Metode Penelitian Studi Literatur, Apa Itu?

Lihat Foto
Sumber Gambar: Freepik.com
Metode Penelitian Studi Literatur
Rujukan artikel ini:
Etika Penulisan Karya Ilmiah
Pengarang: Gunawan Wiradi
Penulis Hana Sjafei
|
Editor: Almira Rahma Natasya

Bagi sebagian mahasiswa, metode penelitian studi literatur masih asing terdengar di telinga.

Apa itu metode penelitian studi literatur? Dan bagaimana cara menggunakannya?

Agar tidak bingung untuk menggunakan metode penelitian studi literatur, berikut kami rangkum informasinya.

Arti Metode Penelitian Studi Literatur

Metode penelitian studi literatur adalah serangkaian kegiatan berkaitan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelolah bahan penelitian.

Danial dan Warsiah memaparkan, studi literatur merupakan penelitian yang mengumpulkan sejumlah buku, majalah yang berkaitan dengan masalah dan tujuan penelitian tersebut.

Secara garis besarnya, metode penelitian studi literature digunakan untuk menyelesaikan persoalan dengan menelusuri sumber tulisan yang pernah dibuat sebelumnya.

Studi literatur biasa juga disebut studi pustaka dalam penelitian kualitatif.

Saat melakukan metode penelitian studi literatur, maka sebaiknya peneliti harus memiliki wawasan yang luas terkait objek yang akan diteliti.

Apabila tidak, maka bisa dipastikan penelitian tersebut akan gagal.

Tujuan Penelitian Studi Literatur

Setidaknya terdapat lima tujuan penelitian studi literatur yang wajib kamu ketahui, yakni:

  1. Peneliti mencari informasi yang relevan dengan masalah yang diteliti.
  2. Peneliti mengkaji beberapa teori dasar yang relevan dengan masalah yang akan diteliti. Untuk membuat uraian teoritik dan empirik yang berkaitan dengan faktor, indikator, variable dan parameter penelitian yang tercermin di dalam masalah-masalah yang ingin dipecahkan.
  3. Peneliti memperdalam pengetahuan tentang masalah dan bidang yang akan diteliti.
  4. Peneliti mengkaji penelitian terdahulu yang ada kaitannya dengan penelitian yang akan dilakukan.
  5. Peneliti mendapat informasi tentang aspek suatu masalah yang sudah pernah diteliti untuk menghindari agar tidak meneliti hal yang sama.

Ciri Penelitian Studi Literatur

Terdapat beberapa ciri penelitian studi literatur yang memengaruhi sifat dan proses bekerjanya.

Berikut ciri penelitian studi literatur:

1. Bentuk Teks

Dalam prosesnya, peneliti berhadapan dengan teks atau data angka, bukan narasumber langsung seperti orang dan lainnya.

Teknik membaca teks menjadi bagian fundamental dalam penelitian studi literatur.

2. Sifat Siap Pakai

Studi literatur memiliki sifat siap pakai, yang berarti peneliti tidak akan kemana-mana, kecuali berhadapan langsung dengan sumber yang tersedia di perpustakaan.

3. Bersumber dari Tangan Kedua

Data studi literatur umunya bersifat sekunder, yang berarti peneliti mendapatkan bahan dari tangan kedua dan bukan data orisinil dari tangan pertama di lapangan.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

4. Tidak Dibatasi Ruang dan Waktu

Dalam studi literatur, peneliti berhadapan dengan info statis atau tetap.

Yang berarti, kapan pun ia datang dan pergi data tersebut tidak akan berubah karena ia sudah merupakan data mati yang tersimpan dalam rekaman tertulis (teks, angka, gambar, rekaman tape atau film).

Teknik Pengumpulan Penelitian Studi Literatur

Terdapat tiga proses penting dalam teknik pengumpulan penelitian studi literatur, yakni:

Proses Metode Penelitian Studi Literatur

Menggunakan metode penelitian studi literatur, mengartikan peneliti harus menentukan topik penelitian dan rumusan masalah sebelum mereka terjun ke lapangan untuk mengumpulkan data yang diperlukan.

Setelah terjun ke lapangan dan data terkumpul, maka perlu memerhatikan data yang paling relevan dan cukup relevan.

Selain itu, peneliti bisa melihat data tersebut melalui tahun tahun penelitian diawali dari yang paling mutakhir, dan berangsung – angsur mundur ke tahun yang lebih lama.

Peneliti setidaknya membaca abstrak dari setiap penelitian terdahulu untuk mengetahui apakah permasalahan yang dibahas sesuai dengan yang hendak dipecahkan dalam penelitian.

Kemudian, peneliti mecatat bagian penting dan relevan dengan permasalahan penelitian.

Agar menjaga tidak terjebak dalam unsur plagiat, peneliti hendaknya juga mencatat sumber informasi dan mencantumkan daftar pustaka dan bodynote.

Pencantuman sumber informasi wajib dilakukan apabila informasi berasal dari ide atau hasil penelitian orang lain.

Tidak hanya itu, peneliti setidaknya membuat catatan, kutipan, atau informasi yang disusun secara sistematis sehingga penelitian dengan mudah dapat mencari kembali jika sewaktu - waktu diperlukan.

Ingin mengetahui lebih dalam tentang seluk beluk studi literatur dan penelitiannya? Kamu bisa membaca buku Etika Penulisan Karya Ilmiah oleh Gunawan Wiradi.

Buku ini membahas berbagai kejanggalan dalam teknik penulisan ilmiah di Indonesia yang masih terus terjadi, termasuk di dalamnya penulisan plagiat yang ditemukan di kalangan akademisi.

Tertarik untuk mempelajarinya? Segera check out bukunya sekarang juga hanya di Gramedia.com!

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

TAG:

Terkini
Lihat Semua
Jelajahi