Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Biografi Andrea Hirata, Sosok Penulis di Balik Buku Laskar Pelangi

Kompas.com, 14 Desember 2021, 10:00 WIB
Sumber Foto: Gramedia.com
Rujukan artikel ini:
Orang-orang Biasa
Pengarang: Andrea Hirata
|
Editor Almira Rahma Natasya

Kepopuleran buku dan film Laskar Pelangi berhasil mengangkat nama Andrea Hirata sebagai salah satu penulis berbakat yang selalu ditunggu karya-karyanya.

Tidak hanya terkenal di dalam negeri, nama Andrea Hirata juga sudah bergema di kancah internasional sebagai salah satu sastrawan terbaik yang dimiliki oleh Indonesia.

Karier menulis Andrea Hirata sendiri dimulai lewat novel semi-autobiografis yang diberi judul Laskar Pelangi dan mampu menjadi buku best seller yang paling fenomenal pada saat itu.

Ditambah lagi dengan adaptasi filmnya yang disutradarai oleh Riri Riza membuat novel Laskar Pelangi semakin mengukuhkan kesuksesannya.

Biografi Andrea Hirata

Memiliki nama lengkap Andrea Hirata Seman Said Harun atau yang lebih dikenal dengan nama Andrea Hirata, penulis terkenal ini lahir di Gantung, Belitung Timur, Bangka Belitung pada tanggal 24 Oktober 1967.

Andrea Hirata tumbuh dan besar di sebuah desa yang terbilang miskin dan tertinggal, di mana posisinya jauh di pelosok Pulau Belitong.

Hal ini yang menjadi sumber atau kenangan yang dituangkannya ke dalam novel Laskar Pelangi. Baca selengkapnya Resensi Novel Laskar Pelangi disini!

Andrea Hirata berhasil meraih gelar sarjana bidang ekonomi di Universitas Indonesia, meskipun lulusan jurusan ekonomi, tapi Andrea sangat menyukai fisika, kimia, biologi, dan sastra.

Karier menulis seorang Andrea Hirata dimulai saat dia menjadi relawan ketika terjadi bencana tsunami di Aceh, dan muncul keinginan lamanya untuk menuliskan sebuah cerita berdasarkan pengalaman hidupnya dalam novel dengan judul Laskar Pelangi.

Novel Laskar Pelangi sendiri berhasil dirampungkan oleh Andrea Hirata selama enam bulan sebagai sebuah ironi dalam sulitnya mendapatkan pendidikan yang layak untuk putra-putri Bangsa di salah satu pulau terkaya di dunia.

Secara fantastis, novel Laskar Pelangi berhasil terjual sebanyak lima juta eksemplar dan menghasilkan buku lanjutannya, yakni Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov.

Tidak hanya menelurkan novel Laskar Pelangi, berikut rekomendasi buku karya Andrea Hirata yang wajib dikoleksi dan dibaca.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Rekomendasi Buku Karya Andrea Hirata

1. Orang-orang Biasa

Orang-orang Biasa berkisah tentang Aini yang cita-citanya untuk kuliah di fakultas Kedokteran harus tertunda karena faktor biaya yang fantastis, yakni sejumlah 80 juta yang rasanya mustahil untuk didapatkan oleh orangtua Aini.

Melihat nasib Aini yang sedemikian miris, membuat ibu Aini serta sahabat-sahabatnya berusaha keras untuk membantu Aini supaya dapat membayar uang kuliah di fakultas Kedokteran di salah satu universitas bergengsi di Sumatera.

Sahabat-sahabat Aini itu terdiri dari Tohirin, Handai, Sobri, Honorun, Salud, Rusip, Dinah, Nihe, Junilah, dan Debut yang sudah dekat sejak masih SMA, meskipun sahabat-sahabatnya itu terkenal lamban dalam berpikir dan bebal.

Masih sama dengan Laskar Pelangi, Orang-orang Biasa juga menyajikan jalan cerita yang ringan dan sederhana, sehingga selain dapat menghibur, buku ini juga bisa menghangatkan hati dan jiwa.

2. Sirkus Pohon

Sirkus Pohon menceritakan tentang Hobri, seorang pengangguran yang memperoleh motivasi untuk kembali bekerja demi seorang wanita yang dia cintai, yaitu Dinda.

Sobri pada akhirnya bekerja menjadi seorang badut di sebuah sirkus keliling sebagai pekerjaan pertama yang dia kerjakan yang ternyata tidak selalu berjalan mulus dan banyak konflik yang dia temui selama melakoninya.

Novel ini penuh humor dan sindiran sosial tentang kehidupan masyarakat kelas menengah ke bawah yang dikemas dengan gaya seorang Andrea Hirata yang sederhana dan mudah untuk dinikmati.

Sirkus Pohon tergolong novel dengan cerita yang lengkap karena ada humor, romantis, politik, hingga sains yang ditaburkan dalam setiap bagian ceritanya.

3. Buku Besar Peminum Kopi

Menceritakan perjalanan hidup Nong Maryamah saat masih seorang gadis kecil hingga tumbuh dewasa sebagai sosok yang cerdas, tapi hidupnya berubah saat ayahnya telah tiada.

Nong Maryamah harus bekerja sebagai tulang punggung untuk adik-adiknya sebagai penambang timah dan dia juga sempat bekerja di kedai kopi milik pamannya untuk berjuang demi bertahan hidup.

Buku ini sarat akan pesan, makna, dan ilmu yang disajikan melalui cerita yang apik dan menarik dengan ciri khas Andrea Hirata yang selalu sederhana saat menuliskan ceritanya.

Bagaimana? Apakah kamu mulai tertarik untuk membaca dan mengoleksi buku-buku dari Andrea Hirata? Jika iya, semua buku ini bisa kamu beli dan dapatkan di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau