Rahasia agar Brand Mudah Diingat, Dilihat, dan Dimengerti oleh Pelanggan

Lihat Foto
Sumber Gambar: Freepik.com
Buku Building a StoryBrand 2.0
Rujukan artikel ini:
Building a StoryBrand 2.0
Pengarang: Donald Miller
|
Editor: Novia Putri Anindhita

Di era digital sekarang, masalah terbesar bisnis sebenarnya bukan kurang promosi atau minim budget marketing.

Justru sebaliknya, yaitu terlalu banyak brand berbicara, tapi sedikit yang benar-benar dipahami.

Feed media sosial penuh iklan, website makin estetik, konten makin ramai, tapi pelanggan tetap scroll lewat begitu saja.

Masalahnya sering bukan pada produk, melainkan pada cara brand menyampaikan pesan.

Ketika pesan terasa rumit, tidak relevan, atau terlalu fokus pada perusahaan, otak pelanggan otomatis mengabaikannya.

Di sinilah kunci agar brand bisa dilihat, didengar, dan dimengerti menjadi sangat penting.

Terutama bagi UMKM dan bisnis modern yang bersaing di tengah kebisingan digital.

Berikut prinsip penting yang bisa langsung kamu terapkan agar pesan brand tidak lagi tenggelam di antara ribuan konten lain.

Lebih Tonjolkan “Solusi”

Banyak bisnis tanpa sadar melakukan kesalahan klasik, yaitu terlalu banyak bicara tentang diri sendiri.

Mulai dari sejarah perusahaan, visi besar brand, jumlah cabang, teknologi produksi, atau pencapaian internal.

Padahal pelanggan datang dengan satu pertanyaan sederhana: “Ini bisa bantu apa buat saya?”

Otak manusia secara alami hanya memproses informasi yang membantu mereka bertahan, berkembang, atau menyelesaikan masalah.

Jika pesan marketing tidak langsung menjawab kebutuhan itu, pelanggan akan kehilangan minat dalam hitungan detik.

Pesan yang Sederhana Justru Selalu Menang

Di dunia online, perhatian adalah mata uang paling mahal.

Semakin rumit pesan brand-mu, semakin besar energi mental yang harus dikeluarkan pelanggan untuk memahaminya.

Dan fakta pentingnya, otak manusia malas memproses informasi yang berat.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Ketika pelanggan harus berpikir terlalu lama untuk memahami penawaranmu, mereka akan memilih opsi yang lebih mudah dimengerti, biasanya kompetitor.

Agar pesan lebih mudah diterima, gunakan prinsip ini:

Ingat, marketing efektif bukan soal mengatakan lebih banyak, tetapi mengatakan hal yang tepat dengan cara paling sederhana.

Gunakan Storytelling agar Brand Mudah Diingat

Manusia memahami dunia melalui cerita. Itulah sebabnya film, drama, dan konten storytelling jauh lebih mudah diingat dibanding iklan biasa.

Dalam komunikasi brand, storytelling bekerja karena membantu pelanggan memahami posisi mereka dalam cerita.

Struktur sederhana yang bisa digunakan:

Kesalahan umum brand adalah menjadikan dirinya sebagai “tokoh utama”.

Padahal pelanggan ingin menjadi pahlawan dalam cerita mereka sendiri.

Sebaiknya:

Ketika pelanggan melihat dirinya dalam cerita brand-mu, koneksi emosional akan terbentuk secara alami.

Kalau kamu ingin memahami lebih dalam bagaimana menciptakan pesan brand yang jelas, relevan, dan mampu meningkatkan penjualan, kamu bisa mempelajarinya melalui buku Building a StoryBrand 2.0 karya Donald Miller.

Buku ini tersedia di Gramedia.com, Gramedia Digital, dan Toko Gramedia terdekat di kotamu.

Untuk terus update insight bisnis, keuangan, dan teknologi yang relevan bagi generasi Milenial dan Gen Z, kamu juga bisa mengikuti Monety.

Monety adalah platform belajar yang membahas strategi bisnis modern, literasi keuangan, perkembangan teknologi, lifestyle & news update, serta rekomendasi buku untuk upgrade skill.

Follow Instagram @monety.id

Subscribe YouTube Monety Official

Kunjungi website www.monety.id

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi