Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Konversi Sakit Hati Menjadi Energi

Kompas.com, 29 Maret 2023, 14:00 WIB
Buku Menunggu itu Ada Seninya Sumber Gambar: Gramedia.com  Buku Menunggu itu Ada Seninya
Rujukan artikel ini:
Menunggu Itu Ada Seninya
Pengarang: AHMAD ISMA`UL
|
Editor Novia Putri Anindhita

Dalam hidup ini, kita bergerak dalam skenario indah Sang Pencipta.

Meski begitu, ada hal yang bisa jadi terasa menyakitkan di hati, tapi ternyata itulah yang terbaik bagi diri.

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah berada di posisi ini.

Nggak mungkin bisa lolos seleksi CPNS jika tidak punya orang dalam dan uang banyak!

Tak terkira sakitnya hati saat mendengar ujaran itu.

Semangat pun seketika meredup.

Ya, biarlah impian ini saya kubur dalam saja.

Namun kemudian, saya terkesiap dalam lamunan doa.

Apakah impian harus berujung seperti ini? Mati dalam lindasan rentetan kereta peluruh semangat?

Allah Swt., menolong hamba-Nya dengan cara yang luar biasa.

Hal-Hal yang Harus Dilakukan Saat Gagal Dalam Melakukan Sesuatu

Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan ketika gagal menggapai impian:

1. Terus Berjuang

Jika berhenti berjuang menjadi pilihan kita, tentu tak akan terjadi hal-hal luar biasa dalam hidup ini.

Tentu tak akan ada lukis senyum di wajah orangtua saat impian kita tercapai.

Terus saja berjuang.

Terus saja layarkan impian.

Percayalah! Allah Swt., akan memberikan hasil sesuai usaha setiap hamba-Nya.

2. Terus Berdoa

Berjuang dan berdoa adalah kawan karib yang tidak bisa dipisahkan.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Berdoa tetap harus dilangitkan sembari berjuang dengan segenap daya upaya.

Tak ada doa yang sia-sia.

Waktu pengabulan doa bisa berbeda, sesuai dengan skenario terbaik dari Sang Maha.

Tugas kita sebagai hamba nan papa adalah jangan pernah berhenti berdoa.

Jangan pernah menghentikan curahan rahmat yang tertuju.

3. Membaca untuk Mengubah Pola Pikir

Menemukan bahan bacaan yang ternyata mampu membuka pola pikir adalah nikmat luar biasa.

Syukurlah, kini telah tersedia buku-buku self improvement beraneka rupa yang memberikan solusi atas problem yang terjadi.

Dari buku, kita bisa menyadari bahwa bukan kita seorang yang diterpa masalah.

Kita punya teman.

Kita punya orang lain yang telah berhasil keluar dari masalahnya.

Kita bisa mencontoh jalan yang ditempuhnya untuk kemudian menjadi solusi bagi kita.

Untukmu yang Pernah Patah

Jangan bersedih, kamu pernah terjatuh lebih keras dari ini, kamu pernah tenggelam lebih dalam dari ini, dan kamu pernah direndahkan lebih dari ini.

Yang lalu biarlah berlalu.

Biarkan masa lalu berada di tempatnya, dan jangan biarkan ia mengganggu masa depanmu.

Mengenang masa lalu bukan pembenaran untuk tak memperjuangkan masa depan.

Percayalah, seiring berjalannya waktu semua akan baik-baik saja.

Ingatlah pepatah lama yang menyejukkan setiap jiwa yang luka, “waktu menyembuhkan segalanya.”

Baca dan dapatkan buku Menunggu Itu Ada Seninya di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau