8 Prinsip-prinsip Akuntansi Terpenting sebagai Etika Teori

Lihat Foto
Photo by Nataliya Vaitkevich on Pexels
prinsip prinsip akuntansi
Rujukan artikel ini:
Akuntansi Suatu Pengantar Berbasis PSAK…
Pengarang: PPA FEB UI
|
Editor: Rahmad

Prinsip-prinsip akuntansi jadi salah satu materi yang perlu kamu tahu dan pelajari jika ingin mengkaji dasar akuntansi. Hal ini karena mengikuti prinsip-prinsip akuntansi sangat penting.

Prinsip-prinsip ini memiliki sejumlah manfaat yang signifikan, baik bagi perusahaan maupun bagi para pemakai laporan keuangan.

Secara keseluruhan, mengikuti prinsip-prinsip akuntansi adalah landasan penting dalam menyusun laporan keuangan yang akurat, kredibel, dan relevan.

Hal ini mendukung transparansi, kepercayaan, dan keandalan informasi keuangan perusahaan, yang pada gilirannya berdampak positif pada pengambilan keputusan dan kinerja bisnis secara keseluruhan.

Yuk, simak apa saja prinsip-prinsip akuntan yang penting:

Prinsip-prinsip Akuntansi

Prinsip-prinsip akuntansi adalah seperangkat pedoman atau aturan yang menjadi dasar dalam menyusun laporan keuangan suatu entitas.

Prinsip-prinsip ini bertujuan untuk menciptakan konsistensi, keadilan, transparansi, dan keandalan dalam pelaporan keuangan.

Berikut ini adalah beberapa prinsip-prinsip akuntansi beserta penjelasannya:

1. Prinsip Kesesuaian Biaya dan Pendapatan (Matching Principle)

Prinsip ini menyatakan bahwa biaya-biaya yang terkait dengan pendapatan harus diakui dalam periode yang sama dengan pendapatan tersebut.

Kesesuaian ini sangat berpengaruh dalam hasil laporan yang akurat.

Dengan menerapkan prinsip ini, laporan keuangan mencerminkan kinerja keuangan perusahaan dengan lebih akurat karena memperhitungkan hubungan antara biaya dan pendapatan yang timbul dalam satu periode akuntansi.

2. Prinsip Kepentingan Relatif (Materiality Principle)

Prinsip ini menyatakan bahwa informasi harus diungkapkan jika kesalahan atau ketidakakuratan informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi para pengguna laporan keuangan.

Dengan demikian, hanya informasi yang memiliki dampak ekonomi yang signifikan yang harus diungkapkan dalam laporan keuangan.

3. Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)

Prinsip ini menekankan bahwa metode akuntansi yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan harus konsisten dari satu periode ke periode lainnya.

Hal ini memudahkan para pengguna laporan keuangan untuk membandingkan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu tanpa adanya perubahan yang tidak wajar.

Konsistensi juga jadi cara yang ideal melihat laporan secara berkala.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

4. Prinsip Keterbukaan Penuh (Full Disclosure Principle)

Prinsip ini menyatakan bahwa semua informasi yang relevan dan material harus diungkapkan secara terperinci dalam laporan keuangan.

Pengungkapan ini dilakukan melalui catatan-catatan tambahan atau catatan kaki (footnotes) yang melengkapi informasi utama dalam laporan keuangan.

5. Prinsip Konservatisme (Conservatism Principle)

Prinsip ini mendorong akuntan untuk bersikap hati-hati dalam menghadapi ketidakpastian dan potensi risiko.

Jika ada dua alternatif penilaian atau estimasi, maka pilihan yang lebih konservatif harus diambil, artinya dipilih nilai yang lebih rendah atau laba yang lebih kecil.

6. Prinsip Entitas Ekonomi Terpisah (Entity Concept)

Prinsip ini menyatakan bahwa keuangan perusahaan harus dipisahkan dan dianggap terpisah dari keuangan pemiliknya atau pemegang sahamnya.

Dengan demikian, laporan keuangan mencerminkan kinerja keuangan perusahaan itu sendiri tanpa campur tangan aspek pribadi pemilik atau pemegang saham.

7. Prinsip Historis Biaya (Historical Cost Principle)

Prinsip ini menyatakan bahwa aset, kewajiban, dan ekuitas harus dicatat pada nilai perolehan awal (historical cost) saat transaksi terjadi.

Ini berarti bahwa perubahan nilai pasar tidak mempengaruhi nilai aset dalam laporan keuangan kecuali jika ada transaksi jual beli.

8. Prinsip Kelangsungan Usaha (Going Concern Principle)

Prinsip ini mengasumsikan bahwa perusahaan akan terus beroperasi dalam waktu yang tidak terbatas, kecuali jika ada bukti sebaliknya.

Dengan demikian, laporan keuangan disusun dengan mengasumsikan kelangsungan usaha dan tidak dihitung berdasarkan skenario likuidasi.

Semua prinsip-prinsip ini penting dalam memastikan bahwa laporan keuangan mencerminkan kinerja dan posisi keuangan perusahaan dengan akurat dan adil, sehingga memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pemakai laporan keuangan.

Para akuntan dan profesional keuangan bertanggung jawab untuk mengikuti prinsip-prinsip ini saat menyusun dan mengaudit laporan keuangan.

Itulah sebabnya, materi ini sangat penting dalam teori akuntansi dasar, terutama perlu kamu pelajari.

Ketahui lebih lengkap tentang penjelasan prinsip-prinsip akuntansi ini lewat buku Akuntansi Suatu Pengantar Berbasis PSAK.

Buku ini recomended bagi kamu yang masih pemula dalam teori akuntansi agar bisa menguasai tentang laporan keuangan yang baik.

Buku ini bisa kamu pesan dan beli di Gramedia.com!

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi