Apa itu Lahar Dingin dan Bagaimana Proses Terjadinya? 

Lihat Foto
Sumber Gambar: Pexels.com
Apa itu Lahar Dingin dan Bagaimana Proses Terjadinya? 
Rujukan artikel ini:
Vulkanologi
Pengarang: Muhammad Isa
Penulis Adnan
|
Editor: Novia Putri Anindhita

Bahaya dari gunung berapi ternyata tidak berhenti hanya saat letusan api dan asap sudah mereda di puncak.

Kamu harus tetap waspada karena ada ancaman lain yang mengintai dari lereng gunung, terutama saat awan mendung mulai menutupi langit secara tiba-tiba.

Ancaman ini sering kali luput dari perhatian karena muncul jauh setelah erupsi utama benar-benar selesai.

Memahami bahaya ini akan membantumu menjaga keselamatan diri dan keluarga saat sedang berada atau tinggal di wilayah rawan bencana.

Apa itu Lahar Dingin?

Lahar dingin adalah aliran lumpur pekat yang membawa material vulkanik seperti pasir dan batu dari puncak gunung menuju wilayah bawah.

Aliran ini biasanya dipicu oleh air hujan yang sangat deras sehingga menghanyutkan sisa-sisa hasil letusan yang masih menumpuk di atas.

Lahar dingin memiliki suhu yang jauh lebih rendah dan tidak lagi membawa bara api seperti lahar panas.

Namun, daya hancurnya tetap sangat besar karena volume material yang dibawa bisa menimbun apa saja yang dilewatinya dengan sangat cepat.

Ciri Utama Lahar Panas Lahar Dingin
Waktu Terjadi Terjadi saat erupsi Terjadi setelah erupsi
Faktor Pemicu Aktivitas magma Curah hujan lebat
Suhu Material Sangat panas dan membara Suhu normal air hujan
Isi Kandungan Lava cair dan gas Pasir, abu, dan batu

Penyebab Utama Munculnya Aliran Lahar Dingin

Ada dua faktor utama yang bekerja sama secara kuat sehingga aliran lumpur berbahaya ini bisa meluncur ke arah pemukiman kamu, berikut adalah dua faktornya:

1. Tumpukan Material Sisa Erupsi di Puncak Gunung

Setelah letusan besar mereda, gunung berapi meninggalkan tumpukan pasir, abu, dan batu-batu besar di bagian puncaknya yang sangat tinggi.

Material lepas ini sebenarnya belum benar-benar stabil dan hanya menunggu waktu saja untuk turun melewati lereng gunung yang sangat curam.

Kamu bisa membayangkan tumpukan ini sebagai gundukan debu raksasa yang belum tersapu bersih dan masih memenuhi jalur-jalur air di atas sana.

Jika tidak ada yang menggerakkannya, material ini akan tetap diam, namun posisinya yang tinggi membuatnya sangat berbahaya bagi wilayah bawah.

2. Curah Hujan yang Sangat Tinggi

Air hujan menjadi mesin penggerak utama yang mampu mencairkan tumpukan debu dan pasir vulkanik tersebut menjadi aliran lumpur yang sangat licin.

Saat hujan turun dengan sangat lebat dalam waktu lama, air akan meresap dan membuat tumpukan material tadi menjadi sangat berat.

Kamu perlu waspada karena air yang mengalir deras akan membawa semua material tadi turun dengan kekuatan yang sangat besar dan sulit untuk dibendung.

Tanpa adanya hujan, tumpukan material vulkanik di puncak gunung mungkin tidak akan pernah sampai ke wilayah tempat kamu tinggal sekarang.

Tahapan Proses Terjadinya Aliran Lahar dari Puncak ke Sungai

Air hujan yang turun sangat lebat akan mulai meresap ke dalam tumpukan abu dan pasir yang ada di puncak gunung.

Lama-kelamaan, air tersebut tidak lagi bisa diserap oleh tanah sehingga mulai mengalir di atas permukaan bersama material vulkanik.

Campuran air dan pasir ini kemudian berubah menjadi lumpur pekat yang teksturnya mirip dengan semen basah yang sangat berat.

Kemudian aliran ini akan terus meluncur ke bawah mengikuti jalur sungai atau lembah yang sudah ada sebelumnya dengan kecepatan tinggi.

Semakin jauh aliran ini bergerak, volumenya akan semakin bertambah karena ikut menyeret batu-batu besar dan pepohonan di sepanjang jalur.

Air sungai yang tadinya jernih bisa tiba-tiba berubah menjadi abu-abu pekat dan sangat berbahaya bagi siapa saja.

Bahaya dan Dampak yang Ditimbulkan Lahar Dingin

Kekuatan hantaman aliran lahar dingin sangat luar biasa karena mampu membawa bongkahan batu raksasa yang beratnya mencapai hitungan ton.

Jembatan beton yang sangat kokoh pun bisa patah atau hancur total dalam hitungan detik saat diterjang aliran ini.

Lahan pertanian yang subur di kaki gunung sering kali menjadi korban karena tertimbun material pasir dan batu yang sangat tebal.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Kondisi ini membuat sawah tidak bisa langsung ditanami kembali dan butuh waktu lama untuk memulihkan kesuburan tanahnya bagi para petani.

Pemukiman warga yang berada terlalu dekat dengan sungai juga berisiko besar tertimbun lumpur vulkanik hingga masuk ke dalam rumah.

Dampak kerusakan ini tentu sangat merugikan bagi kamu karena barang berharga dan tempat tinggal bisa rusak parah dalam waktu singkat.

Langkah Penyelamatan Diri yang Harus Kamu Lakukan

Kamu perlu mengetahui beberapa tindakan darurat yang bisa menyelamatkan nyawa saat ancaman aliran lumpur ini mulai mendekat.

1. Menjauhi Bantaran Sungai dalam Radius Aman

Segera menjauh dari area pinggiran sungai jika kamu mendengar suara gemuruh yang sangat kuat dari arah puncak gunung.

Jangan pernah mencoba untuk mendekat hanya demi melihat atau merekam aliran tersebut karena kecepatannya bisa meningkat secara tiba-tiba.

Pastikan kamu sudah berada di tempat yang jauh lebih tinggi dan aman dari jangkauan luapan air sungai yang bercampur material.

Radius aman ini sangat penting untuk menjaga jarak dari batu-batu besar yang mungkin ikut terlempar keluar dari jalur utama aliran.

2. Pahami Tanda Peringatan dari Petugas Lapangan

Selalu perhatikan instruksi resmi dari petugas penanggulangan bencana atau pengeras suara yang ada di sekitar tempat tinggalmu sekarang.

Petugas biasanya sudah memasang alat pengukur ketinggian air yang bisa memberikan tanda bahaya jauh sebelum aliran lahar sampai ke bawah.

Jika kamu mendengar sirine peringatan dini berbunyi, jangan menunda waktu lagi untuk segera melakukan evakuasi ke titik kumpul yang aman.

Kecepatan dalam mengambil keputusan sangat menentukan keselamatan kamu saat menghadapi bencana alam yang datangnya sangat cepat ini.

Cara Sederhana Memantau Ancaman Lahar di Sekitar Kamu

Kamu bisa memanfaatkan teknologi terkini maupun cara tradisional yang sudah terbukti efektif untuk memantau pergerakan material vulkanik secara mandiri.

1. Gunakan Aplikasi MAGMA Indonesia

Aplikasi ini adalah aplikasi resmi dari pemerintah yang memberikan informasi terkini mengenai status gunung berapi dan potensi bencana di sekitarmu.

Kamu bisa melihat peta rawan bencana serta mendapatkan notifikasi langsung jika ada ancaman lahar yang perlu segera diwaspadai.

2. Pantau CCTV Aliran Sungai

Banyak lembaga daerah sudah memasang kamera pemantau di titik-titik rawan sungai yang berhulu di gunung berapi aktif.

Kamu bisa mengakses siaran langsungnya melalui kanal resmi pemerintah daerah untuk melihat kondisi air sungai secara nyata tanpa harus mendekat.

3. Perhatikan Alat Peringatan Dini

Warga di lereng gunung biasanya memasang alat pengukur ketinggian air manual berupa tiang warna-warni di pinggir sungai sebagai panduan.

Kamu bisa memperhatikan batas warna merah sebagai tanda bahaya yang mengharuskan setiap orang segera menjauh demi keselamatan nyawa.

4. Gunakan Radio Komunikasi Komunitas

Frekuensi radio antar penduduk atau HT sering kali menjadi jalur informasi tercepat saat sinyal internet terganggu akibat cuaca buruk.

Kamu bisa bergabung dengan jaringan relawan lokal agar selalu mendapatkan kabar terbaru mengenai kondisi cuaca dari arah hulu sungai.

Memahami mekanisme lahar dingin tentu menjadi jauh lebih mudah jika kamu memiliki dasar pengetahuan geologi yang kuat dan terpercaya.

Buku Vulkanologi karya Muhammad Isa akan membantumu mengenal lebih dekat bagaimana energi dari dalam bumi bekerja hingga memicu bencana di permukaan.

Mulai dari proses pembentukan, aktivitas magma, tipe dan jenis gunung api, dampak erupsi, hingga usaha mitigasi.

Kamu akan mendapatkan gambaran jelas tentang strategi penyelamatan diri yang sangat berguna bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan letusan.

Segera perkaya wawasanmu mengenai rahasia alam ini dengan mengunduh atau membeli bukunya melalui laman resmi Gramedia Digital sekarang juga!

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi