Pengertian dan Ciri-ciri Bakteri Secara Umum

Lihat Foto
Sumber Gambar: Freepik.com
Ciri-Ciri Bakteri 
Rujukan artikel ini:
Ensiklopedia Anak Funtastic - Bakteria
Pengarang: STEVE MOULD
|
Editor: Puteri

Mempelajari tentang ciri-ciri bakteri umumnya terdapat dalam salah satu materi pelajaran Biologi di tingkat kelas X SMA.

Selain mempelajari tentang ciri-ciri bakteri, mengetahui pengertiannya secara lengkap juga penting agar dapat mengenali strukturnya lebih jelas.

Nah, berikut pengertian dan ciri-ciri bakteri secara umum yang bisa menjadi referensi belajar salah satu materi pelajaran Biologi.

Pengertian Bakteri

Bakteri adalah mikroorganisme yang bersifat prokariotik, yaitu sel-selnya tidak memiliki inti sel yang terlindungi oleh membran.

Mereka merupakan makhluk hidup yang sangat kecil dan ada di berbagai lingkungan, termasuk tanah, air, udara, dan tubuh makhluk hidup lain.

Dalam tubuh manusia, bakteri paling banyak berada di saluran pencernaan dan pada bagian kulit.

Meski begitu, mayoritas bakteri dalam tubuh tidak berbahaya karena manusia dilindungi oleh sistem imun.

Selain itu, terdapat sejumlah bakteri dalam tubuh yang justru bermanfaat, salah satunya sebagai flora usus.

Di samping itu, ada pula spesies bakteri yang memiliki sifat patogenik dan menyebabkan penyakit menular, di antaranya sifilis, kusta, kolera, dan gonore.

Penyakit bakteri menular yang umum dan banyak terjadi biasanya ditemukan dalam penyakit infeksi saluran pernapasan.

Ciri-ciri Bakteri

1. Bentuk dan Struktur Sel

Bakteri memiliki berbagai bentuk sel, seperti bulat (kokus), batang (basil), spiral, atau filamen.

Sel mereka memiliki struktur sederhana, terdiri dari dinding sel yang melindungi sel serta membran plasma yang mengatur pergerakan zat-zat ke dalam dan keluar sel.

2. Ukuran

Bakteri umumnya sangat kecil, dengan ukuran berkisar antara 0,5 hingga 5 mikrometer (µm) dalam panjang.

3. Reproduksi

Bakteri berkembang biak secara aseksual melalui proses pembelahan sel yang disebut "pembelahan biner."

Dalam proses ini, sel bakteri membelah menjadi dua sel anak yang identik secara genetik.

4. Metabolisme

Bakteri dapat memiliki berbagai tipe metabolisme yang di antaranya menggunakan energi dari cahaya matahari untuk menghasilkan makanan melalui fotosintesis, mirip dengan tanaman.

Sementara itu, bakteri lainnya mendapatkan energi dengan mencerna senyawa organik atau anorganik dalam proses respirasi.

5. Mobilitas

Beberapa bakteri memiliki flagela (benang cambuk) yang memungkinkan mereka untuk bergerak secara aktif, sementara yang lainnya tidak memiliki flagela dan bersifat diam atau hanya mengandalkan aliran cairan di sekitar mereka untuk bergerak.

6. Struktur Genetik

Bakteri memiliki materi genetik berupa DNA yang terdiri dari satu untai, berbeda dengan eukariota yang memiliki DNA dalam bentuk kromosom ganda.

Adapun DNA bakteri terletak di sitoplasma sel.

7. Resistensi

Beberapa bakteri memiliki kemampuan untuk mengembangkan resistensi terhadap antibiotik atau kondisi lingkungan yang sulit sehingga menjadi lebih sulit untuk diatasi.

8. Peran dalam Ekosistem

Bakteri memainkan peran penting dalam ekosistem, seperti mendaur ulang bahan organik, mengikat nitrogen dari atmosfer, dan membantu dalam proses dekomposisi.

9. Patogenik atau Non-patogenik

Beberapa bakteri dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan (patogen), sementara yang lainnya tidak menimbulkan bahaya dan bahkan membantu dalam proses biologis tertentu (non patogen).

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

10. Adanya Struktur Tambahan

Selain flagella, beberapa bakteri memiliki struktur tambahan seperti pilus, kapsul, dan endospora, yang berfungsi untuk berbagai tujuan seperti melekat pada permukaan, melindungi dari kondisi lingkungan yang keras, dan menunjang reproduksi.

Struktur Bakteri

Secara umum, struktur utama yang dimiliki oleh bakteri adalah sebagai berikut:

1. Dinding Sel

Bakteri memiliki dinding sel yang mengelilingi seluruh tubuh mereka yang terbuat dari peptidoglikan, struktur kompleks yang terdiri dari gula dan peptida.

Dinding sel ini berfungsi untuk memberikan bentuk dan kekuatan pada sel bakteri serta melindungi mereka dari lingkungan eksternal.

2. Membran Sel

Di bawah dinding sel, terdapat membran sel yang menyelubungi sitoplasma bakteri.

Membran sel terdiri dari lapisan lipid yang berfungsi sebagai penghalang selektif, mengatur masuk dan keluarnya berbagai molekul ke dan dari sel bakteri.

3. Sitoplasma

Sitoplasma yang merupakan cairan kental yang mengandung berbagai komponen seluler, seperti ribosom, DNA, dan enzim yang penting untuk metabolisme sel.

4. Ribosom

Ribosom adalah struktur seluler yang berfungsi sebagai tempat sintesis protein.

Bakteri memiliki ribosom yang lebih kecil daripada eukariota dan memungkinkan beberapa antibiotik untuk berfungsi dengan mengganggu proses sintesis protein pada bakteri.

5. DNA

Materi genetik bakteri berbentuk DNA yang berada dalam bentuk sirkular yang mengandung instruksi untuk pertumbuhan, reproduksi, dan fungsi seluler lainnya.

6. Flagela

Beberapa bakteri memiliki flagela, yaitu struktur berbentuk seperti cambuk yang membantu bakteri bergerak.

Flagela memungkinkan bakteri untuk bergerak menuju atau menjauh dari lingkungan yang menguntungkan atau merugikan.

7. Pilus

Pilus adalah struktur serupa rambut yang menonjol dari permukaan bakteri berfungsi untuk membantu bakteri berinteraksi dengan permukaan lain, seperti sel inang saat proses infeksi.

8. Kapsul

Beberapa bakteri memiliki kapsul yang merupakan lapisan glikoprotein atau polisakarida di luar dinding sel.

Kapsul ini berfungsi sebagai lapisan pelindung dan dapat membantu bakteri melekat pada permukaan tertentu.

9. Plasmid

Plasmid adalah fragmen DNA kecil yang dapat ditemukan dalam beberapa bakteri.

Mereka mengandung informasi genetik tambahan yang bisa memberikan keuntungan bagi sel, seperti resistensi terhadap antibiotik atau kemampuan untuk mentransfer gen dari satu sel bakteri ke sel bakteri lainnya.

Itulah pengertian, ciri-ciri, dan struktur bakteri secara umum yang dapat kamu ketahui.

Meski umumnya termasuk materi pelajaran SMA, mempelajari tentang bakteri juga bisa dilakukan sejak anak usia dini.

Buku Ensiklopedia Anak Funtastic - Bakteria bisa menjadi referensi bacaan yang menarik untuk mempelajari tentang dasar bakteri.

Buku yang dirancang khusus untuk anak-anak ini dapat mudah dipahami dan bisa menjadi buku cerita pengantar tidur yang menambah pengetahuan.

Selain memberikan pemahaman tentang asal usul bakteri, ensiklopedia ini juga dapat menjadi media untuk melatih anak belajar membaca sekaligus mengembangkan daya imajinasinya lewat ilustrasi dalam buku.

Lewat pemaparan materi yang mudah dipahami dan dikemas dengan menarik, buku ini tidak hanya menjadi media untuk menambah pengetahuan anak tentang bakteri, virus, dan kuman tetapi juga meningkatkan daya imajinasi.

Dapatkan buku Ensiklopedia Anak Funtastic - Bakteria di toko buku Gramedia atau secara online melalui Gramedia.com.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi