Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Melawan Anemia

Lihat Foto
Sumber Gambar: Freepik.com
Makanan yang Mengandung Zat Besi 
Rujukan artikel ini:
Nutrition Rules: Panduan Dasar Nutrisi…
Pengarang: Arman Rafi, Adhe Maâruf
Penulis Anggi
|
Editor: Novia Putri Anindhita

Pernahkah kamu merasa cepat lelah, lesu, bahkan pusing tanpa alasan yang jelas? Bisa jadi, tubuhmu sedang kekurangan zat besi yang berperan penting dalam membawa oksigen ke setiap sel tubuh.

Padahal, memenuhi kebutuhan zat besi tidak harus selalu melalui suplemen atau obat-obatan.

Sumber utamanya justru bisa kamu temukan dari makanan sehari-hari.

Melalui pembahasan ini, kamu akan memahami mengapa zat besi sangat penting, apa saja sumber terbaiknya, serta bagaimana cara meningkatkan penyerapannya dalam tubuh.

Sebab, tidak peduli seberapa banyak kamu mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti bayam, jika cara pengolahan dan kombinasinya kurang tepat, manfaatnya tidak akan terserap secara maksimal.

Yuk, mulai perjalanan ini untuk memastikan tubuhmu tetap bertenaga sepanjang hari!

Kenapa Zat Besi Penting untuk Energi Tubuh?

Zat besi adalah mineral krusial yang memainkan peran sentral dalam menjaga seluruh sistem tubuhmu bekerja dengan optimal.

Fungsi utamanya terletak pada pembentukan hemoglobin, protein yang ada di dalam sel darah merah.

Hemoglobin inilah yang bertugas mengikat oksigen dari paru-paru, lalu membawanya ke seluruh jaringan, otot, dan organ tubuh.

Coba bayangkan, kalau pabrik hemoglobin kekurangan bahan baku zat besi, sel darah merah tidak dapat membawa oksigen dengan efisien.

Akibatnya, sel-sel tubuhmu tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga menimbulkan rasa lelah berkepanjangan, tubuh lemas, dan sulit berkonsentrasi.

Kondisi inilah yang dikenal sebagai anemia defisiensi besi. Jadi, zat besi bukan hanya soal nutrisi, tapi soal bahan bakar vital yang ngebantu kamu tetap aktif dan fokus.

Jenis Zat Besi

Sebelum kita masuk ke daftar makanan yang mengandung zat besi, penting buat kamu tahu bahwa zat besi dibagi menjadi dua jenis berdasarkan sumber dan tingkat penyerapannya.

1. Zat Besi Heme (Heme Iron)

Jenis ini ditemukan hanya pada produk hewani.

Keunggulannya adalah tingkat penyerapan yang sangat tinggi (sekitar 15%–35%).

Tubuhmu tidak perlu bekerja keras untuk mengambil zat besi dari sumber heme.

2. Zat Besi Non-Heme (Non-Heme Iron)

Sementara jenis zat besi non heme ini ditemukan pada tumbuhan (nabati) dan juga produk hewani, tapi jumlahnya lebih sedikit.

Sayangnya, penyerapan non-heme jauh lebih rendah dan rumit (hanya sekitar 2%–20%), dan sangat dipengaruhi oleh zat lain yang kamu konsumsi.

Nah, perbedaan penyerapan inilah yang membuat pola makanmu harus cerdas.

Kalau kamu memilih sumber non-heme, seperti bayam atau kacang-kacangan, kamu perlu strategi kombinasi khusus agar penyerapannya bisa meningkat tajam.

Daftar Makanan yang Mengandung Zat Besi

1. Sumber Heme Iron, Protein Hewani Terbaik

Karena zat besi heme memiliki penyerapan tertinggi, inilah sumber-sumber terbaik untuk mengisi ulang cadangan besi tubuhmu, terutama kalau kamu sedang mengalami anemia:

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Mengonsumsi porsi kecil sumber heme secara teratur sudah cukup efektif untuk menjaga kadar hemoglobin tetap stabil.

2. Sumber Non-Heme Iron, Kekuatan Nabati

Kalau kamu vegetarian, vegan, atau hanya mau nambah asupan dari tumbuhan, sumber non-heme ini tidak kalah penting.

Meskipun penyerapannya lebih rendah, volumenya bisa jadi besar dan ngasih serat serta vitamin lain yang kamu butuhkan.

Cara Memaksimalkan Penyerapan Zat Besi

1. Tambahkan Vitamin C

Vitamin C adalah pahlawan super untuk zat besi non-heme.

Mengonsumsi non-heme, misalnya bayam bersama sumber Vitamin C (perasan lemon, paprika, atau jeruk) bisa meningkatkan penyerapan hingga enam kali lipat!

2. Waspadai Penghambat

Teh, kopi, dan minuman bersoda mengandung tanin dan fitat yang mengikat zat besi non-heme dan menghambat penyerapannya.

Sebaiknya hindari minuman ini setidaknya satu jam sebelum dan sesudah makan utama.

3. Jauhi Kalsium Berlebihan

Kalsium adalah mineral penting, tapi kalsium tinggi dari suplemen atau produk susu bisa mengganggu penyerapan zat besi.

Jika kamu minum suplemen kalsium, beri jeda waktu dengan makan makanan kaya zat besi.

4. Proses Fermentasi dan Perendaman

Untuk kacang-kacangan dan biji-bijian, proses perendaman atau fermentasi, misalnya membuat tempe, bisa membantu mengurangi fitat sehingga zat besi lebih mudah diakses tubuh.

Gejala Kekurangan Zat Besi dan Angka Kebutuhan Harian

Sebelum kita bicara target harian, penting untuk memahami gejala-gejala kalau zat besimu lagi defisit.

Kalau kamu mengalami gejala ini secara terus menerus, segera lakukan cek darah.

Gejala anemia defisiensi zat besi meliputi:

Kebutuhan zat besi harian pada setiap orang berbeda, terutama bagi wanita dan ibu hamil.

Berikut patokan kebutuhan harian (dalam miligram per hari) yang dianjurkan:

Memenuhi target 18 mg per hari untuk wanita dewasa tidak bisa hanya dengan makan sepotong daging.

Dibutuhkan perencanaan dan kombinasi cerdas dari berbagai makanan yang mengandung zat besi.

Mendalami nutrisi tidak cuma soal daftar makanan, tapi juga soal bagaimana cara membangun kebiasaan sehat yang berkelanjutan.

Agar kamu semakin paham dan proses belajar mengenai nutrisi dan pola makan semakin terarah, buku Nutrition Rules: Panduan Dasar Nutrisi dan Konsumsi Makanan Sehari-hari bisa menjadi pilihan bacaan yang tepat.

Buku ini memberikan penjelasan mengenai prinsip dasar nutrisi, mulai dari jenis nutrisi penting, pengaruh pada tubuh, cara memenuhi kebutuhan nutrisi harian, hingga apa saja yang perlu diperhatikan ketika menjadi vegan.

Dengan bahasa yang mudah dipahami, buku ini juga dilengkapi beberapa resep lezat dan bergizi yang dapat langsung dicoba di rumah.

Buku ini bisa kamu baca selengkapnya di Gramedia Digital.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi