Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Negara Terkecil di ASEAN, Bahkan Ada yang Lebih Kecil dari Jakarta

Kompas.com, 27 April 2023, 16:30 WIB
 Negara Terkecil di Asean Sumber Gambar: Pexels.com Negara Terkecil di Asean
Rujukan artikel ini:
Sejarah Modern Awal Asia Tenggara
Pengarang: Anthony Reid
|
Editor Puteri

ASEAN merupakan organisasi regional kumpulan negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang mencakup Semenanjung Indochina serta Semenanjung Malaka hingga Wilayah Kepulauan Melayu.

Wilayah Asia Tenggara sendiri dibagi menjadi dua, yaitu wilayah lautan yang terdiri dari Kepulauan Melayu (Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Timor Leste) dan Kepulauan Filipina.

Serta wilayah daratan yang terdiri Semenanjung Indochina dan Semenanjung Malaka (Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Myanmar).

Memiliki luas wilayah sekitar 4,5 juta km², kawasan Asia Tenggara dihuni oleh 11 negara, yaitu Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Di antara negara-negara ini, ternyata terdapat lima negara dengan luas wilayah paling kecil jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya yang ada di Asia Tenggara.

Meskipun mempunyai luas wilayah yang kecil, tapi negara-negara ini mempunyai budaya dan ciri khasnya tersendiri sehingga mampu menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh turis.

Apa saja negara-negara di Asia Tenggara ini yang memiliki luas wilayah terkecil? Berikut lima negara di kawasan ASEAN yang mempunyai luas wilayah paling kecil.

5 Negara Terkecil di ASEAN

1. Singapura

Negara Singapura berada di ujung Semenanjung Malaysia yang pada awalnya merupakan kota perdagangan dan kini berkembang menjadi negara maju di Asia Tenggara.

Luas wilayah Singapura sebesar 728,6 km² sehingga menjadikannya sebagai negara paling kecil di ASEAN berdasarkan luas wilayahnya.

Namun, Singapura sendiri mampu menambah luas wilayahnya dengan melakukan reklamasi.

Jumlah penduduk Singapura pada tahun 2021 menurut laman Departemen Statistik Singapura sebesar 5.453.600 jiwa.

Jumlah ini turun dari tahun sebelumnya sebesar 5.685.600 jiwa.

2. Brunei Darussalam

Brunei Darussalam adalah negara paling kecil kedua di kawasan ASEAN dengan luas wilayah hanya 5.765 km².

Brunei Darussalam diakui menjadi satu-satunya negara berdaulat yang berada seluruhnya di pulau Kalimantan setelah sisa wilayah pulau tersebut dibagi antara Indonesia dan Malaysia.

Jumlah penduduk Brunei Darussalam diperkirakan sebanyak 423.196 jiwa yang 66,3% di antaranya merupakan Melayu Brunei, sementara 11,2% adalah China.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Brunei Darussalam sendiri dikenal sebagai penghasil minyak bumi dan gas sehingga menjadi salah satu negara maju di Asia.

3. Timor Leste

Negara paling kecil selanjutnya di kawasan ASEAN adalah Timor Leste yang sebelumnya dikenal dengan Timor Timur yang masuk menjadi wilayah Indonesia.

Akan tetapi, pada tanggal 30 Agustus 1999 berlangsung Referendum Timor yang menjadikan wilayah ini resmi terlepas dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Setelah mendapatkan kemerdekaannya, Timor Timur pun mengubah namanya menjadi Timor Leste.

Timor Leste mempunyai luas wilayah 15.007 km² sehingga masuk ke dalam salah satu negara terkecil di kawasan Asia Tenggara.

4. Kamboja

Negara berikutnya yang mempunyai wilayah terkecil di kawasan ASEAN adalah Kamboja.

Negara ini mempunyai luas wilayah sebesar 181.035 km² serta mempunyai jumlah penduduk sebanyak 17,2 juta jiwa.

Kamboja adalah negara yang terletak di tengah jalur perdagangan darat serta menghubungkan Tiongkok ke India dan Asia Tenggara.

Sebagian besar wilayah negara Kamboja sendiri terdiri dari hutan dengan dataran rendah yang diselimuti oleh ladang dan sawah yang sangat luas.

5. Laos

Negara paling kecil di kawasan ASEAN yang terakhir adalah Laos dengan luas wilayah sebesar 237.956 km² serta jumlah penduduk sebanyak 7,5 juta jiwa.

Laos pun menjadi negara yang tidak mempunyai daerah perairan karena dikelilingi oleh daratan sehingga sering dijuluki sebagai landlocked country.

Membahas negara di kawasan ASEAN akan jauh lebih menarik apabila membaca buku Sejarah Modern Awal Asia Tenggara yang ditulis oleh Anthony Reid.

Terdapat tiga hal menarik dari buku ini, yakni bahwa penghuni Asia Tenggara merupakan para pelaut hebat, terdapat rempah-rempah, dan sikap toleran masyarakat Asia Tenggara yang tinggi.

Ketiga hal ini pula yang menjadikan Asia Tenggara seperti saat ini sehingga agar bisa memahami sejarah dan latar belakang dari negara-negara kawasan ASEAN, maka buku ini patut dijadikan bahan bacaan.

Segera pesan dan dapatkan bukunya di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau