Budi Daya Ikan Lele dengan Sistem Bioflok

Lihat Foto
Sumber Gambar: Canva
Budi Daya Ikan Lele
Rujukan artikel ini:
Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok:…
Pengarang: Ita Apriyani, S.Pi., M.Si.
Penulis Renny Novita
|
Editor: Almira Rahma Natasya

Saat ini, produksi perikanan melalui budi daya semakin meningkat seiring dengan permintaan pasar terhadap produk-produk perikanan.

Budi daya ikan lele termasuk salah satu yang ekonomis karena tidak membutuhkan biaya yang tinggi.

Jika beberapa jenis ikan membutuhkan pakan khusus, maka ikan lele termasuk ikan yang “tidak rewel”.

Hal ini karena ikan lele bisa memakan jenis pakan apapun, sehingga kita bisa memilih pakan yang terjangkau untuk memaksimalkan keuntungan.

Selain itu, masa panen ikan lele umumnya cepat, yaitu sekitar 2-3 bulan, sehingga banyak orang yang melirik budi daya ikan lele.

Budi Daya Perairan

Budi daya perairan atau aquaculture merupakan usaha untuk meningkatkan produktivitas perairan melalui kegiatan budi daya, di antaranya adalah kegiatan pemeliharaan untuk memperbanyak (reproduction), menumbuhkan (growth), serta meningkatkan mutu biota akuatik sehingga diperoleh keuntungan.

Teknologi budi daya yang diaplikasikan mencakup konstruksi wadah produksi, pemilihan lokasi budi daya, penentuan pola tanam, penggunaan benih unggul dan padat penebaran yang tepat, pemberian pakan yang sesuai dengan jumlah, mutu, waktu dan pengendalian hama dan penyakit, pengelolaan air, pemantauan, serta pemanenan dan penanganan pasca panen.

Budi Daya Ikan Lele dengan Sistem Bioflok

Menurut buku Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok, kendala budi daya perikanan di antaranya mengenai buangan limbah akuakultur, sehingga membutuhkan teknologi baru untuk mengeliminasi masalah ini.

Teknologi bioflok adalah teknik untuk meningkatkan kualitas air dalam budi daya, melalui penyeimbangan karbon dan nitrogen dalam sistem budi daya yang mempunyai berbagai manfaat, yaitu:

Ada beberapa tahapan dalam budi daya ikan lele sistem bioflok, antara lain:

  1. Persiapan alat dan bahan
  2. Persiapan kolam
  3. Persiapan air
  4. Penebaran bibit
  5. Pemberian pakan, termasuk penambahan vitamin dan penggunaan anti bakteri, penggunaan anti jamur
  6. Manajemen kualitas air
  7. Manajemen kesehatan termasuk di dalamnya adalah pengendalian hama dan penyakit
  8. Manajemen panen

Hal yang membedakan antara sistem bioflok dengan budi daya ikan lele yang lain adalah penggunaan bioflokulan F1 dan probiotik F2, yang berfungsi mengubah N anorganik beracun menjadi N-organik yang tidak beracun.

Dengan begitu, kualitas air dapat dipertahankan dan biomassa bakteri berguna sebagai sumber protein bagi ikan.

Adapun penambahan bioflokulan F1 dan probiotik F2 ini sebagai salah satu cara penerapan teknologi bioflok yang murah dan aplikatif dalam pengelolaan limbah budidaya.

Cara penggunaannya adalah dengan mengaplikasikan bioflokulan F1 pada air kolam dan juga pada pakan.

Untuk pengaplikasian ke dalam kolam adalah dengan melarutkan ½ tutup botol bioflokulan yang dicampur dengan air bersih sebelumnya, yang kemudian diaduk untuk menghasilkan larutan yang homogen.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Larutan ini kemudian dimasukkan ke dalam kolam setiap hari pada pagi hari setelah pemberian pakan.

Untuk mengganti air kolam dianjurkan seminggu sekali dengan cara menyurutkan air kolam hingga 50%.

Setengah air kolam yang terbuang diganti dengan air bersih, sehingga ketinggian air kolam kembali seperti semula.

Kemudian, masukkan kultur probiotik F2 sebanyak 1 tutup per kolam dan dilakukan cukup satu minggu sekali setelah penggantian air kolam.

Cara membuat kultur probiotik F2 bisa kamu dapatkan informasinya di dalam buku Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok.

Setelah itu, tambahkan larutan buffer sebanyak 1 tutup botol dan diencerkan ke dalam 1 liter air dan prinsip penyebarannya sama seperti menyebarkan Bioflokulan F1, yaitu menyebarkan secara merata ke seluruh permukaan kolam.

Pemberian larutan buffer dilakukan satu minggu sekali setelah pemberian probiotik F2.

Prinsip Sistem Resirkulasi Akuakultur

Untuk menghemat penggunaan air yang digunakan untuk kolam, kamu bisa menerapkan prinsip sistem resirkulasi akuakultur.

Prinsip dasar dari sistem resirkulasi akuakultur adalah bahwa air resirkulasi dibersihkan dan digunakan kembali, yang membawa potensi tinggi untuk menghemat air dan energi.

Dalam sistem resirkulasi, air sistem selalu dibersihkan dan digunakan kembali.

Sistem resirkulasi adalah sistem yang benar-benar tertutup.

Produk limbah-limbah yang tidak larut, amonium, dan karbon dioksida dibuang atau diubah menjadi zat yang tidak berbahaya.

Air bersih diperkaya dengan oksigen dan mengalir kembali ke kolam.

Untuk informasi yang lebih detail tentang sistem bioflok ini, kamu bisa membeli buku Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok yang tersedia di dalam versi e-book di website Gramedia.com, dan baca melalui aplikasi Gramedia Digital.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi