Blue Lock: Pertarungan Menjadi Nomor Satu

Lihat Foto
Sumber Foto: Dok. Elex Media Komputindo
Rujukan artikel ini:
Blue Lock 01
Pengarang: Muneyuki Kaneshiro, Yusuke Nomura
Penulis Faizal
|
Editor: Almira Rahma Natasya

"Mulai hari ini kalian akan tinggal bersama di sini, mengikuti training khusus yang aku rancang. Kalian tidak bisa pulang ke rumah, tidak lagi melakukan kegiatan sepak bola yang selama ini kalian lakukan. Tapi, aku tegaskan. Kalau berhasil bertahan dalam blue lock ini dan mengalahkan 299 Peserta yang lain, maka, 1 orang terakhir yang tersisa bisa menjadi striker nomor 1 di dunia!” -Jinpachi Ego

Kalimat tersebut bergemuruh di dalam dada Yoichi Isagi, seorang penyerang tim sepak bola pelajar SMA tidak terkenal yang gagal maju ke kejuaraan nasional setelah umpan yang diberikannya pada teman satu timnya, gagal membobol gawang lawan dan malah kecolongan gol oleh serangan balik penyerang lawan, Ryousuke Kira.

Di tengah keputus asaannya, Yoichi Isagi mendapat panggilan untuk mengikuti training camp “Blue Lock”, training yang pesertanya adalah penyerang pelajar tingkat SMA sebanyak 300 orang.

Training ini diadakan oleh persatuan sepak bola Jepang untuk mencetak penyerang terbaik setelah tereliminasinya Jepang pada putaran per delapan final Piala Dunia tahun 2018.

Dalam training ini, peserta yang mampu bertahan dan mengalahkan 299 peserta lainnya akan menjadi penyerang nomor satu di dunia dan direkrut menjadi penyerang dalam timnas Jepang.

Biarpun sempat ragu dengan training aneh yang dirancang Jinpachi Ego, Isagi memutuskan untuk mengikuti training yang juga diikuti oleh Ryosuke Kira.

Isagi pun masuk asrama dan ternyata dimasukkan dalam satu tim dengan Kira.

Namun, Isagi mendapat peringkat 299, yang artinya urutan kedua dari posisi paling bawah.

Karena menurut Jinpachi Ego, peringkat akan berubah sesuai hasil pertandingan dan penampilan selama training, maka Isagi harus berusaha keras supaya tidak tereliminasi dan tidak kehilangan peluang bermain di timnas.

Seleksi masuk asrama dilakukan lewat permainan kejar-kejaran.

Peserta yang tertangkap bola pada waktu permainan berakhir adalah orang yang akan pulang.

Igaguri yang berada pada peringkat 300 dan Isagi pun berusaha mati-matian supaya tidak terkena bola.

Namun, tak disangka pada detik-detik terakhir ketika Isagi mendapatkan bola, dia malah tertantang untuk mengoperkannya pada Kira, yang peringkatnya lebih tinggi dan pada saat waktu berakhir bola masih di tangah Kira sehingga Kira pun tersingkir dan harus pulang.

Demikianlah, Isagi yang berada di peringkat bawah masih bertahan dan bersiap mengikuti training yang berat, lewat latihan fisik dan pertandingan melawan tim-tim lain.

Apakah Yoichi Isagi mampu bertahan dan bersaing dengan para penyerang lainnya demi mewujudkan impiannya bermain sebagai penyerang timnas Jepang dan memenangkan Piala Dunia?

Sekilas tentang Komik Blue Lock

Blue Lock adalah sebuah manga fenomenal yang ditulis oleh Muneyuki Kaneshiro dan diilustrasikan oleh Yūsuke Nomura.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Manga ini mulai dimuat dalam majalah Weekly Shōnen Magazine terbitan Kodansha sejak bulan Agustus 2018, dan telah dibundel menjadi tujuh belas volume tankōbon.

Gambar yang dinamis dan jalan cerita yang berbeda dengan yang lain menjadikan manga ini cukup menonjol di genre sport.

Hal tersebut diperkuat setelah 'Blue Lock' memenangkan Kodansha Manga Award 2021 untuk kategori shonen yang menandakan kalau di negara asalnya judul ini sangat diminati dan dinanti kehadiran volume lanjutannya.

Apalagi dengan adanya kabar terbaru kalau judul ini telah mendapatkan slot untuk adaptasi anime di pertengahan tahun 2022!

Muneyuki Kaneshiro adalah seorang seniman manga Jepang.

Dia memulai debutnya pada tahun 2011 dengan As the Gods Will, yang diadaptasi menjadi film live-action.

Lahir di Osaka, Jepang, Kaneshiro muda telah melibatkan dirinya dalam sebuah grup band sejak SMP bernama ‘Darts’.

Darts banyak menghiasi banyak acara TV di kala itu.

Namun karir manga-nya dimulai setelah Kaneshiro lulus dari Kyoto Seika University yang terkenal dengan jurusan manga dan animasi.

Setelah lulus, Kaneshiro diundang ke tokyo oleh salah satu editor penerbit Kodansha dan mulai berkarir di penerbit tersebut.

Karya Kaneshiro lainnya yang cukup dikenal adalah Billion Dogs, Invisible Joe, Jagaaan, Grashros.

Sementara Yūsuke Nomura adalah seniman manga Jepang yang lebih banyak memfokuskan diri kepada ilustrasi manga.

Memulai karirnya sebagai asisten dari Isayama hajime, seorang penulis manga fenomenal Attack on Titan.

Goresan tangannya di manga Blue Lock banyak mendapat pujian dari pembaca sampai mendapat apresiasi dalam 80th Weekly Shonen Magazine Newcomer Manga Award.

Komik Blue Lock bisa didapat dan dibeli secara online melalui Gramedia.com.

Dapatkan juga gratis voucher diskon yang bisa digunakan tanpa minimal pembelian. Klik di sini untuk dapatkan gratis vouchernya!

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi