Rekomendasi Novel Indonesia Berbagai Genre untuk Menemanimu di Kala Pandemi

Lihat Foto
Sumber Foto : Freepik.com
Rujukan artikel ini:
Pulang
Pengarang: Leila S. Chudori
Penulis Okky Olivia
|
Editor: Novia Putri Anindhita

Aturan pemerintah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di beberapa kota besar, membuat banyak aktivitas masyarakat jadi lebih terbatas.

Sejak awal munculnya pandemi Covid-19 sampai hari ini, banyak sektor yang memutuskan untuk melanjutkan kegiatannya melalui online, seperti perkantoran dan sekolah.

Kegiatan work from home dan kuliah daring sudah menjadi kegiatan rutin bagi sebagian masyarakat Indonesia saat ini.

Tapi ada beberapa kegiatan lain yang menjadi tidak leluasa lagi semenjak adanya pandemi ini, mengunjungi toko buku adalah salah satu contohnya.

Menyusuri rak-rak dengan tumpukan buku yang tersusun rapih, mencari buku-buku karya penulis favorit, menemukan buku yang sampul plastiknya sudah terbuka, sampai akhirnya memilih beberapa buku untuk dibawa pulang, semuanya menjadi kesenangan tersendiri bagi orang-orang yang hobi membaca buku.

Semenjak kasus Covid-19 ini melonjak, dan pemerintah memberlakukan pembatasan kegiatan, banyak toko buku yang ditutup sementara, atau jika tetap dibuka, pengunjung diberi batas waktu hanya sampai 30 menit saja untuk masuk.

Beruntungnya, sudah banyak juga toko buku yang menjual bukunya melalui online untuk membantu mempermudah orang-orang yang ingin membeli buku tanpa harus keluar rumah.

Lamanya waktu pandemi dan semakin beragamnya genre novel di Indonesia, membuat sebagian orang menjadikan membaca sebagai kegiatan rutin.

Rekomendasi Novel Indonesia

Berikut ini beberapa rekomendasi novel Indonesia berbagai genre yang bisa membantumu mengusir kebosanan di masa pandemi:

1. Pulang – Leila S. Chudori - Fiksi Sejarah

Buku yang pertama kali terbit tahun 2017 ini menjadi salah satu buku yang paling banyak dicetak ulang dan sering masuk menjadi list best seller di beberapa toko buku.

Alur cerita buku dilatarbelakangi oleh 3 peristiwa sejarah, yaitu peristiwa Gerakan 30 September 1965 di Indonesia, Gerakan Mahasiswa di Prancis Mei 1968, dan Masa Reformasi Indonesia tahun 1998.

Buku ini menceritakan kisah Dimas Suryo dan ketiga teman aktivisnya, Nugroho, Tjai, dan Risjaf yang terpaksa harus menetap di Eropa karna tidak bisa kembali ke Indonesia, akibat situasi politik Indonesia tahun 1965 yang mengancam nyawa mereka.

Dimas yang mencintai dunia pergerakan, bertemu seorang Mahasiswi Prancis, Vivienne Deveraux, yang saat itu sedang berorasi di depan gedung pemerintahan Prancis, dan keduanya saling jatuh cinta.

Bukan hal mudah untuk bisa survive di negara orang, Dimas dan ketiga temannya berusaha bertahan hidup dengan membangun Restoran di pinggiran kota Paris, dan tetap meninggalkan kesan Indonesia pada menu makanannya.

Tahun 1998 saat Indonesia dikepung demo menuntut diturunkannya Presiden Suharto, Lintang Utara, putri Dimas Suryo mendapat tugas akhir untuk meneliti dan mewawancarai keluarga korban tragedi Gerakan 30 September 1965.

Lintang berusaha keras untuk mendapat izin terbang ke Indonesia, bukan hanya untuk tugas, tapi juga untuk melihat Indonesia melalui pandangannya sendiri, karena selama ini ia hanya mendengar dari cerita ayahnya atau membaca berita Indonesia di berbagai artikel.

Tapi melalui wawancara itu, Lintang menemukan potongan-potongan puzzle yang selama ini ternyata dirahasiakan dan menjadi beban ayahnya selama bertahun-tahun. Temukan Rekomendasi Novel Fiksi Indonesia Best Seller lainnya disini!

2. Laut Bercerita – Leila S. Chudori - Fiksi Sejarah

Sama seperti buku Pulang, buku ini juga sama-sama mengisahkan kehidupan seorang aktivis. Tapi bedanya, Laut Bercerita lebih banyak menyelipkan kisah perjuangannya.

Biru Laut Wibisono yang merupakan Mahasiswa Sastra Inggris, bergabung dengan kelompok pergerakan Winatra yang kegiatannya banyak membantu rakyat melawan ketidakadilan, dan mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak benar.

Buku ini tidak hanya menghadirkan sosok Biru Laut sebagai seorang aktivis saja, tapi juga sebagai seorang anak, kakak, teman, dan sahabat yang baik.

Tidak seperti cover bukunya yang menarik perhatian mata, buku ini menyimpan banyak kisah pilu, penderitaan, dan pengkhianatan dari salah satu peristiwa sejarah kelam yang pernah terjadi di Indonesia.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Kamu harus siap sedia tisu saat membaca buku ini, karena banyak kisah yang akan membuat kamu banjir air mata.

3. Kim Ji-yeong: Lahir Tahun 1982 - Cho Nam-Joo - Fiksi Realistis

Buku yang berfokus pada kesetaraan gender dan emansipasi wanita ini mampu menjadi angin segar, dan bisa membuka mata orang-orang agar lebih paham bahwa perlakuan diskriminasi sudah ada sejak dulu sampai hari ini.

Sejak kecil, Kim Ji Yeong dan kakak perempuannya sering diperlakukan berbeda dalam keluarganya.

Saat ia dan kakaknya harus membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah, adiknya boleh bersantai atau main bersama teman-temannya.

Jika ada dua porsi makanan, adik laki-lakinya boleh mengambil satu porsi yang besar, atau saat Kim Ji Yeong ketahuan mencicipi bubuk susu adiknya, neneknya akan marah dan berkata "beraninya kamu mengambil barang milik cucu laki-laki kesayanganku?".

Hal ini terjadi karena pada masa itu, situasi Korea lebih menerima anak laki-laki daripada anak perempuan dalam keluarga.

Setelah dewasa, Kim Ji Yeong tetap kesulitan mendapat pekerjaan, hal itu dibuktikan dalam sebuah survey tahun 2005 yang menyatakan bahwa dari 100 perusahaan yang ada di Korea, jumlah pegawai wanitanya hanya sekitar 29,6% saja.

Tapi Kim Ji Yeong tidak menyerah dan terus berusaha, ia kemudian bertemu dengan Jeong Dae Hyeon, seorang karyawan perusahaan IT yang bisa memahami perasaannya, dan keduanya memutuskan untuk menikah.

Setelah menikah, kehidupan Kim Ji Yeong yang awalnya biasa saja, berubah saat ia melahirkan bayi perempuan, karena ternyata kehidupan patriarki masih tumbuh dalam masyarakat Korea.

Kim Ji Yeong dituntut untuk memiliki anak laki-laki, yang lama kelamaan membuatnya muak dan terjebak dalam depresi.

4. 5 CM: Aku, Kamu, Samudera, dan Bintang-Bintang - Donny Dhirgantoro - Fiksi dan Sastra

Buat kamu para pecinta novel bertema persahabatan, petualangan, impian, dan cinta, buku ini bisa jadi pilihan. Temukan Rekomendasi Novel Ringan lainnya disini!

Buku ini merupakan sekuel dari novel pertamanya yang terbit pada tahun 2005, dengan judul yang sama.

Pada buku 5 CM edisi pertama, kamu disuguhkan dengan kisah persahabatan 5 sejoli yang super menyenangkan, dan membuat kamu iri dengan kekompakan mereka saat mendaki Gunung Semeru, dan bersama-sama merayakan kemerdekaan Indonesia di puncak tertinggi itu.

Dalam buku 5 CM: Aku, Kamu, Samudera, dan Bintang-Bintang, kamu akan mengetahui bagaimana kisah mereka setelah perjalanan puncak Mahameru itu selesai.

Apakah pengakuan cinta Riani di Ranu Kumbolo sudah menemukan titik terang?

Tapi bagaimana dengan perasaan Genta setelah mengetahui apa yang selama ini Riani sembunyikan dalam hatinya?

Tenang, buku ini tidak hanya membahas soal itu, kamu akan tetap bisa merasakan hangatnya persahabatan mereka, dan akan kembali mengikuti serunya perjalanan mereka menelusuri keindahan bumi Nusantara yang tak ada habisnya.

Persahabatan, petualangan, impian, cita-cita, dan cinta, semuanya akan terungkap bersamaan dengan perjalanan mereka.

Selain keempat novel diatas, masih banyak sekali novel-novel menarik yang bisa kamu baca untuk mengisi waktu luangmu di masa pandemi.

Jika kamu tidak ingin repot keluar rumah untuk pergi ke toko buku, kamu bisa dengan mudah membeli buku-buku ini melalui online di laman Gramedia.com atau jika kamu ingin lebih fleksibel, kamu bisa membeli e-booknya secara legal di Gramedia Digital.

Selamat membaca!

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi