Dompet Ayah Sepatu Ibu, Kisah Pertemuan Dua Manusia dari Pinggang Gunung Singgalang dan Pinggang Gunung Marapi 

Lihat Foto
Sumber Gambar: Gramedia Widiasarana Indonesia 
Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu
Rujukan artikel ini:
Dompet Ayah Sepatu Ibu
Pengarang: JS Khairen
|
Editor: Ratih Widiastuty

Tanah Nusantara dikarunia dengan banyak gunung yang menancap di seluruh penjuru pulau.

Kalau dipikir-pikir, di mana pun kaki kita menapak, sejauh pandangan mata kita akan melihat gunung.

Gunung-gunung itu sekaligus menjadi penanda betapa kayanya alam Nusantara ini.

Dari gunung mengalir air, tumbuh pohon, udara bersih, dan makanan, yang memberikan sumber kehidupan bagi masyarakat.

Tidak heran banyak orang hidup di lereng, pinggang, dan kaki gunung.

Namun, kehidupan di gunung tidak semudah yang dibayangkan.

Hal itu yang dialami Zenna, tokoh utama dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu.

Sinopsis Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu

Zenna hidup di pinggang gunung Singgalang, Sumatra Barat.

Tiap hari, sejak kecil, ia harus naik-turun gunung mengangkut berember-ember air untuk keperluan ia dan keluarganya.

Pekerjaan di pinggang gunung tidak banyak.

Hidup mereka dari berkebun secukupnya.

Untuk sekolah, Zenna juga harus menuruni gunung sambil membawa jagung rebus untuk dijual.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Zenna harus melewati itu dalam udara yang dingin dan gelapnya pagi.

Sementara itu, di seberang pinggang gunung Singgalang, kehidupan di pinggang gunung Marapi tidak jauh berbeda.

Setiap hari Asrul yang hidup di pinggang gunung Singgalang juga harus mencari cara untuk bisa bertahan hidup.

Asrul bersama adiknya Irsal dan Umi menempuh berkilo-kilo jarak untuk sampai di pasar untuk menjual sayur-mayur dan kayu bakar.

Sejak Umi ditinggal menikah lagi oleh Bapaknya, Asrul harus berusaha lebih keras untuk membantu Umi.

Ia juga harus berjibaku dengan lumpur sawah untuk memancing belut.

Uang dari hasil jualan balut akan ia serahkan seluruhnya untuk Umi.

Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu yang ditulis oleh Jombang Santani Khairen itu sedikit banyak memberi gambaran pada kita tentang kehidupan di gunung, dan perjuangan masyarakatnya.

Kisah tentang Zenna dan Asrul ini terinspirasi oleh kehidupan nyata yang dilihat penulisnya, sehingga ceritanya sangat mudah diikuti.

Penulis juga tahu betul latar budaya Minang yang melekat padanya dan pada tokoh utama.

Dengan sudut pandang dua karakter, membaca Dompet Ayah Sepatu Ibu menjadi tidak membosankan.

Novel dengan tema keluarga dan perjuangan hidup ini bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Dompet Ayah Sepatu Ibu akan tersedia 23 Agustus di Gramedia Store seluruh Indonesia dan Gramedia.com serta seluruh channel Gramedia di e-commers kesayanganmu.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi