Masalahmu Bukanlah Akhir Dunia, Let's Move On 

Lihat Foto
Sumber Gambar: Dok. Elex Media Komputindo
Buku Kunikmati Ujian-Mu
Rujukan artikel ini:
Kunikmati Ujian-Mu
Pengarang: MIFTA NOVIKASARI
|
Editor: Novia Putri Anindhita

Tak ada satu pun manusia di dunia yang luput dari ujian hidup.

Karena sejatinya hidup ini adalah ujian.

Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Al-Mulk ayat 2.

“Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.”

Ujian hidup yang diberikan tidaklah sama.

Ada yang diuji dengan harta.

Ada yang diuji dengan kesehatan.

Ada pula yang diuji dengan keluarga.

Ujian harta tak selalu berupa kemiskinan.

Harta yang berlimpah juga ujian karena sejatinya ujian tak hanya berbentuk kesusahan.

Kesenangan juga ujian.

Namun, kebanyakan manusia menganggap bahwa ujian hanyalah tentang kesedihan dan kesulitan.

Terkadang, saat kita menghadapi masalah, menemui jalan buntu.

Tidak ada seorang pun yang mau membantu.

Berganti hari, masalah tak kunjung berakhir.

Seolah ini adalah akhir dunia.

Padahal seperti hujan yang pasti berhenti, maka badai kehidupan sejatinya pun akan mereda.

Bagaimana agar kita bisa “move on” dari ujian yang menimpa? Memahami dan memaknai ujian, barangkali akan membantu kita melewatinya.

Sadarilah bahwa ujian datang tidak dengan sia-sia.

Allah ingin menyampaikan sebuah “pesan cinta” kepada kita.

Allah juga ingin menjadikan ujian sebagai sarana penghapus dosa serta pendulang pahala.

Makna Ujian dari Allah

Ujian sebagai Pesan Cinta

Manusia sering kali disibukkan dengan kehidupan dunia.

Hingga lupa, apa tujuan ia diciptakan.

Lalai mengerjakan perintah-Nya.

Abai terhadap larangan-Nya.

Hingga Allah berikan ujian agar manusia kembali mengingat-Nya.

Sungguh beruntung orang-orang yang mampu mengambil hikmah dan membaca pesan cinta-Nya.

Bisa jadi, kita merasa kesal atas satu kejadian yang menimpa.

Padahal, Allah dengan kasih sayang-Nya ingin menyadarkan kita, agar kembali pada jalan yang Dia ridai.

Seseorang yang sibuk bekerja.

Lupa waktu.

Lupa makan.

Lupa istirahat.

Hingga lupa salat.

Lalu, Allah uji dengan sakit.

Saat sakit, ia terbaring lemah.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Tak mampu bekerja.

Maka yang diharapkannya adalah pertolongan Allah.

Ia mengangkat tangan dan berdoa, agar Allah berikan kesembuhan.

Lihatlah, Allah berikan “pesan cinta” melalui ujian.

Agar kembali mendekat kepada-Nya. Supaya tak lagi lalai dengan tujuan penciptaan kita ke dunia. Sebagaimana Allah berfirman:

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Ujian sebagai Penghapus Dosa

Allah sungguh menyayangi hamba-Nya.

Dia tak ingin manusia kembali kepada-Nya dengan berlumuran dosa.

Karenanya, Allah jadikan ujian sebagai sarana “membersihkan” dosa-dosa.

Mukmin yang ditimpa musibah lalu dia bersabar, maka Allah hapuskan dosa-dosanya.

Jika ikhlas menerima ujian, maka Allah ampuni kesalahannya.

Ia bagaikan terlahir kembali di dunia.

Bersih tanpa dosa.

Bahkan sekedar tertusuk duri saja, Allah jadikan sarana penghapus dosa, yang penting mampu sabar menerima.

Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang lebih berat dari itu melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya karenanya.” (HR. Muslim)

Ujian sebagai Pendulang Pahala

Pahala tak hanya diberikan saat mengerjakan ibadah.

Pahala tak hanya dicatat saat berbuat baik.

Pahala juga diberikan saat kita ikhlas dan bersabar menghadapi ujian.

Sungguh, Allah Mahabaik.

Bahkan, dalam sebuah ujian pun, ada sumber pahala.

Karenanya, saat kita diberikan ujian, berusahalah untuk tegar.

Tentu tak semudah mengucapkannya.

Namun, kita perlu berusaha sekuat tenaga. Ingatlah, ada pahala di balik ujian.

Agar ringan langkah kita saat menghadapinya.

Sesungguhnya besarnya pahala bergantung pada besarnya ujian.” (HR. Tirmidzi)

Pada akhirnya, kita akan menyadari.

Ada makna di balik musibah.

Seperti pelangi yang akan muncul usai hujan, maka demikian pula kehidupan.

Susah dan senang akan datang silih berganti.

Bersabar saat susah.

Bersyukur saat senang.

Bersedih secukupnya.

Bergembira sewajarnya.

Percayalah, masalahmu bukan akhir dunia.

Let’s move on!

Baca dan dapatkan buku Kunikmati Ujian-Mu di Gramedia.com.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi