulang tahun. Perayaan ini dapat dianggap sebagai acara sosial dan pribadi bagi banyak orang Kristen.

2. Agama Islam

Di dalam Islam, tidak ada tradisi atau praktik khusus untuk merayakan ulang tahun. Beberapa mazhab (aliran) Islam melihat perayaan ulang tahun sebagai bid'ah (inovasi) atau amalan yang tidak didukung oleh ajaran agama.

Beberapa juga percaya bahwa merayakan ulang tahun dengan perayaan besar yang menghabiskan banyak uang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesederhanaan yang diajarkan dalam Islam.

Namun, di beberapa budaya Muslim, ada kelompok yang merayakan ulang tahun secara ringan dan sederhana tanpa aspek agama yang kuat.

3. Agama Yahudi

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, dalam tradisi Yahudi, perayaan ulang tahun tidak memiliki akar yang kuat dalam ajaran agama.

Tidak ada perintah khusus dalam Taurat yang menyuruh umat Yahudi merayakan ulang tahun.

Namun, di kalangan Yahudi modern yang tinggal di negara-negara Barat, perayaan ulang tahun bisa menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga dan teman-teman secara sosial dan budaya.

4. Agama Hindu

Di dalam Hinduisme, merayakan ulang tahun secara umum bukan praktik yang umum atau tradisional. Hinduisme memiliki beragam festival dan perayaan agama yang lebih terpusat pada aspek keagamaan, seperti Diwali, Holi, dan Navaratri.

5. Agama Buddha

Dalam Buddhisme, tidak ada perintah khusus dalam ajaran Buddha tentang merayakan ulang tahun. Buddhisme lebih berfokus pada praktik spiritual dan pencapaian pencerahan.

Namun, dalam beberapa komunitas Buddha, orang mungkin merayakan hari kelahiran Buddha, yang dikenal sebagai Vesak atau Wesak.

Ini adalah perayaan penting di kalangan penganut Buddha yang diadakan setahun sekali untuk mengenang kelahiran, pencerahan, dan nirwana Sang Buddha.

Nah, pandangan dan praktik perayaan ulang tahun ini dapat bervariasi bahkan di dalam satu agama karena dipengaruhi oleh budaya, aliran kepercayaan, dan interpretasi individu.

Beberapa agama menganggap perayaan ulang tahun sebagai acara yang netral atau pribadi, sementara yang lain mungkin tidak memandangnya sebagai aspek penting dalam praktik agama mereka.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau