4 Teori Penjelasan Arti Mimpi dalam Psikologi yang Terjadi pada Manusia

Lihat Foto
Photo by Ketut Subiyanto on Pexels
Penjelasan Arti Mimpi dalam Psikologi
Rujukan artikel ini:
Psikologi Mimpi : Sebuah Pengantar…
Pengarang: Sigmund Freud
|
Editor: Rahmad

Apakah kamu pernah merasa resah karena mimpi yang kamu alami? Misalnya mimpi digigit anjing sampai kamu terbagun ketakutan, mungkin akan menganggumu setelah bangun tidur.

Atau mimpi aneh lain yang membuatmu cemas karena takut itu berarti buruk atau pertanda bahaya.

Nah, ternyata mimpi itu tidak hanya bunga tidur atau fenomena biasa, tetapi ada penjelasan mimpi dalam psikologi yang bisa terjadi pada manusia.

Dari pendekatan psikologi ini akan menjelaskan bagaimana mimpi itu bisa terjadi pada manusia.

Penjelasan Arti Mimpi dalam Psikologi

Fenomena mimpi ini jadi pengalaman bawah sadar manusia yang terjadi saat mereka tertidur.

Kajian psikologi tentang mimpi melibatkan pemahaman tentang arti, fungsi, dan interpretasi mimpi serta bagaimana mimpi dapat mengungkapkan dan mempengaruhi aspek-aspek psikologis kita.

Penting untuk dicatat bahwa mimpi dapat memiliki interpretasi yang sangat subjektif dan dapat bervariasi antara individu.

Beberapa teori yang ada dalam kajian psikologi tentang mimpi termasuk:

1. Teori Freudian

Sigmund Freud, salah satu tokoh utama dalam psikoanalisis, mengusulkan bahwa mimpi adalah jendela ke dalam alam bawah sadar kita.

Menurut Freud, mimpi adalah manifestasi dari keinginan tersembunyi dan konflik psikoseksual yang muncul dalam bentuk simbol dan metafora.

Freud membagi mimpi menjadi "arti batin" (laten content) dan "arti nyata" (manifest content).

Arti batin mengacu pada makna sebenarnya dari mimpi, sementara arti nyata adalah bentuk atau gambaran yang diamati oleh orang yang bermimpi.

Jika kamu tertarik mengetahui teori lengkapnya bisa baca buku Psikologi Mimpi : Sebuah Pengantar Psikoanalisis Untuk Pemula yang ditulis Sigmund Freud.

Buku ini berisi analisis mimpi sebagai manifestasi dari ketidaksadaran yang dialami manusia. Buku ini bisa kamu pesan dan beli di Gramedia.com!

2. Teori Jungian

Carl Jung, seorang psikolog analitis terkenal, mengembangkan teori tentang simbolisme dalam mimpi.

Ia berpendapat bahwa mimpi mengungkapkan aspek-aspek kolektif dari psikologi manusia, termasuk arketipe dan simbol yang terkait dengan budaya dan warisan kolektif.

Jung juga membedakan antara manifestasi simbolik dalam mimpi dan aspek-aspek pribadi yang unik. Dalam praktik psikoterapi berbasis teori Jungian, analisis mimpi sering digunakan sebagai alat untuk memahami dan menganalisis isyarat dari bawah sadar.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Analisis mimpi ini dapat membantu individu memperoleh wawasan yang lebih dalam tentang diri mereka sendiri, mengidentifikasi tema-tema yang muncul secara berulang, dan mengatasi konflik-konflik yang tidak disadari.

3. Teori Kognitif

Teori ini menyatakan bahwa mimpi terjadi karena adanya pemrosesan dan integrasi informasi yang terjadi dalam pikiran saat tidur.

Menurut teori ini, saat tidur, otak mengolah informasi yang diterima selama bangun, mengkonsolidasikan memori, dan menghubungkan pengalaman baru dengan pengetahuan yang sudah ada.

Dalam konteks teori ini, mimpi dipandang sebagai cara bagi otak untuk mengatur dan mengintegrasikan informasi tersebut.

Proses pemrosesan informasi dalam mimpi dapat melibatkan pengolahan visual, pengolahan emosi, dan pembentukan hubungan asosiatif antara konsep-konsep yang terkait.

Selain itu, teori kognitif tentang mimpi juga menekankan peran proses pemecahan masalah dalam mimpi.

Dalam mimpi, individu dapat mencoba memecahkan masalah atau mengatasi konflik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa teori kognitif berpendapat bahwa mimpi dapat menyediakan kesempatan bagi individu untuk menguji solusi alternatif atau memvisualisasikan kemungkinan-kemungkinan yang belum dieksplorasi.

4. Teori Fungsional

Pendekatan fungsional berfokus pada fungsi atau tujuan mimpi dalam kehidupan kita.

Teori ini berpendapat bahwa mimpi dapat membantu kita memproses emosi, mengatasi stres, dan memperoleh pemahaman lebih dalam tentang diri kita sendiri dan dunia sekitar.

Mimpi juga dapat berperan dalam kreativitas, memecahkan masalah, dan mengasah keterampilan.

Meskipun ada berbagai teori tentang mimpi, kajian psikologi modern cenderung mengakui bahwa mimpi memiliki arti dan interpretasi yang sangat individual.

Mimpi dapat dipengaruhi oleh pengalaman hidup, kondisi emosional, dan keadaan kesehatan seseorang.

Oleh karena itu, interpretasi mimpi yang tepat harus mempertimbangkan konteks dan pengalaman pribadi individu yang bermimpi.

Begitu pula, penting untuk diingat bahwa meskipun kajian psikologi memberikan wawasan tentang mimpi, mereka tetap bersifat teoritis.

Penjelasan mimpi dalam psikologi ini akan memberi pandangan bahwa fenomena ini tidak terjadi begitu saja namun ada hubungannya dengan manusia itu sendiri.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi