Okky Madasari dan Yovita Siswati Bagikan Cerita di Balik Novel Anak Nusantara

Lihat Foto
Sumber Gambar: Dok. Laily Nurfauziyah, Anisa Triana Yustiandani
Festival Literasi Anak Rimba Kata 2026
Rujukan artikel ini:
Mata dan Rahasia Pulau Gapi
Pengarang: Okky Madasari
|
Editor: Novia Putri Anindhita

Sesi Bisik-Bisik Misteri dari Nusantara digelar di Panggung Saga pada Minggu (3/5/2026) pukul 16.00–17.00 WIB sebagai bagian dari rangkaian Festival Literasi Anak Rimba Kata.

Acara ini menghadirkan Okky Madasari, penulis serial Mata, dan Yovita Siswati, penulis Seri Misteri Favorit: Misteri Kota Tua.

Jalannya diskusi dipandu oleh Anggita Jogi, penggagas komunitas Lingkar Baca.

Okky Madasari menjelaskan bahwa serial Mata memiliki nilai-nilai tersirat dalam ceritanya seperti keberanian dalam menemukan hal baru, bersikap kritis terhadap sesuatu, cinta lingkungan, hingga sikap terbuka pada perbedaan.

Namun, lapisan nilai-nilai tersebut tidak disampaikan secara eksplisit agar nilai itu sampai pada anak, tetapi mereka tidak merasa digurui.

Sementara itu, Yovita Siswati mengungkapkan bahwa ketertarikannya mengangkat sejarah Komunitas Tionghoa Benteng dalam Misteri Kota Tua berawal dari minat besarnya pada sejarah.

Ia juga ingin memperkenalkan sejarah yang dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya, Tangerang.

Melalui buku tersebut, ia ingin memperkenalkan anak-anak pada dinamika keberagaman budaya Indonesia serta nilai persatuan.

Soal proses penulisan, Okky menekankan bahwa riset adalah keharusan.

Untuk serial Mata, ia mendatangi langsung setiap lokasi yang diangkat karena lokasi bukan sekadar latar cerita.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Selama riset, ia bertemu tetua adat dan petugas dinas arsip.

Keterangan dari warga lokal pun turut memperkaya narasi.

Fakta-fakta tersebut kemudian dijahit dengan kreativitas penulis menjadi satu cerita yang utuh.

Yovita pun menempuh proses serupa.

Ia memulai dari riset awal melalui buku, perpustakaan, museum, hingga peta-peta kuno, lalu menyusun plot seiring berjalannya riset.

Keduanya juga berbagi pengalaman berkesan dari pembaca.

Okky menyebut pembaca termuda serial Mata adalah siswa kelas satu SD, dan ia menemukan bahwa anak-anak dari berbagai latar belakang, baik dari pelosok desa maupun kota besar, dapat menangkap cerita Mata bahkan hanya lewat penceritaan lisan.

Sementara itu, Yovita kerap menerima pesan dari pembaca yang menanyakan apakah kisah dalam bukunya nyata, serta pertanyaan-pertanyaan mengenai kelanjutan seri.

Sebagai penutup diskusi, Yovita menyampaikan harapan agar anak-anak Indonesia tetap mengenal identitas dan budaya bangsanya di tengah arus budaya global.

Okky juga berpesan anak-anak tidak takut membayangkan hal-hal yang tampak mustahil, sebagaimana yang ditulisnya dalam Serial Mata, seraya memberi contoh ada banyak penemuan ilmiah yang lahir dari gagasan dalam fiksi ilmiah.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi